TNI AL dan Tim Gabungan Berhasil Padamkan Kebakaran Kapal Nelayan di Perairan Sambas

SAMBAS – Personel Pos Pembinaan Potensi Maritim (Posbinpotmar) TNI Angkatan Laut Pemangkat jajaran Kodaeral XII bersama tim gabungan bergerak cepat menangani kebakaran kapal penangkap ikan KM Tri Samudra Jaya 69 di Perairan Penjajap, Desa Penjajap, Kecamatan Pemangkat, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, Senin (1/6/2026). Berkat respons cepat berbagai pihak, api berhasil dipadamkan tanpa menimbulkan korban jiwa.

Insiden terjadi saat kapal sedang melakukan olah gerak di area dermaga. Awak kapal pertama kali mengetahui adanya kepulan asap dan api yang muncul dari ruang mesin. Untuk mencegah kebakaran meluas dan membahayakan kapal-kapal lain yang berada di sekitar dermaga, awak kapal segera mengambil langkah darurat dengan menggeser kapal menuju perairan yang lebih terbuka.

Menerima laporan kejadian tersebut, personel Posbinpotmar TNI AL Pemangkat langsung berkoordinasi dengan unsur terkait dan menuju lokasi. Upaya pemadaman dilakukan secara terpadu bersama personel Satpolairud Polres Sambas, Badan Pemadam Kebakaran Swasta (BPKS) Pemangkat, nelayan, serta masyarakat setempat.

Proses pemadaman berlangsung selama beberapa jam mengingat lokasi kebakaran berada di atas kapal yang terapung di perairan. Tim gabungan berupaya mengendalikan api agar tidak menjalar ke bagian lain kapal maupun mengancam keselamatan aktivitas pelayaran di sekitar lokasi kejadian.

Api akhirnya berhasil dipadamkan pada malam hari setelah seluruh unsur yang terlibat bekerja secara terpadu. Hingga proses penanganan selesai, tidak terdapat laporan korban jiwa maupun korban luka akibat peristiwa tersebut.

Kehadiran TNI AL dalam penanganan kebakaran tersebut merupakan bagian dari tugas pembinaan wilayah maritim sekaligus bentuk kesiapsiagaan aparat dalam membantu masyarakat pesisir menghadapi situasi darurat. Selain menjaga keamanan laut, unsur TNI AL juga memiliki peran penting dalam mendukung keselamatan pelayaran dan aktivitas ekonomi masyarakat yang bergantung pada sektor kelautan.

Wilayah Pemangkat dikenal sebagai salah satu sentra perikanan penting di Kabupaten Sambas dengan aktivitas kapal nelayan yang cukup padat setiap harinya. Karena itu, setiap insiden yang terjadi di kawasan dermaga maupun perairan sekitar berpotensi mengganggu aktivitas perikanan dan distribusi hasil tangkapan masyarakat.

Kolaborasi antara TNI AL, kepolisian, pemadam kebakaran, dan masyarakat dalam peristiwa ini dinilai menjadi faktor utama keberhasilan penanganan kebakaran secara cepat dan efektif. Respons terpadu tersebut juga berhasil mencegah kemungkinan terjadinya kerusakan yang lebih luas terhadap kapal lain yang berada di sekitar lokasi.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kerugian material akibat kebakaran masih dalam proses pendataan dan evaluasi oleh pihak terkait. Aparat juga akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti munculnya api di ruang mesin kapal.

Pihak berwenang mengimbau para pemilik dan awak kapal untuk meningkatkan pemeriksaan rutin terhadap kondisi mesin, instalasi kelistrikan, serta peralatan keselamatan guna meminimalkan risiko kebakaran di atas kapal.

Ke depan, Kodaeral XII melalui Posbinpotmar Pemangkat akan terus memperkuat koordinasi dengan instansi terkait dan masyarakat pesisir guna meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi keadaan darurat maritim, sekaligus memastikan keamanan dan keselamatan aktivitas pelayaran di wilayah perairan Kabupaten Sambas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *