85 Koperasi Desa Merah Putih di Pati Mulai Berjalan, Pemkab Dorong Penguatan Ekonomi Desa

PATI — Pemerintah Kabupaten Pati, Jawa Tengah, menyebut perkembangan program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) menunjukkan tren positif. Hingga Sabtu (16/5/2026), sebanyak 85 koperasi desa dilaporkan telah mulai berjalan di berbagai wilayah Kabupaten Pati sebagai bagian dari program penguatan ekonomi desa yang digagas pemerintah pusat.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menyampaikan hal tersebut usai mengikuti peresmian serentak Koperasi Desa Merah Putih secara nasional melalui konferensi video di Desa Lengkong, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati.

“Koperasi Desa Merah Putih di Kabupaten Pati sudah ada sekitar 85, yang sudah berjalan pada pagi hari ini,” kata Risma Ardhi Chandra.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Pati akan terus mempercepat pembentukan koperasi desa agar manfaat ekonominya dapat segera dirasakan masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan. Pemerintah daerah juga menargetkan koperasi mampu menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat distribusi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

Risma menilai keberadaan koperasi desa dapat membuka peluang usaha baru bagi masyarakat serta memperkuat perputaran ekonomi lokal di tengah tantangan ekonomi nasional dan global yang masih berlangsung.

“Semoga Koperasi Desa Merah Putih ini bisa berjalan dengan baik, sehingga memberikan manfaat yang seluas-luasnya kepada masyarakat, khususnya di Desa Lengkong dan Kabupaten Pati,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung program pemerintah pusat melalui penguatan koperasi desa. Menurut dia, kolaborasi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan pengelola koperasi menjadi faktor penting agar program berjalan berkelanjutan dan tepat sasaran.

“Dengan adanya Koperasi Desa Merah Putih ini, kita mari sama-sama mendukung dan menyukseskan program pemerintah pusat untuk kemakmuran masyarakat Kabupaten Pati,” tambahnya.

Program Koperasi Desa Merah Putih sendiri menjadi salah satu agenda strategis pemerintah dalam memperkuat ekonomi berbasis kerakyatan di tingkat desa. Pemerintah menargetkan koperasi tidak hanya berfungsi sebagai tempat transaksi kebutuhan pokok, tetapi juga menjadi pusat distribusi produk lokal, layanan usaha mikro, hingga penggerak ketahanan ekonomi masyarakat.

Secara nasional, peluncuran Koperasi Desa Merah Putih dilakukan serentak di berbagai daerah dan dipimpin langsung Presiden Prabowo Subianto melalui konferensi video. Pemerintah pusat menargetkan ribuan koperasi desa dapat beroperasi penuh sepanjang 2026 untuk memperkuat pemerataan ekonomi hingga wilayah pedesaan.

Keberadaan koperasi dinilai dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat, mulai dari kemudahan akses barang kebutuhan pokok, peningkatan pendapatan pelaku usaha kecil, hingga terciptanya lapangan kerja baru di tingkat desa.

Selain itu, penguatan koperasi desa juga diharapkan mampu memperpendek rantai distribusi barang sehingga harga kebutuhan masyarakat menjadi lebih stabil dan terjangkau.

Pemerintah Kabupaten Pati menyatakan akan terus melakukan pendampingan terhadap pengelolaan koperasi, termasuk penguatan manajemen usaha dan pengawasan operasional agar koperasi yang telah dibentuk dapat berjalan sehat dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *