JAKARTA – PT Pertamina Gas (Pertagas) menyatakan kesiapan mendukung rencana pemerintah mengonversi penggunaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kilogram menjadi Compressed Natural Gas (CNG) 3 kilogram atau CNG Merah Putih. Dukungan tersebut diwujudkan melalui kesiapan penyediaan infrastruktur distribusi gas bumi guna mendukung implementasi program konversi energi nasional.
Corporate Secretary Pertagas, Sulthani Adil Mangatur, mengatakan perusahaan siap berperan dalam penyaluran gas sebagai bahan baku CNG. Namun, mekanisme bisnis dan pembagian peran masih menunggu ketetapan pemerintah.
“Prinsipnya bilamana kami diminta untuk turut serta, kami siap mendukung sesuai peran kami, terutama dari sisi infrastruktur,” ujar Sulthani.
Menurutnya, Pertagas berpotensi mendukung pembangunan jaringan distribusi, termasuk penyediaan stasiun kompresi serta infrastruktur penyaluran gas menuju titik-titik distribusi CNG yang akan ditetapkan pemerintah.
Sulthani menegaskan bahwa setiap pengembangan infrastruktur akan diselaraskan dengan kebijakan pemerintah serta regulasi yang ditetapkan sektor minyak dan gas bumi.
Sementara itu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah mempersiapkan implementasi CNG Merah Putih sebagai alternatif pengganti LPG 3 kilogram guna memanfaatkan gas bumi domestik dan mengurangi ketergantungan terhadap impor LPG.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menjelaskan bahwa pemerintah saat ini sedang menyiapkan sekitar 15 unit prototipe tabung CNG untuk menjalani serangkaian pengujian sebelum diimplementasikan kepada masyarakat pada tahun 2026.
Berbeda dengan tabung LPG konvensional, CNG Merah Putih menggunakan tabung komposit Tipe 4 yang memiliki bobot lebih ringan sehingga dinilai lebih praktis digunakan oleh masyarakat, khususnya rumah tangga. Seluruh prototipe akan menjalani pengujian keselamatan di Lemigas, termasuk uji tekanan dan keamanan katup (valve).
Pemerintah juga memastikan harga CNG Merah Putih akan disimulasikan setara dengan harga LPG bersubsidi saat ini agar tetap terjangkau. Dengan skema tersebut, program konversi diperkirakan mampu menurunkan beban subsidi energi hingga sekitar 30 persen apabila implementasinya berjalan secara luas.
Pada tahap awal, implementasi CNG 3 kilogram akan diprioritaskan di kota-kota besar di Pulau Jawa yang telah memiliki jaringan pipa gas memadai. Pemerintah juga telah berkoordinasi dengan SKK Migas untuk memastikan ketersediaan pasokan gas bumi sebagai bahan baku program tersebut.
Melalui pengembangan infrastruktur, pemanfaatan gas bumi domestik, serta implementasi teknologi tabung yang lebih ringan dan aman, pemerintah berharap program CNG Merah Putih dapat memperkuat ketahanan energi nasional, meningkatkan efisiensi subsidi energi, dan mendukung transisi menuju pemanfaatan energi yang lebih berkelanjutan.
