TNI Bangun 15 Sumur Bor di Kabupaten Malang untuk Antisipasi Kekeringan
Budi Antoni
Editor: Budi Antoni
Diperbarui: 21 Agu 2026, 14.44

Komandan Kodim 0818/Kabupaten Malang-Batu Letkol Czi Bayu Nugroho mengatakan pembangunan sumur bor akan tersebar di Kecamatan Jabung, Kalipare, Singosari, Bantur, Gedangan, dan Sumbermanjing Wetan.
“Ada di Jabung, Kalipare, Singosari, Bantur, Gedangan, dan Sumbermanjing Wetan,” ujar Bayu.
Lima Sumur Bor Masuk Program TMMD
Dari total 15 titik yang direncanakan, lima sumur bor akan dibangun melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD). Pembangunannya menjadi bagian dari kegiatan TMMD yang berpusat di Desa Taji, Kecamatan Jabung.
Namun, lima sumur tersebut tidak seluruhnya berada di Desa Taji, melainkan akan disebarkan ke sejumlah desa di Kecamatan Jabung sesuai kebutuhan masyarakat.
“Tapi, lima sumur itu tidak semua di Desa Taji. Tapi menyebar di seluruh desa se-Kecamatan Jabung,” kata Bayu.
Pengerjaan sumur bor tersebut direncanakan berjalan bersamaan dengan kegiatan TMMD dan ditargetkan seluruhnya selesai sekitar November.
Selain penyediaan sumber air, program TMMD juga mencakup pembangunan dan perbaikan sejumlah infrastruktur desa, seperti jalan, saluran drainase, serta irigasi lahan pertanian.
Sepuluh Titik Didukung BNPB dan BPBD
Sementara itu, pembangunan 10 sumur bor lainnya akan dilaksanakan di luar proyek TMMD dengan melibatkan lembaga terkait.
Menurut Bayu, pembangunan tersebut memperoleh dukungan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan pelaksanaannya dikoordinasikan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang.
“Itu bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Pelaksanaannya kami kerja samakan dengan BPBD Kabupaten Malang,” ujarnya.
Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan, terutama di daerah yang selama ini menghadapi keterbatasan sumber air ketika musim kemarau.
Perkuat Ketahanan Air Masyarakat
Pembangunan sumur bor diharapkan memberikan sumber air yang lebih berkelanjutan bagi masyarakat sekaligus mengurangi dampak kekeringan pada tahun-tahun mendatang.
Keberadaan sumber air juga penting untuk menunjang kebutuhan sehari-hari serta aktivitas pertanian masyarakat. Dengan pembangunan yang tersebar di enam kecamatan, manfaat program diharapkan dapat menjangkau wilayah yang membutuhkan secara lebih luas.
Program tersebut sekaligus memperlihatkan sinergi TNI AD, BNPB, BPBD Kabupaten Malang, dan masyarakat dalam membangun infrastruktur dasar serta meningkatkan ketahanan wilayah menghadapi ancaman kekeringan.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Babinsa dan Warga Gotong Royong Bersihkan Material Longsor di Lumajang, Akses Jalan Kembali Aman
LUMAJANG, 19 AGUSTUS 2026 — Babinsa Wonocempokoayu Koramil 0821-03/Senduro Serda Taufiq bersama pemerintah desa dan masyarakat bergotong royong membersihkan material longsor yang menutupi bahu jalan di tikungan

TNI AD Kerahkan Mobil RO Atasi Krisis Air Bersih di Makassar, Produksi 3.000 Liter Air Minum per Hari
MAKASSAR, 18 AGUSTUS 2026 — TNI Angkatan Darat melalui Batalion Zeni Tempur (Yonzipur) 8/SMG mengerahkan kendaraan khusus Reverse Osmosis (RO) untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat di Kecamata

PMK Kodaeral XI Padamkan Kebakaran Lahan di Merauke, Cegah Api Merembet ke Permukiman
MERAUKE, 19 AGUSTUS 2026 — Petugas Pemadam Kebakaran (PMK) Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) XI bergerak cepat menangani kebakaran lahan kosong di kawasan Jalan Naori, Merauke, Rabu malam (19/8/2026). Keb
