Pembangunan Sekolah Rakyat Kulonprogo Dikebut, 1.200 Pekerja Diterjunkan Kejar Target Operasi Juni 2026

Sekolah Rakyat Gulurejo Dilengkapi Kolam Retensi, Siswa Direkrut Melalui Penjangkauan Keluarga Miskin

KULONPROGO – Pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Kalurahan Gulurejo, Kapanewon Lendah, Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), terus dipercepat untuk mengejar target penyelesaian pada 20 Juni 2026. Sebanyak 1.200 pekerja diterjunkan untuk menyelesaikan pembangunan fasilitas pendidikan yang ditargetkan mulai beroperasi pada tahun ajaran baru 2026.

Percepatan proyek dilakukan melalui penambahan tenaga kerja, pengawasan lapangan yang lebih intensif, serta penerapan sistem kerja tiga shift selama 24 jam pada sejumlah pekerjaan prioritas. Pemerintah menargetkan seluruh fasilitas utama dapat selesai tepat waktu tanpa mengurangi standar kualitas bangunan.

Ketua Tim Teknis Pembangunan Sekolah Rakyat DIY, Sri Wahyudi, mengatakan seluruh sumber daya yang terlibat kini difokuskan untuk memastikan proyek berjalan lebih cepat dari jadwal yang telah ditetapkan.

“Kami tidak ingin membuang waktu. Target kami jelas, yaitu melakukan percepatan di semua lini tanpa sedikit pun mengurangi standar kualitas bangunan,” ujar Sri Wahyudi kepada wartawan, Senin (1/6/2026).

Menurut Sri Wahyudi, evaluasi rutin dilakukan untuk mengidentifikasi hambatan yang berpotensi mengganggu progres pekerjaan. Selain itu, distribusi material bangunan juga diawasi secara real time guna memastikan pasokan tetap tersedia dan tidak menghambat proses konstruksi.

Ia menyebut seluruh kebutuhan material saat ini telah tersedia sehingga pekerjaan dapat berjalan lebih lancar dibandingkan tahap awal pembangunan.

“Kendala birokrasi dan logistik di lapangan sudah kita pangkas. Sinkronisasi antara penyedia material, arsitek, dan pekerja di lapangan sekarang jauh lebih cair. Hasilnya, deviasi progres mingguan kita selalu menunjukkan tren positif alias lebih cepat dari jadwal yang direncanakan semula,” katanya.

Saat ini jumlah pekerja yang terlibat dalam pembangunan terus bertambah seiring meningkatnya volume pekerjaan di lapangan.

“Kini jumlahnya sudah mencapai 1.200 pekerja,” ujar Sri Wahyudi.

Dilengkapi Kolam Retensi Ramah Lingkungan

Berbeda dengan sejumlah Sekolah Rakyat lain yang sedang dibangun di berbagai daerah, kompleks Sekolah Rakyat Gulurejo akan dilengkapi kolam retensi sebagai bagian dari konsep pembangunan berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Fasilitas tersebut dirancang untuk menampung limpasan air hujan sebelum dialirkan ke luar kawasan sekolah sehingga dapat mengurangi risiko erosi dan kerusakan lingkungan akibat aliran air yang berlebihan.

“Kalau hujan nanti air ngumpul di kolam retensi, agar tidak langsung mengalir sehingga tidak merusak lingkungan sekitar,” tutur Sri Wahyudi.

Selain berfungsi sebagai pengendali limpasan air, kolam retensi juga direncanakan dilengkapi lintasan jogging dan berpotensi dimanfaatkan sebagai area budidaya ikan yang dapat memberi nilai tambah bagi lingkungan sekitar sekolah.

“Ketika ada hujan nanti airnya ditahan dan dikelola di kolam retensi sebagai penampungan. Ketika sudah kelebihan air baru dialirkan ke luar,” katanya.

Siswa Direkrut Melalui Penjangkauan

Sementara itu, Kepala Seksi Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Kulonprogo, Rosiman, memastikan kegiatan belajar mengajar di Sekolah Rakyat Gulurejo akan dimulai pada tahun ini setelah pembangunan selesai.

Berbeda dengan sekolah pada umumnya, penerimaan peserta didik tidak dilakukan melalui pendaftaran terbuka. Pemerintah akan menggunakan mekanisme penjangkauan langsung kepada keluarga sasaran yang masuk kategori miskin dan rentan miskin.

Proses verifikasi dilakukan bersama pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), Badan Pusat Statistik (BPS), dan Pemerintah Kabupaten Kulonprogo untuk memastikan siswa yang diterima benar-benar sesuai dengan target program.

“Skema perekrutan siswa melalui mekanisme penjangkauan ke siswa bukan melalui pendaftaran. Penjangkauan dilakukan dengan verifikasi pendampingan PKH, BPS dan Pemkab,” tegas Rosiman.

Bagian Program Prioritas Nasional

Sekolah Rakyat merupakan salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang dirancang untuk memberikan akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Konsep sekolah berasrama ini mengintegrasikan layanan pendidikan, pengasuhan, kesehatan, serta pemenuhan kebutuhan dasar peserta didik secara gratis.

Kehadiran Sekolah Rakyat di Kulonprogo diharapkan dapat memperluas akses pendidikan bagi kelompok masyarakat rentan sekaligus menjadi instrumen pengentasan kemiskinan jangka panjang melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Selain membuka kesempatan belajar yang lebih baik bagi anak-anak kurang mampu, pembangunan proyek ini juga memberikan dampak ekonomi melalui penyerapan tenaga kerja lokal selama proses konstruksi berlangsung.

Ke depan, pemerintah daerah bersama Kementerian Sosial dan kementerian terkait akan mematangkan persiapan operasional, termasuk finalisasi data calon siswa, penyediaan tenaga pendidik, serta kelengkapan sarana pendukung agar Sekolah Rakyat Gulurejo dapat mulai menerima peserta didik sesuai target pada tahun ajaran baru 2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *