Program Papua Pintar, TNI Hadir Jadi Pengajar dan Tanamkan Semangat Kebangsaan di Pedalaman Papua

JAKARTA — TNI melalui Program Papua Pintar terus memperkuat perannya dalam mendukung pendidikan dan pembangunan karakter generasi muda di wilayah pedalaman Papua. Melalui keterlibatan personel Satgas Teritorial, Satgas Swasembada, dan Satgas Habema-KOOPS TNI HABEMA, prajurit TNI hadir langsung di sekolah-sekolah terpencil untuk membantu proses belajar mengajar di tengah keterbatasan tenaga pendidik dan fasilitas pendidikan.

Program tersebut dilaksanakan di sejumlah distrik di Papua, di antaranya Distrik Hitadipa, Sentani, Tomka, Pogapa, dan Kalimo. Selain mengajarkan kemampuan dasar seperti membaca, menulis, dan wawasan umum, prajurit TNI juga memberikan pembinaan karakter, disiplin, serta wawasan kebangsaan kepada anak-anak Papua.

Kegiatan Program Papua Pintar dipimpin Dansatgaster Brigjen TNI Stefie Jantje Nuhujanan dan berada di bawah kendali Pangkoops TNI Habema Mayjen TNI Yudha Airlangga.

Dalam pelaksanaannya, para prajurit memperkenalkan nilai persatuan, cinta tanah air, dan semangat kebersamaan melalui pendekatan humanis dan penuh kehangatan. Anak-anak juga diberikan pemahaman mengenai makna Bendera Merah Putih sebagai simbol perjuangan dan persatuan bangsa Indonesia.

“Melalui Program Papua Pintar, TNI ingin memastikan bahwa kehadiran prajurit di Papua tidak hanya memberikan rasa aman, tetapi juga membawa harapan bagi masa depan generasi muda,” ujar Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (12/5/2026).

Menurut Aulia, pendidikan menjadi fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia unggul di wilayah pedalaman dan perbatasan. Karena itu, TNI berupaya menghadirkan prajurit tidak hanya sebagai aparat keamanan, tetapi juga sebagai tenaga pendidik dan motivator bagi masyarakat.

“Pendidikan adalah fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan memiliki semangat nasionalisme yang kuat. Kami berharap anak-anak Papua tumbuh menjadi generasi penerus yang cerdas, percaya diri, dan siap berkontribusi bagi kemajuan Papua serta Indonesia,” katanya.

Program Papua Pintar dilaksanakan oleh sejumlah satuan tugas TNI, di antaranya Satgas Teritorial di Distrik Hitadipa, Satgas Swasembada Yonif 751/VJS di Distrik Sentani, Yonif 753/AVT di Distrik Tomka, Yonif 113/JS di Distrik Pogapa, serta Yonif 121/MK di Distrik Kalimo.

Kehadiran prajurit TNI di sekolah-sekolah pedalaman dinilai membantu mengatasi keterbatasan akses pendidikan yang masih menjadi tantangan di sejumlah wilayah Papua. Selain minim tenaga pengajar, beberapa daerah juga menghadapi kendala geografis dan infrastruktur yang menyulitkan akses pendidikan formal.

Melalui pendekatan pendidikan dan pembinaan karakter, program ini diharapkan mampu memperkuat rasa percaya diri generasi muda Papua sekaligus menanamkan nilai kebangsaan dan persatuan di tengah keberagaman budaya.

Selain bidang pendidikan, TNI juga menjalankan berbagai program teritorial lainnya di Papua seperti pelayanan kesehatan, pemberdayaan masyarakat, hingga dukungan ketahanan pangan sebagai bagian dari percepatan pembangunan wilayah.

Ke depan, TNI menyatakan akan terus memperluas pelaksanaan Program Papua Pintar dan meningkatkan sinergi dengan pemerintah daerah serta masyarakat guna mendukung terciptanya generasi muda Papua yang cerdas, berkarakter, dan memiliki semangat nasionalisme yang kuat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *