Sekolah Rakyat Siap Beroperasi Juli 2026, Tampung Hampir 49 Ribu Siswa dari Keluarga Rentan

Pemerintah terus mempercepat realisasi Program Sekolah Rakyat sebagai upaya memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu. Kementerian Sosial mencatat sebanyak 178 Sekolah Rakyat siap beroperasi pada Tahun Ajaran 2026/2027 yang akan dimulai pada Juli 2026.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menjelaskan, 178 Sekolah Rakyat tersebut terdiri atas 93 sekolah permanen, 77 sekolah rintisan tahun 2025, dan 8 sekolah rintisan baru tahun 2026. Dari sisi kesiapan infrastruktur, sebanyak 69 lokasi telah selesai dibangun dan 24 lokasi lainnya sudah dapat difungsikan untuk kegiatan belajar mengajar.

Program ini berhasil menjangkau 48.975 calon siswa, melampaui kuota awal yang ditetapkan sebanyak 32.640 siswa. Mayoritas peserta didik berasal dari keluarga rentan, dengan 85,8 persen merupakan penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan 77,6 persen berasal dari kelompok desil 1 dan 2 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Sebagian di antaranya bahkan merupakan anak-anak yang sebelumnya tidak pernah mengakses pendidikan formal.

Menurut Gus Ipul, keberhasilan Sekolah Rakyat tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari perubahan kualitas hidup peserta didik. Anak-anak yang mengikuti program ini dinilai menunjukkan peningkatan kesehatan, kedisiplinan, rasa percaya diri, serta memiliki harapan yang lebih besar terhadap masa depan mereka.

Saat ini pembangunan 93 sekolah permanen terus dikebut dan telah mencapai progres sekitar 78,75 persen. Pemerintah menargetkan seluruh tahapan persiapan dapat selesai sebelum dimulainya tahun ajaran baru pada 14 Juli 2026.

Dalam masa transisi menuju operasional penuh, pemerintah daerah memiliki peran penting, mulai dari penetapan siswa, pembentukan tim transisi, penyediaan tenaga pendidik sementara, hingga sosialisasi kepada masyarakat. Pemerintah juga telah menyusun tujuh langkah percepatan yang mencakup penetapan peserta didik, mobilisasi guru, hingga penguatan koordinasi lintas sektor.

Selain kesiapan teknis, pemerintah memastikan setiap Sekolah Rakyat didukung layanan kesehatan, pendampingan psikologis, dukungan sosial, serta sistem keamanan lingkungan yang memadai. Langkah ini dilakukan agar peserta didik dapat belajar dengan nyaman dan memperoleh perlindungan yang optimal.

Program Sekolah Rakyat merupakan salah satu upaya pemerintah untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi melalui pendidikan berkualitas yang dapat diakses oleh seluruh anak Indonesia, khususnya mereka yang berasal dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *