Sinergi TNI dan masyarakat percepat pembangunan akses vital penghubung antarwilayah di Desa Kunyi
POLEWALI MANDAR – Pembangunan Jembatan Garuda Armco di atas Sungai Tondok Bakaru, Desa Kunyi, Kecamatan Anreapi, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, memasuki tahapan penting setelah panel utama jembatan berhasil terpasang pada Jumat (12/6/2026). Progres tersebut menandai percepatan pembangunan infrastruktur yang menjadi akses utama masyarakat dalam mendukung mobilitas dan aktivitas ekonomi sehari-hari.
Pemasangan panel baja bergelombang atau armco dilakukan secara gotong royong oleh personel TNI bersama warga setempat. Proses pengerjaan berlangsung dengan penuh ketelitian karena panel armco merupakan komponen utama yang berfungsi menopang badan jembatan dan menentukan kekuatan konstruksi secara keseluruhan.
Danramil 1402-01/Polewali, Ahmad Yani, mengatakan keberhasilan pemasangan panel utama menjadi tonggak penting dalam pembangunan Jembatan Garuda yang selama ini dinantikan masyarakat Desa Kunyi.
“Alhamdulillah, hari ini panel armco Jembatan Garuda sudah berhasil terpasang. Ini merupakan progres yang cukup menggembirakan karena kita telah memasuki tahapan inti pembangunan jembatan,” kata Ahmad Yani.
Ia menjelaskan, jembatan yang dibangun melintasi Sungai Tondok Bakaru tersebut memiliki panjang sekitar lima meter dan menggunakan dua panel armco yang dirakit langsung di lokasi pembangunan. Metode tersebut dipilih untuk mempercepat proses konstruksi sekaligus memastikan ketahanan struktur jembatan.
Menurut Ahmad Yani, keberadaan Jembatan Garuda sangat penting bagi masyarakat karena menjadi jalur penghubung utama antar dusun yang selama ini digunakan untuk berbagai aktivitas, mulai dari kegiatan ekonomi, pendidikan, hingga pelayanan sosial.
“Jembatan ini merupakan jalur vital masyarakat. Selain memperlancar mobilitas warga, juga akan mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan maupun pelayanan sosial lainnya. Karena itu pengerjaannya terus kita kebut bersama masyarakat,” ujarnya.
Pembangunan Jembatan Garuda merupakan bagian dari upaya peningkatan infrastruktur pedesaan yang mengedepankan kolaborasi antara TNI dan masyarakat. Selain menghadirkan akses transportasi yang lebih aman dan layak, kegiatan tersebut juga menjadi sarana memperkuat budaya gotong royong yang selama ini menjadi ciri khas kehidupan masyarakat desa.
Bagi warga Desa Kunyi, keberadaan jembatan baru diharapkan mampu mengurangi hambatan mobilitas yang selama ini terjadi, terutama saat debit air sungai meningkat pada musim hujan. Akses yang lebih baik diyakini akan memperlancar distribusi hasil pertanian, mempermudah akses pendidikan bagi pelajar, serta mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.
Ahmad Yani berharap cuaca tetap mendukung sehingga seluruh tahapan pekerjaan dapat diselesaikan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
“Kami berharap cuaca mendukung dan seluruh proses pengerjaan berjalan sesuai rencana. Semakin cepat selesai, semakin cepat pula masyarakat merasakan manfaatnya,” tambahnya.
Dengan terpasangnya panel utama armco, pembangunan Jembatan Garuda kini memasuki tahap penyelesaian konstruksi, termasuk pekerjaan penguatan struktur dan penyempurnaan fasilitas pendukung. Setelah seluruh pekerjaan rampung, jembatan tersebut akan segera difungsikan sebagai akses penghubung yang aman, nyaman, dan mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat Desa Kunyi serta wilayah sekitarnya.
