JAKARTA, 19 Juni 2026 — Ratusan mahasiswa Universitas Trisakti menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Jumat (19/6), dengan mengusung tema “Tritura (Tiga Tuntutan Rakyat)”. Massa aksi yang dipimpin Presiden Mahasiswa Trisakti, Dhenni Ribowo, menyuarakan tiga tuntutan utama, yakni pemulihan ekonomi dan politik nasional, pemberantasan inkompetensi pejabat negara, serta penguatan supremasi sipil.
Salah satu isu yang menjadi sorotan dalam aksi tersebut adalah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Meski demikian, pemerintah dan otoritas moneter terus mengambil langkah penguatan ekonomi guna menjaga stabilitas nasional di tengah tingginya ketidakpastian global.
Bank Indonesia pada 9 Juni 2026 memutuskan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 5,50 persen. Kebijakan tersebut ditempuh untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sekaligus memperkuat kepercayaan pasar di tengah meningkatnya volatilitas keuangan global akibat tensi geopolitik dan perubahan kebijakan moneter negara-negara maju.
Di sektor riil, pemerintah juga terus mendorong pertumbuhan ekonomi melalui percepatan pembangunan infrastruktur, hilirisasi industri, serta program-program yang ditujukan untuk menjaga daya beli masyarakat. Berbagai stimulus ekonomi yang telah diluncurkan sepanjang 2026 diarahkan untuk menopang konsumsi rumah tangga, memperkuat sektor usaha, dan menciptakan lapangan kerja baru.
Data pemerintah menunjukkan ekonomi Indonesia pada triwulan I 2026 masih mampu tumbuh di atas 5 persen, mencerminkan ketahanan domestik yang tetap terjaga di tengah perlambatan ekonomi global. Aktivitas investasi juga terus bergerak positif seiring berjalannya sejumlah proyek strategis nasional dan pengembangan industri bernilai tambah.
Pemerintah menegaskan bahwa tekanan terhadap rupiah tidak hanya dialami Indonesia, tetapi juga sejumlah negara berkembang lainnya yang menghadapi arus modal global yang dinamis. Oleh karena itu, koordinasi antara kebijakan fiskal, moneter, dan sektor keuangan terus diperkuat guna menjaga stabilitas ekonomi nasional serta mempercepat pemulihan nilai tukar pada semester II 2026.
Di tengah dinamika demokrasi yang berlangsung, penyampaian aspirasi oleh mahasiswa dinilai sebagai bagian dari mekanisme kontrol sosial yang dijamin konstitusi. Namun, berbagai tantangan ekonomi yang menjadi perhatian publik juga perlu dilihat secara menyeluruh dengan mempertimbangkan data, kondisi global, serta berbagai langkah yang tengah dilakukan pemerintah dan otoritas terkait.
Dengan fondasi ekonomi yang tetap tumbuh, inflasi yang terjaga, serta berbagai kebijakan stabilisasi yang terus dijalankan, upaya penguatan ekonomi nasional diharapkan mampu menjaga kepercayaan masyarakat, dunia usaha, dan investor di tengah tantangan global yang masih berlangsung.
