BEKASI – Komisi V DPR RI optimistis pembangunan Sekolah Rakyat Jawa Barat II di Desa Sukamahi, Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, dapat selesai sesuai target dan mulai digunakan pada Tahun Ajaran 2026/2027. Optimisme tersebut disampaikan setelah rombongan Komisi V DPR RI melakukan kunjungan kerja spesifik untuk meninjau langsung progres pembangunan yang saat ini telah memasuki tahap penyelesaian akhir.
Kunjungan tersebut dilakukan guna memastikan proyek yang dikerjakan PT Brantas Abipraya (Persero) bersama Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum berjalan sesuai rencana dan memenuhi standar kualitas yang ditetapkan pemerintah.
Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Syaiful Huda, menegaskan bahwa kualitas pembangunan harus tetap menjadi prioritas utama hingga seluruh pekerjaan selesai. Menurutnya, percepatan penyelesaian proyek tidak boleh mengabaikan aspek mutu bangunan dan kesiapan fasilitas pendukung.
“Kami melihat progres pembangunan menunjukkan hasil yang positif. Namun kualitas tetap harus menjadi perhatian utama agar fasilitas yang dibangun benar-benar siap digunakan oleh para siswa pada tahun ajaran baru,” ujar Syaiful Huda saat meninjau lokasi proyek.
Dalam kunjungan tersebut, Komisi V DPR RI meninjau berbagai fasilitas utama yang tengah dibangun, mulai dari ruang kelas, asrama putra dan putri, rumah susun guru, hingga fasilitas dapur yang akan mendukung konsep pendidikan berasrama atau boarding school.
Selain perkembangan fisik bangunan, Komisi V DPR RI juga menyoroti pentingnya integrasi tata ruang karena Sekolah Rakyat dirancang untuk menampung peserta didik dari jenjang sekolah dasar, sekolah menengah pertama, hingga sekolah menengah atas dalam satu kawasan pendidikan terpadu.
Menanggapi hasil kunjungan tersebut, Sekretaris Perusahaan PT Brantas Abipraya (Persero), Dian Sovana, menyampaikan apresiasi atas dukungan dan pengawasan yang diberikan DPR terhadap proyek strategis di bidang pendidikan tersebut.
“Kami menyambut baik kunjungan kerja Komisi V DPR RI sebagai bentuk dukungan dan pengawasan terhadap pembangunan Sekolah Rakyat Jabar II,” kata Dian dalam keterangannya, Minggu (15/6/2026).
Ia menegaskan bahwa seluruh masukan yang diberikan akan menjadi motivasi bagi perusahaan untuk menjaga kualitas pekerjaan sekaligus memastikan proyek selesai sesuai target yang ditetapkan pemerintah.
“Kami berkomitmen menghadirkan fasilitas pendidikan yang aman, nyaman, dan layak bagi para siswa yang nantinya akan menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat ini,” ujarnya.
Program Sekolah Rakyat merupakan salah satu upaya pemerintah memperluas akses pendidikan gratis dan berkualitas bagi masyarakat dari kelompok desil 1 dan desil 2 atau keluarga miskin dan miskin ekstrem. Sekolah Rakyat Jabar II dirancang mampu menampung sekitar 900 hingga 1.080 siswa yang terbagi dalam 36 rombongan belajar.
Pemerintah menilai keberadaan sekolah berasrama tersebut tidak hanya memperluas akses pendidikan bagi kelompok rentan, tetapi juga mendukung pembentukan karakter, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pengurangan angka putus sekolah melalui sistem pendidikan yang terintegrasi.
Jika pembangunan selesai sesuai target, fasilitas tersebut akan memberikan dampak signifikan bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap pendidikan berkualitas. Dengan dukungan asrama, ruang belajar modern, serta fasilitas pendukung lainnya, siswa diharapkan dapat memperoleh lingkungan belajar yang lebih kondusif dan merata.
Ke depan, PT Brantas Abipraya bersama Kementerian Pekerjaan Umum akan terus melakukan percepatan pekerjaan dan pengawasan secara ketat agar seluruh sarana pendidikan dapat berfungsi optimal saat tahun ajaran baru dimulai. Pemerintah juga memastikan evaluasi berkala dilakukan hingga proses pembangunan dan operasional Sekolah Rakyat berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan.
