Wamenaker: Program Makan Bergizi Gratis Berkontribusi Tekan Pengangguran
Budi Antoni
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 1 Agu 2026, 03.01

SOLO – Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor menyatakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memberikan kontribusi signifikan dalam membantu mengentaskan pengangguran di Indonesia. Saat ini, angka pengangguran nasional tercatat sekitar 7,4 juta orang atau 4,5 persen.
Hal tersebut disampaikan Afriansyah saat meninjau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sondakan 1 di Kota Solo, Jawa Tengah, Minggu (8/2/2026). Ia menjelaskan, setiap unit SPPG rata-rata mampu menyerap sekitar 47 hingga 50 tenaga kerja.
“Kalau satu SPPG menyerap rata-rata 47 sampai 50 orang, dikalikan dengan target saat ini 15.000 dan nanti meningkat menjadi 22.000 SPPG, tentu ini sangat membantu mengentaskan pengangguran,” ujar Afriansyah.
Selain penyerapan tenaga kerja, Afriansyah menekankan pentingnya evaluasi dan monitoring pelaksanaan program MBG yang dilakukan secara rutin setiap hari. Hal tersebut bertujuan untuk memastikan kualitas pelayanan tetap terjaga dan manfaat program benar-benar dirasakan oleh penerima.
“Kami dari kementerian menekankan agar seluruh SPPG dievaluasi dan dimonitor setiap hari. Ini adalah bentuk pelayanan kepada anak-anak yang menerima MBG. Kami juga meminta dukungan kepala daerah agar monitoring berjalan baik melalui koordinasi antara pemerintah daerah, provinsi, dan pusat,” jelasnya.
Ia menambahkan, dengan koordinasi yang baik, berbagai hambatan dalam pelaksanaan program dapat segera teridentifikasi dan ditangani secara cepat.
Secara terpisah, Afriansyah menyebutkan bahwa Program MBG ditargetkan mampu menyerap sekitar 1,5 hingga 1,7 juta tenaga kerja sepanjang tahun 2026. Untuk mendukung hal tersebut, Kementerian Ketenagakerjaan menjalin kolaborasi dengan BPJS Ketenagakerjaan dan Badan Gizi Nasional guna memberikan perlindungan jaminan sosial kepada relawan SPPG.
“Bagaimana relawan yang sudah bekerja di SPPG juga mendapatkan fasilitas layanan sosial, termasuk asuransi,” tambahnya.
Sementara itu, perwakilan pengelola SPPG Sondakan 1 dari Yayasan Raditya Bhakti Nusantara Solo, Dwi Hidayah, membenarkan adanya penyerapan tenaga kerja di lapangan. Menurutnya, SPPG yang dikelolanya telah mempekerjakan sebanyak 47 relawan, ditambah tiga personel dari Badan Gizi Nasional serta satu person in charge (PIC) dari yayasan.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Mensos Gus Ipul Tegaskan Sekolah Rakyat Jadi Kunci Strategis Putus Kemiskinan Menuju Indonesia Makmur
JAKARTA, 24 AGUSTUS 2026 — Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat merupakan langkah strategis pemerintah untuk memutus mata rantai kemiskinan dan mewujudkan keadilan s

Pemerintah Siapkan Bantuan 1.000 Rumah dan Swasta Bangun 500 Hunian Baru di Flores
KUPANG, 24 AGUSTUS 2026 — Pemerintah pusat melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menyiapkan program bantuan pembangunan dan perbaikan 1.000 unit rumah bagi korban gempa di Pulau Flores, Nus

Kementerian PU Salurkan 12 Ribu Liter Air Bersih bagi Pengungsi Gempa di Kabupaten Sikka
SIKKA, 24 AGUSTUS 2026 — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mendistribusikan pasokan air bersih bagi warga terdampak bencana gempa bumi di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, pada Minggu (23/8/2026). Distribusi
