Satu Suara Bangsa

Mensos Gus Ipul Tegaskan Sekolah Rakyat Jadi Kunci Strategis Putus Kemiskinan Menuju Indonesia Makmur

Budi Antoni

Editor: Budi Antoni

24 Agu 2026, 09.025 dibaca

Diperbarui: 24 Agu 2026, 10.56

Dokumentasi SOSBUD
Dok. SOSBUD Dokumentasi SOSBUD

JAKARTA, 24 AGUSTUS 2026 — Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat merupakan langkah strategis pemerintah untuk memutus mata rantai kemiskinan dan mewujudkan keadilan sosial. Inisiatif nasional ini dirancang secara komprehensif guna memberikan akses pendidikan berkualitas serta fasilitas asrama penuh bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera di seluruh penjuru Tanah Air.

Gus Ipul menjelaskan bahwa membebaskan masyarakat dari kemiskinan merupakan amanat konstitusi yang wajib diwujudkan secara nyata oleh negara. Pendidikan berkualitas dinilai sebagai instrumen yang teruji untuk membekali generasi muda dengan ilmu pengetahuan dan daya saing dalam menghadapi masa depan.

Amanat Konstitusi Lindungi Kelompok Rentan

Program Sekolah Rakyat hadir sebagai pengejawantahan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk melindungi kelompok masyarakat paling rentan yang kerap tidak terjangkau pendataan formal. Anak-anak dari keluarga miskin ekstrem yang sebelumnya terancam putus sekolah kini memperoleh fasilitas belajar lengkap secara cuma-cuma, mulai dari seragam, tempat tinggal asrama, hingga pendampingan gizi.

Saat ini, tercatat lebih dari 43.000 siswa telah terdaftar dan aktif mengikuti pendidikan di berbagai sentra Sekolah Rakyat di seluruh wilayah Indonesia. Pemerintah menargetkan penambahan kapasitas hingga mendekati 200.000 siswa pada tahun depan, seiring rencana pembangunan satu kompleks gedung permanen Sekolah Rakyat di setiap kabupaten dan kota berkapasitas lebih dari 2.000 siswa SMP dan SMA.

Pemberdayaan Terpadu Ekonomi Keluarga

Selain memperkuat mutu pembelajaran siswa, Kementerian Sosial turut menggulirkan intervensi terpadu untuk memberdayakan ekonomi para orang tua murid. Pendekatan pemberdayaan tersebut difokuskan pada tiga pilar utama, yakni penguatan keterampilan kerja, penyediaan sarana aset produksi, dan penyaluran modal usaha produktif.

Melalui sinergi tersebut, keluarga penerima manfaat diharapkan dapat meningkatkan taraf pendapatan secara bertahap hingga mandiri secara ekonomi dan terbebas dari ketergantungan bantuan sosial. Kemensos meyakini bahwa perpaduan antara pendidikan unggul bagi anak dan kemandirian usaha keluarga akan menjadi fondasi kokoh menuju Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.

Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?

Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.

Lapor Kesalahan

Bacaan Lanjutan

Artikel Terkait