Kodim 1402/Polman Percepat Pembangunan 11 Jembatan Perintis Garuda untuk Tingkatkan Akses Wilayah Pedesaan

POLEWALI MANDAR, 19 Juni 2026 — Pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, terus menunjukkan progres. Salah satu proyek yang saat ini memasuki tahap penggalian dan pemasangan abutmen adalah Jembatan Perintis Garuda jenis beton yang dibangun di Sungai Maramba, Desa Pussui, Kecamatan Luyo.

Pembangunan tersebut merupakan bagian dari program karya bakti yang dilaksanakan Kodim 1402/Polman bersama masyarakat sebagai upaya memperkuat konektivitas wilayah dan meningkatkan akses transportasi di kawasan pedesaan.

Komandan Kodim 1402/Polman, Letkol Inf Ikhwan Arifin, mengatakan bahwa saat ini terdapat tiga unit jembatan beton yang sedang dikerjakan secara bersamaan di beberapa titik strategis.

“Untuk jembatan beton saat ini sudah memasuki tahap awal pengerjaan berupa penggalian dan pemasangan abutmen. Tiga lokasi yang sedang dikerjakan berada di Sungai Maramba Desa Pussui Kecamatan Luyo, Sungai Tenggelang Desa Tenggelang, dan Sungai Pasamboang Desa Sambaliwali Kecamatan Limboro,” ujarnya.

Menurut Ikhwan, masing-masing jembatan beton memiliki panjang sekitar 20 meter dan dirancang untuk memperlancar mobilitas masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan akses akibat kondisi geografis wilayah.

Keberadaan jembatan tersebut diharapkan dapat mempercepat distribusi hasil pertanian, memudahkan akses pendidikan dan layanan kesehatan, serta mendukung aktivitas ekonomi masyarakat desa secara lebih efektif.

Selain tiga jembatan beton, Kodim 1402/Polman juga tengah melaksanakan pembangunan sejumlah jembatan lainnya melalui Program Jembatan Perintis Garuda. Secara keseluruhan, terdapat 11 unit jembatan yang saat ini menjadi bagian dari program tersebut.

Satu unit jembatan gantung sepanjang 45 meter yang berlokasi di Dusun Bulu Bawang, Desa Patampanua, telah selesai dibangun dan siap dimanfaatkan masyarakat. Sementara itu, tujuh unit jembatan jenis Armco masih berada dalam tahap pengerjaan di berbagai lokasi.

Pembangunan seluruh jembatan dilakukan melalui pola karya bakti yang mengedepankan semangat gotong royong antara personel TNI dan masyarakat setempat. Kolaborasi tersebut menjadi faktor penting dalam mempercepat pelaksanaan pembangunan sekaligus memperkuat hubungan antara TNI dan masyarakat.

Menurut Ikhwan, keterlibatan masyarakat secara langsung dalam proses pembangunan tidak hanya membantu percepatan pekerjaan, tetapi juga menumbuhkan rasa memiliki terhadap infrastruktur yang dibangun sehingga dapat dijaga dan dimanfaatkan secara berkelanjutan.

“Semangat kebersamaan antara TNI dan masyarakat menjadi modal utama dalam percepatan pembangunan infrastruktur ini. Kami berharap seluruh jembatan dapat selesai sesuai target sehingga segera memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Program Jembatan Perintis Garuda merupakan salah satu bentuk dukungan terhadap pembangunan wilayah, khususnya di daerah yang masih menghadapi kendala akses transportasi. Infrastruktur jembatan memiliki peran strategis dalam menghubungkan antarwilayah, mengurangi biaya transportasi, serta membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat pedesaan.

Di berbagai daerah, peningkatan konektivitas melalui pembangunan jembatan terbukti mampu mendorong pertumbuhan aktivitas ekonomi lokal, mempercepat distribusi barang dan jasa, serta meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan publik.

Melalui pembangunan 11 Jembatan Perintis Garuda di Polewali Mandar, diharapkan konektivitas antarwilayah semakin baik sehingga mampu mendukung pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kolaborasi antara pemerintah, TNI, dan masyarakat menjadi contoh bagaimana pembangunan infrastruktur dapat dilaksanakan secara bersama-sama untuk menjawab kebutuhan riil masyarakat di daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *