Satu Suara Bangsa

TNI Kerahkan 1.201 Personel dan 29 Alutsista, Salurkan 122 Ton Bantuan untuk Korban Gempa NTT

Budi Antoni

Editor: Budi Antoni

18 Agu 2026, 17.25

Diperbarui: 18 Agu 2026, 17.25

TNI Kerahkan 1.201 Personel dan 29 Alutsista, Salurkan 122 Ton Bantuan untuk Korban Gempa NTT
Dokumentasi Satu Suara Bangsa TNI Kerahkan 1.201 Personel dan 29 Alutsista, Salurkan 122 Ton Bantuan untuk Korban Gempa NTT

JAKARTA, 18 AGUSTUS 2026 — Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengerahkan 1.201 personel dan 29 alat utama sistem persenjataan (alutsista) untuk mempercepat penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Pengerahan dilakukan guna mendukung evakuasi, distribusi bantuan kemanusiaan, serta pelayanan kepada masyarakat di wilayah terdampak.

Berdasarkan keterangan Pusat Penerangan (Puspen) TNI, hingga hari ketiga penanganan pada Senin (17/8/2026), sebanyak 9 unit alutsista telah dioperasikan di lokasi bencana, sementara 20 unit lainnya disiagakan sebagai cadangan untuk memperkuat operasi kemanusiaan sesuai kebutuhan di lapangan.

“Pengerahan personel dan alutsista tersebut dilakukan untuk mendukung mobilitas personel, distribusi bantuan, serta penanganan masyarakat terdampak gempa,” demikian keterangan resmi Puspen TNI.

Distribusi Bantuan Capai 122 Ton

Selain mengerahkan personel dan peralatan, TNI terus mempercepat penyaluran bantuan logistik kepada masyarakat terdampak. Hingga hari ketiga, total bantuan yang telah dikirim mencapai 122,232 ton, termasuk tambahan 61,347 ton bantuan yang sebagian berasal dari Kementerian Pertahanan.

Bantuan tersebut meliputi kebutuhan pokok dan logistik kemanusiaan yang diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan pengungsi serta mendukung operasional penanganan bencana di sejumlah kabupaten terdampak gempa.

“Dukungan kemanusiaan terus disalurkan untuk mempercepat penanganan serta memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak bencana,” tulis Puspen TNI.

Sinergi Lintas Instansi Percepat Penanganan

Dalam pelaksanaan operasi kemanusiaan, TNI berkoordinasi dengan pemerintah daerah, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), serta berbagai instansi terkait di wilayah NTT.

Koordinasi tersebut bertujuan memastikan pengerahan personel, penggunaan alutsista, distribusi logistik, hingga pelayanan kepada masyarakat berlangsung secara efektif dan tepat sasaran, terutama di wilayah yang memiliki akses geografis menantang.

Fokus pada Pemulihan Masyarakat

Pengerahan 1.201 personel dan dukungan 29 alutsista mencerminkan komitmen TNI dalam menjalankan Operasi Militer Selain Perang (OMSP), khususnya pada misi penanggulangan bencana. Melalui penguatan mobilitas, distribusi bantuan, dan kolaborasi lintas lembaga, pemerintah menargetkan proses tanggap darurat dan pemulihan masyarakat terdampak gempa di NTT dapat berlangsung lebih cepat, aman, dan berkelanjutan.

Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?

Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.

Lapor Kesalahan

Bacaan Lanjutan

Artikel Terkait