Satu Suara Bangsa

Tol Yogyakarta Bawen Capai 98,68 Persen Ditargetkan Beroperasi Akhir 2026

Budi Antoni

Editor: Budi Antoni

10 Agu 2026, 01.58

Diperbarui: 10 Agu 2026, 01.58

Tol Yogyakarta Bawen Capai 98,68 Persen Ditargetkan Beroperasi Akhir 2026
Dokumentasi Satu Suara Bangsa Tol Yogyakarta Bawen Capai 98,68 Persen Ditargetkan Beroperasi Akhir 2026
YOGYAKARTA, 9 AGUSTUS 2026 — PT Jasa Marga (Persero) Tbk terus mempercepat pembangunan jaringan jalan tol yang terintegrasi dengan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Salah satu proyek yang mendekati penyelesaian adalah Jalan Tol Yogyakarta–Bawen Seksi 6 ruas Ambarawa–Bawen sepanjang 4,98 kilometer yang progres konstruksinya telah mencapai 98,68 persen dan diproyeksikan mulai beroperasi pada akhir 2026.

Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono menyampaikan perkembangan tersebut setelah melakukan audiensi dengan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X di Keraton Yogyakarta. Pertemuan membahas perkembangan pembangunan Tol Yogyakarta–Bawen dan Yogyakarta–Solo sekaligus langkah percepatan pengoperasian sejumlah ruas yang akan mendukung konektivitas DIY dengan wilayah sekitarnya.

“Alhamdulillah kami diterima Gubernur DIY untuk melaporkan progres pembangunan Jalan Tol Jogja-Solo dan Jalan Tol Jogja-Bawen,” kata Rivan dalam keterangan resminya.

Ruas Ambarawa Bawen Mendekati Penyelesaian

Tol Yogyakarta–Bawen Seksi 6 ruas Ambarawa–Bawen memiliki panjang 4,98 kilometer. Dengan progres konstruksi mencapai 98,68 persen, pekerjaan pada ruas tersebut telah memasuki tahapan akhir sebelum nantinya dapat dipersiapkan menuju pengoperasian secara penuh.

Pengoperasian ruas tersebut ditargetkan pada akhir 2026. Kehadirannya menjadi bagian dari pengembangan koridor transportasi darat yang menghubungkan kawasan Yogyakarta dengan Jawa Tengah sekaligus memperkuat jaringan jalan berkapasitas tinggi di wilayah tersebut.

Penyelesaian ruas Ambarawa–Bawen juga akan meningkatkan kesinambungan jaringan transportasi menuju kawasan Bawen dan sekitarnya. Infrastruktur tersebut diharapkan memberikan alternatif perjalanan yang lebih efisien bagi masyarakat maupun pergerakan barang antardaerah.

Jasa Marga Bahas Percepatan Tol Jogja Solo

Selain Tol Yogyakarta–Bawen, Jasa Marga melaporkan perkembangan pembangunan Jalan Tol Yogyakarta–Solo. Salah satu pembahasan adalah rencana percepatan pengembangan Akses Bokoharjo dari Exit Tol Purwomartani menuju wilayah selatan DIY.

Pengembangan akses tersebut menjadi bagian penting dalam mengintegrasikan jalan tol dengan jaringan jalan eksisting sehingga manfaat infrastruktur dapat menjangkau kawasan yang lebih luas. Konektivitas yang baik juga diperlukan agar arus kendaraan dari jalan tol dapat terdistribusi secara efektif menuju berbagai pusat kegiatan masyarakat.

“Pembangunan jalan tol ini tidak hanya untuk memperlancar mobilitas, tetapi juga diharapkan memperkuat konektivitas antarwilayah dan mendorong pertumbuhan ekonomi,” ujar Rivan.

Konektivitas Diharapkan Dorong Ekonomi Daerah

Pengembangan jaringan Tol Yogyakarta–Solo dan Yogyakarta–Bawen memiliki peran strategis karena DIY dan Jawa Tengah memiliki pergerakan masyarakat serta aktivitas ekonomi yang tinggi. Infrastruktur jalan tol dapat memangkas waktu tempuh, meningkatkan kepastian perjalanan, dan memperlancar distribusi barang maupun jasa antardaerah.

Konektivitas yang semakin baik juga diharapkan memperluas akses menuju kawasan pariwisata, perdagangan, pendidikan, dan pusat ekonomi di Yogyakarta maupun Jawa Tengah. Dalam jangka panjang, peningkatan aksesibilitas dapat mendukung berkembangnya kawasan-kawasan ekonomi baru di sekitar koridor jalan tol.

Integrasi dengan jaringan jalan lokal menjadi bagian penting agar manfaat pembangunan tidak hanya dirasakan pengguna jalan tol, tetapi juga masyarakat dan pelaku usaha di wilayah yang dilalui.

Pengoperasian Ditargetkan Akhir 2026

Jasa Marga akan melanjutkan penyelesaian konstruksi Tol Yogyakarta–Bawen Seksi 6 ruas Ambarawa–Bawen yang saat ini telah mencapai 98,68 persen. Dengan panjang 4,98 kilometer, ruas tersebut ditargetkan dapat mulai beroperasi pada akhir 2026 setelah seluruh tahapan pembangunan dan persiapan pengoperasian diselesaikan.

Koordinasi dengan Pemerintah Provinsi DIY juga terus dilakukan untuk mendukung percepatan pembangunan Tol Yogyakarta–Solo, Tol Yogyakarta–Bawen, serta pengembangan akses pendukungnya. Penyelesaian jaringan tersebut diharapkan memperkuat konektivitas Yogyakarta dan Jawa Tengah sekaligus memberikan dukungan terhadap mobilitas masyarakat, distribusi logistik, pariwisata, dan pertumbuhan ekonomi regional.

Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?

Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.

Lapor Kesalahan

Bacaan Lanjutan

Artikel Terkait