BANGLI — Kabupaten Bangli yang selama ini dikenal sebagai salah satu daerah penyuplai air bagi sejumlah wilayah di Bali ternyata masih menghadapi persoalan akses air bersih di beberapa desa. Menyikapi kondisi tersebut, Korem 163/Wira Satya membangun puluhan sumur bor sebagai upaya membantu masyarakat yang mengalami krisis air bersih.
Komandan Korem 163/Wira Satya Brigjen TNI Ida I Dewa Agung Hadisaputra mengatakan pembangunan sumur bor dilakukan di sejumlah wilayah yang selama ini mengalami keterbatasan pasokan air untuk kebutuhan sehari-hari.
“Hingga saat ini terdapat 35 desa yang masuk dalam pemetaan kebutuhan air bersih,” ujar Hadisaputra, Senin (11/5/2026).
Menurutnya, persoalan air bersih di Bangli terjadi karena sebagian besar sumber mata air berada di bawah permukaan tanah sehingga sulit dimanfaatkan langsung oleh masyarakat. Akibatnya, sebagian warga masih mengandalkan air hujan yang ditampung di embung maupun bak penampungan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Ia menjelaskan pembangunan sumur bor difokuskan pada desa-desa prioritas yang benar-benar mengalami kesulitan air bersih, di antaranya Desa Songa, Desa Terunyan bagian atas, Desa Pengotan, Desa Kayubihi, serta sejumlah desa lain di empat kecamatan di Kabupaten Bangli.
“Oleh karenanya TNI hadir untuk berusaha menyelesaikan masalah yang terjadi,” katanya.
Program pembangunan sumur bor tersebut disebut sebagai bagian dari tindak lanjut arahan pemerintah pusat untuk memperluas pemerataan akses air bersih bagi masyarakat di berbagai daerah, khususnya wilayah yang mengalami kekeringan dan keterbatasan sumber air.
Bangli selama ini dikenal memiliki kawasan hutan dan daerah resapan air yang penting bagi Bali. Namun, kondisi geografis dan keterbatasan infrastruktur distribusi membuat sebagian masyarakat di daerah tersebut belum menikmati akses air bersih secara optimal.
Pembangunan sumur bor dinilai memiliki dampak langsung terhadap kualitas hidup masyarakat, mulai dari kebutuhan rumah tangga, sanitasi, hingga mendukung aktivitas pertanian dan peternakan warga. Selain itu, ketersediaan air bersih juga penting untuk meningkatkan kesehatan masyarakat dan mengurangi ketergantungan pada sumber air yang tidak higienis.
Kelian Banjar Dinas Kayubihi, I Nengah Mertadana, mengatakan masyarakat menyambut positif program yang dijalankan Korem 163/Wira Satya karena selama ini warga di wilayahnya hanya mengandalkan air sungai untuk kebutuhan sehari-hari.
Menurutnya, keberadaan sumur bor diharapkan menjadi solusi jangka panjang bagi persoalan krisis air bersih yang selama ini dihadapi masyarakat desa.
Selain pembangunan sumur bor, Korem 163/Wira Satya juga tengah mengerjakan sejumlah infrastruktur lain seperti pembangunan jembatan untuk mendukung konektivitas dan kebutuhan dasar masyarakat di berbagai wilayah Bali.
