KALIMANTAN SELATAN — Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut melalui Operasi Trisila 26 Tahap II menggelar aksi bersih-bersih pantai dan penanaman 1.000 pohon mangrove di Desa Sungai Bakau, Kecamatan Kurau, Kabupaten Tanah Laut, Kamis (21/5/2026).
Kegiatan tersebut melibatkan unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, pelajar, hingga masyarakat pesisir sebagai bentuk sinergi menjaga kelestarian lingkungan pantai dan kawasan pesisir.
Aksi lingkungan itu dipimpin langsung Komandan Gugus Tempur Laut Koarmada II, Laksamana Pertama TNI Endra Hartono, selaku Dansatgas Trisila 26, bersama Danlanal Banjarmasin Kolonel Laut (P) Galih Nurna Putra.
Dalam kegiatan tersebut, Endra Hartono menegaskan bahwa aksi bersih pantai dan penanaman mangrove merupakan langkah nyata memulihkan ekosistem pesisir sekaligus investasi jangka panjang untuk menjaga keberlanjutan lingkungan.
“Ini bukan sekadar memungut sampah dan menanam pohon, tetapi menjadi upaya menjaga kawasan pantai dari abrasi, melindungi habitat biota laut, serta menjaga keberlanjutan lingkungan masyarakat pesisir,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari dukungan TNI AL terhadap program prioritas Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) serta Gerakan Indonesia Bersih.
Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup Kabupaten Tanah Laut, Gusti Dwi Erzandi Kusuma, menyampaikan apresiasi atas inisiatif TNI AL melalui Lanal Banjarmasin dalam menjaga lingkungan pesisir.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini, karena lingkungan pesisir pantai memang harus kita jaga bersama. Semoga masyarakat juga ikut merawatnya,” katanya.
Apresiasi serupa juga disampaikan warga setempat. Salah seorang warga, Arifin, mengaku bersyukur kawasan pesisir di wilayahnya mendapat perhatian melalui kegiatan penghijauan dan aksi kebersihan pantai tersebut.
“Terima kasih TNI AL atas kepedulian terhadap lingkungan kami di pesisir pantai ini,” ujarnya.
Operasi Trisila 26 Tahap II di Kalimantan Selatan berlangsung hingga Jumat (22/5/2026). Selain aksi lingkungan, operasi tersebut juga diisi berbagai kegiatan lain seperti open ship kapal perang, bakti kesehatan dan sosial, serta penanaman kedelai guna mendukung program ketahanan pangan nasional.
