Cek Fakta Hoaks Hantavirus Akibat Vaksin Covid-19 Pfizer, Begini Penjelasan Resminya

JAKARTA, 11 Mei 2026 — Informasi yang beredar di media sosial mengenai hantavirus sebagai efek samping vaksin Covid-19 buatan Pfizer dan BioNTech dipastikan tidak benar. Klaim tersebut muncul setelah sejumlah akun membagikan dokumen pengajuan lisensi vaksin Pfizer ke regulator kesehatan Amerika Serikat pada 2021.

Unggahan viral itu menampilkan daftar “adverse events of special interest” atau kejadian medis yang menjadi perhatian selama masa pemantauan vaksin Covid-19. Dalam dokumen tersebut memang tercantum istilah “hantavirus pulmonary infection”, sehingga memicu kesimpulan keliru bahwa vaksin Pfizer menyebabkan infeksi hantavirus.

Padahal, dokumen tersebut tidak menunjukkan hubungan sebab-akibat antara vaksin dan penyakit tersebut. Data itu hanya berisi kumpulan laporan kejadian medis yang muncul setelah vaksinasi, tanpa memastikan apakah kondisi tersebut benar-benar dipicu oleh vaksin.

Pfizer menjelaskan laporan tersebut berasal dari berbagai sistem pelaporan nasional, termasuk VAERS di Amerika Serikat, yang menerima laporan sukarela dari masyarakat maupun tenaga kesehatan terkait kondisi kesehatan setelah vaksinasi.

Artinya, seluruh kejadian kesehatan yang dialami seseorang setelah menerima vaksin dapat masuk ke database, meskipun belum terbukti berkaitan langsung dengan vaksin Covid-19.

Regulator kesehatan Amerika Serikat, U.S. Food and Drug Administration, juga menegaskan bahwa laporan dalam sistem VAERS tidak otomatis membuktikan vaksin menjadi penyebab suatu penyakit. Sistem tersebut berfungsi sebagai alat pemantauan awal untuk mendeteksi kemungkinan efek samping yang kemudian harus diteliti lebih lanjut secara ilmiah.

Daftar efek samping yang benar-benar terbukti memiliki hubungan kausal dengan vaksin Pfizer telah dipublikasikan secara resmi dalam dokumen produk vaksin Comirnaty. Dalam dokumen resmi itu, hantavirus tidak tercantum sebagai efek samping vaksin.

Sebagai informasi, hantavirus merupakan kelompok virus yang dapat menyebabkan Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS), penyakit langka yang menyerang sistem pernapasan. Menurut World Health Organization dan National Institutes of Health, penularan hantavirus umumnya berasal dari paparan tikus atau hewan pengerat yang terinfeksi.

Penularan biasanya terjadi melalui udara yang terkontaminasi urine, air liur, atau kotoran hewan pengerat. Beberapa jenis hantavirus tertentu, seperti strain Andes di Amerika Selatan, diketahui dapat menular antarmanusia, tetapi kasusnya sangat jarang dan memerlukan kontak erat berkepanjangan.

Pfizer juga menegaskan vaksin Covid-19 Comirnaty tidak mengandung virus hidup, termasuk hantavirus.

Belakangan, hantavirus kembali menjadi perhatian setelah wabah di kapal pesiar MV Hondius dilaporkan menyebabkan beberapa korban meninggal dunia. Otoritas kesehatan Afrika Selatan menyebut dua korban terinfeksi strain Andes hantavirus.

Munculnya klaim yang mengaitkan hantavirus dengan vaksin Covid-19 menunjukkan pentingnya literasi informasi kesehatan di tengah tingginya arus informasi di media sosial. Pemerintah dan otoritas kesehatan terus mengimbau masyarakat agar memeriksa informasi melalui sumber resmi dan tidak mudah mempercayai klaim yang belum terverifikasi secara ilmiah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *