Satu Suara Bangsa

Yonif TP 449/Sukoharjo Bantu Padamkan Karhutla, Ratusan Personel Diterjunkan ke Lokasi

Budi Antoni

Editor: Budi Antoni

25 Jul 2026, 18.05

Diperbarui: 25 Jul 2026, 18.05

Yonif TP 449/Sukoharjo Bantu Padamkan Karhutla, Ratusan Personel Diterjunkan ke Lokasi
Dokumentasi Satu Suara Bangsa — Yonif TP 449/Sukoharjo Bantu Padamkan Karhutla, Ratusan Personel Diterjunkan ke Lokasi
SUKOHARJO – Ratusan personel Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 449/Sukoharjo diterjunkan untuk membantu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukoharjo memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gupakan, Desa Lorog, Kecamatan Tawangsari, Jumat (24/7/2026). Upaya tersebut dilakukan bersama petugas BPBD, relawan, perangkat desa, dan masyarakat guna mencegah api meluas ke area lainnya.

Tim gabungan berjibaku memadamkan kobaran api yang membakar semak belukar di lokasi. Kondisi vegetasi yang mengering akibat musim kemarau menyebabkan api dengan cepat menjalar sehingga diperlukan pengerahan personel dalam jumlah besar untuk mempercepat pengendalian kebakaran.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sukoharjo, Ariyanto Mulyatmojo, mengatakan dukungan ratusan personel Yonif TP 449 memberikan kontribusi signifikan dalam proses pemadaman sehingga kebakaran dapat segera dikendalikan.

"Kami mendapat dukungan ratusan personel Yonif TP 449/Sukoharjo. Kehadiran mereka sangat membantu tim gabungan dalam mempercepat pemadaman," ujar Ariyanto.

Selain menangani kebakaran di Kecamatan Tawangsari, BPBD bersama unsur TNI dan tim gabungan juga melakukan penanganan terhadap lima kejadian kebakaran lahan lainnya yang terjadi hampir bersamaan, yakni di Gunung Pegat, Desa Karangasem, Kecamatan Bulu; Gentan, Kecamatan Bulu; Bladon, Desa Kriwen, Kecamatan Sukoharjo; Kemiri, Desa Bulakan, Kecamatan Sukoharjo; serta Plalan, Desa Kadokan, Kecamatan Grogol.

Menurut Ariyanto, banyaknya kejadian kebakaran dalam satu hari menunjukkan potensi ancaman karhutla di wilayah Sukoharjo masih cukup tinggi. Cuaca panas, minimnya curah hujan, serta rumput dan semak yang mengering menjadi faktor yang mempercepat penyebaran api.

BPBD mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sampah maupun membuka lahan dengan cara dibakar selama musim kemarau. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah munculnya titik-titik api baru yang berpotensi berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.

Melalui sinergi antara TNI, BPBD, relawan, pemerintah desa, dan masyarakat, proses penanganan kebakaran dapat dilakukan secara lebih cepat dan terkoordinasi. Kolaborasi lintas sektor tersebut diharapkan mampu memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman karhutla sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mencegah terjadinya kebakaran selama musim kemarau.

Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?

Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.

Lapor Kesalahan

Bacaan Lanjutan

Artikel Terkait