Warga Belu Serahkan Senjata Api Springfield ke Satgas Pamtas Yonarmed 12 Kostrad

BELU — Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat melalui Satgas Pamtas RI–RDTL Sektor Timur Yonarmed 12 Kostrad menerima penyerahan sukarela satu pucuk senjata api laras panjang jenis Springfield dari seorang warga Dusun Turiscain, Desa Maumutin, Kecamatan Raihat, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, Jumat (15/5/2026).

Senjata tersebut diserahkan oleh warga berinisial C.D.A. (42) kepada personel Pos Turiscain Kompi II Satgas Pamtas setelah merasa khawatir terhadap risiko penyimpanan senjata peninggalan almarhum ayahnya di rumah.

Penyerahan senjata api itu disebut tidak terlepas dari hubungan baik yang selama ini terjalin antara personel Satgas dengan masyarakat di wilayah perbatasan. Sebelumnya, personel Pos Turiscain diketahui turut membantu keluarga C.D.A. saat prosesi kedukaan almarhum ayahnya, mulai dari mendirikan tenda, membantu persiapan acara adat, hingga menghadiri pemakaman.

Kedekatan tersebut mendorong keluarga untuk secara sukarela menyerahkan senjata api peninggalan tersebut demi menjaga keamanan lingkungan dan menghindari potensi penyalahgunaan.

Komandan Kompi II Satgas Pamtas RI–RDTL Sektor Timur Yonarmed 12 Kostrad menyampaikan apresiasi atas kesadaran masyarakat yang menyerahkan senjata api secara sukarela kepada aparat.

“Kami sangat mengapresiasi kesadaran masyarakat yang secara sukarela menyerahkan senjata api tersebut. Ini menjadi bukti bahwa hubungan harmonis yang terjalin antara Satgas dan warga dapat mendukung terciptanya situasi keamanan yang kondusif di wilayah perbatasan,” ujarnya.

Saat ini, satu pucuk senjata api jenis Springfield tersebut telah diamankan di Pos Turiscain untuk selanjutnya dilaporkan kepada komando atas guna proses penanganan lebih lanjut sesuai prosedur yang berlaku.

Wilayah perbatasan RI–Timor Leste selama ini menjadi salah satu fokus pengawasan aparat keamanan terkait kepemilikan senjata api ilegal maupun senjata peninggalan konflik masa lalu yang masih disimpan masyarakat. Pendekatan persuasif dan pembinaan teritorial dinilai efektif dalam membangun kepercayaan masyarakat untuk menyerahkan senjata secara sukarela.

Selain menjalankan tugas pengamanan wilayah perbatasan, Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat melalui Satgas Pamtas juga aktif melaksanakan kegiatan sosial kemasyarakatan, seperti karya bakti, pelayanan kesehatan, pendampingan pendidikan, hingga bantuan kemanusiaan bagi warga di daerah perbatasan.

Ke depan, Satgas Pamtas RI–RDTL Sektor Timur Yonarmed 12 Kostrad menegaskan akan terus memperkuat pembinaan masyarakat dan pengawasan wilayah guna menjaga stabilitas keamanan serta mencegah potensi penyalahgunaan senjata api di kawasan perbatasan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *