TNI Kerahkan Personel Bantu Warga Terdampak Longsor di Polewali Mandar
Budi Antoni
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 20 Jul 2026, 18.59

POLEWALI MANDAR — Puluhan personel TNI dari Kodim 1402/Polman dikerahkan ke lokasi bencana tanah longsor di Kecamatan Matangnga, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, Sabtu (16/5/2026), untuk membantu penanganan pasca-bencana dan evakuasi warga terdampak.
Personel TNI bersama masyarakat bergotong royong membersihkan material longsor berupa tanah, lumpur, dan batang pohon yang menutup badan jalan serta membantu warga mengevakuasi barang-barang dari rumah yang terdampak bencana.
Komandan Kodim 1402/Polman Letkol Inf Ikhwan Arifin mengatakan personel telah diterjunkan sejak pagi hari guna mempercepat proses penanganan di lokasi longsor.
“Sejak subuh tadi personel kita kerahkan membantu warga yang tertimpa musibah longsor, termasuk membersihkan akses jalan dan membantu evakuasi barang milik warga,” ujar Ikhwan.
Bencana longsor yang terjadi pada Jumat sore tersebut dipicu tingginya curah hujan di kawasan pegunungan Matangnga. Material longsor menutup akses jalan utama sehingga aktivitas masyarakat terganggu dan sejumlah wilayah sempat terisolasi.
Belasan titik longsor dilaporkan menutup akses jalan mulai dari Dusun Popanga, Desa Rangoan hingga Desa Katimbang. Akibatnya, kendaraan tidak dapat melintas dan distribusi logistik masyarakat sempat terhambat.
Selain merusak akses jalan, longsor juga berdampak pada permukiman warga di Desa Katimbang. Sedikitnya empat rumah dilaporkan terdampak, dengan dua rumah mengalami kerusakan berat dan dua lainnya mengalami kerusakan ringan.
Menurut Ikhwan, keterlibatan TNI dalam penanganan bencana merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang sedang menghadapi musibah sekaligus upaya mempercepat pemulihan kondisi wilayah terdampak.
Personel TNI bersama warga terus melakukan pembersihan material longsor agar akses jalan dapat kembali dibuka dan aktivitas masyarakat kembali normal.
Wilayah pegunungan di Kabupaten Polewali Mandar diketahui rawan longsor saat curah hujan tinggi, terutama pada daerah dengan kontur tanah labil dan minim penahan lereng.
Karena itu, masyarakat diimbau tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi longsor susulan apabila hujan deras kembali terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Kehadiran personel TNI di lokasi bencana mendapat apresiasi dari warga karena dinilai membantu mempercepat proses evakuasi dan pemulihan pasca-bencana di wilayah terdampak.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Mensos Gus Ipul Tegaskan Sekolah Rakyat Jadi Kunci Strategis Putus Kemiskinan Menuju Indonesia Makmur
JAKARTA, 24 AGUSTUS 2026 — Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat merupakan langkah strategis pemerintah untuk memutus mata rantai kemiskinan dan mewujudkan keadilan s

Pemerintah Siapkan Bantuan 1.000 Rumah dan Swasta Bangun 500 Hunian Baru di Flores
KUPANG, 24 AGUSTUS 2026 — Pemerintah pusat melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menyiapkan program bantuan pembangunan dan perbaikan 1.000 unit rumah bagi korban gempa di Pulau Flores, Nus

Kementerian PU Salurkan 12 Ribu Liter Air Bersih bagi Pengungsi Gempa di Kabupaten Sikka
SIKKA, 24 AGUSTUS 2026 — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mendistribusikan pasokan air bersih bagi warga terdampak bencana gempa bumi di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, pada Minggu (23/8/2026). Distribusi
