Normalisasi Sungai oleh TNI Perkuat Mitigasi Banjir dan Tingkatkan Keselamatan Masyarakat

Upaya mitigasi bencana terus diperkuat melalui sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan serta mengurangi risiko bencana hidrometeorologi. Salah satu langkah nyata tersebut diwujudkan melalui kegiatan normalisasi aliran sungai yang bertujuan meningkatkan kapasitas sungai, memperlancar aliran air, dan meminimalkan potensi banjir menjelang musim penghujan.

Komitmen tersebut ditunjukkan oleh Posramil Lawe Sumur jajaran Kodim 0108/Aceh Tenggara yang melaksanakan normalisasi Sungai Pantai Timur di Desa Teger Miko, Kecamatan Lawe Sumur, Kabupaten Aceh Tenggara, pada 29 Juni 2026. Kegiatan dipimpin langsung oleh Danposramil Lawe Sumur, Pelda Ahmad Saan, dengan melibatkan personel TNI, pemerintah desa, perangkat desa, serta masyarakat setempat melalui semangat gotong royong.

Normalisasi dilakukan dengan mengeruk endapan batu, pasir, lumpur, dan berbagai material lain yang menyebabkan pendangkalan sungai. Langkah tersebut bertujuan mengembalikan kapasitas aliran sungai agar mampu menampung debit air lebih besar saat curah hujan meningkat, sehingga potensi luapan air yang dapat mengancam permukiman, lahan pertanian, dan fasilitas umum dapat diminimalkan.

Pelda Ahmad Saan menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari kepedulian TNI terhadap keselamatan masyarakat sekaligus bentuk dukungan terhadap upaya mitigasi bencana yang memerlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

“Curah hujan dalam beberapa waktu terakhir mulai menunjukkan peningkatan. Oleh karena itu, kami bersama pemerintah desa dan masyarakat melaksanakan normalisasi sungai agar aliran air kembali lancar, sehingga mampu menampung debit air yang lebih besar ketika hujan deras turun. Dengan demikian, risiko banjir dapat diminimalkan sejak dini,” ujarnya.

Menurutnya, kehadiran TNI di tengah masyarakat tidak hanya menjalankan fungsi pertahanan dan keamanan negara, tetapi juga berperan aktif membantu mengatasi berbagai persoalan lingkungan yang berpotensi menimbulkan bencana apabila tidak segera ditangani. Pendekatan ini menjadi bagian dari pembinaan teritorial yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan dan keselamatan masyarakat.

Selain memperlancar aliran air, normalisasi sungai juga diharapkan mampu mengurangi risiko erosi di sepanjang bantaran sungai, menjaga stabilitas tanah, melindungi akses jalan desa, serta mengamankan lahan pertanian yang selama ini rentan terdampak banjir saat musim penghujan.

Pelda Ahmad Saan menegaskan bahwa keberhasilan pengelolaan lingkungan membutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, aparat, dan masyarakat. Ia juga mengajak seluruh warga untuk menjaga kebersihan sungai dengan tidak membuang sampah maupun material lain ke aliran sungai sebagai bagian dari upaya pencegahan bencana secara berkelanjutan.

“Kami berharap kegiatan normalisasi sungai ini mampu memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat. Selain mengurangi potensi banjir saat intensitas hujan meningkat, kegiatan ini juga menjadi bentuk edukasi kepada masyarakat agar bersama-sama menjaga kebersihan sungai. Posramil Lawe Sumur akan terus bersinergi dan siap mendukung setiap program yang bertujuan meningkatkan keselamatan, kenyamanan, dan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

Pemerintah Desa Teger Miko memberikan apresiasi atas kepedulian Posramil Lawe Sumur yang aktif mendukung berbagai kegiatan kemasyarakatan. Menurut pemerintah desa, sinergi antara TNI dan masyarakat menjadi contoh nyata semangat gotong royong dalam menghadapi berbagai tantangan lingkungan sekaligus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Apresiasi juga disampaikan warga setempat. Salah seorang warga, Samsul Bahri (60), mengaku kegiatan normalisasi sungai memberikan manfaat langsung bagi masyarakat karena aliran sungai yang sebelumnya dangkal kini kembali lancar sehingga mengurangi kekhawatiran akan terjadinya banjir saat hujan deras.

Menurutnya, kehadiran TNI dalam membantu masyarakat menunjukkan kepedulian yang nyata terhadap keselamatan warga dan diharapkan dapat terus dilakukan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya menjaga lingkungan.

Kegiatan normalisasi Sungai Pantai Timur berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh semangat kebersamaan. Partisipasi aktif masyarakat mencerminkan meningkatnya kesadaran bersama bahwa menjaga lingkungan dan mencegah bencana merupakan tanggung jawab seluruh elemen bangsa.

Melalui kolaborasi yang terus diperkuat antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat, upaya mitigasi bencana diharapkan semakin efektif dalam mengurangi risiko banjir, melindungi kehidupan masyarakat, menjaga keberlanjutan lingkungan, serta mendukung terciptanya wilayah yang aman, tangguh, dan sejahtera.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *