Jakarta – Kementerian Sosial melalui Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengapresiasi empat siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 21 Manado, Sulawesi Utara, yang meraih medali dalam Kejuaraan Wushu Tingkat Nasional Piala Wali Kota Surabaya 2026 di Surabaya pada 1–3 Mei 2026. Prestasi tersebut dinilai sebagai indikator keberhasilan program Sekolah Rakyat dalam mengembangkan potensi siswa dari keluarga prasejahtera.
Saifullah Yusuf menyatakan capaian para pelajar tersebut menunjukkan bahwa program Sekolah Rakyat tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga mendorong penguatan keterampilan dan kepercayaan diri siswa untuk berkompetisi di tingkat nasional. “Apresiasi terhadap capaian tersebut sebagai bagian dari upaya mendorong pengembangan potensi generasi muda melalui aktivitas yang positif, juga produktif, dan kompetitif,” ujarnya dalam keterangan di Jakarta, Senin (5/5/2026).
Dalam ajang tersebut, siswa bernama Muhamad Kian Saputra Ali berhasil meraih medali emas pada kategori Wubuquan serta medali perunggu pada kategori jurus tradisional. Tiga siswa lainnya, yakni Marvel Daniel Bunga, Marsalina Lidya Kaseger, dan Kerenhapukh Sasambi, masing-masing memperoleh medali perak pada kategori yang sama. “Saya sangat bersyukur. Ini semua berkat latihan yang konsisten, dukungan pelatih, serta doa dari keluarga dan sekolah,” kata Kian.
Kepala Sekolah SRMP 21 Manado, Fenny Meivi Sarah Kilikily, menyebut prestasi tersebut merupakan hasil dari pembinaan yang menekankan disiplin, ketekunan, dan penguatan karakter siswa. Ia menegaskan pihak sekolah akan terus mendukung pengembangan bakat siswa, khususnya yang berasal dari keluarga dengan tingkat kesejahteraan rendah berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). “Capaian ini diharapkan dapat membuka lebih banyak kesempatan bagi siswa lain untuk ikut berkembang dan berprestasi di berbagai bidang,” ujarnya.
Program Sekolah Rakyat merupakan salah satu kebijakan pemerintah dalam memperluas akses pendidikan bagi kelompok masyarakat kurang mampu, khususnya pada desil 1–2. Selain pembelajaran akademik, program ini juga menitikberatkan pada pengembangan karakter dan keterampilan non-akademik, termasuk olahraga dan seni.
Dari sisi dampak, capaian siswa di tingkat nasional memperkuat legitimasi program dalam menciptakan mobilitas sosial serta meningkatkan kepercayaan diri peserta didik. Prestasi ini juga berpotensi mendorong partisipasi lebih luas siswa dalam kegiatan positif yang mendukung pembangunan sumber daya manusia.
Ke depan, Kementerian Sosial menyatakan akan terus memperkuat pembinaan dan fasilitas pendukung di Sekolah Rakyat, termasuk pengembangan bakat olahraga, guna mencetak lebih banyak siswa berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.
