TNI AU Tanam Jagung di Konawe Selatan Guna Mendukung Swasembada Pangan
Budi Antoni
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 17 Agu 2026, 10.08

Ketahanan pangan bukan hanya tugas petani, tapi menjadi bagian dari tanggung jawab bersama, termasuk aparat negara. TNI Angkatan Udara melalui Lanud Haluoleo menunjukkan aksi konkret dalam mewujudkan swasembada pangan nasional lewat penanaman jagung hibrida di lahan seluas lima hektare di Desa Ambaipua, Konawe Selatan. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Danlanud Haluoleo Kolonel Pnb Tarmuji Hadi Susanto bersama Kepala Desa, sebagai bentuk sinergi antara kekuatan pertahanan dan kekuatan rakyat. Dalam situasi global yang penuh ketidakpastian, langkah ini menjadi simbol kepedulian sekaligus kesiapsiagaan TNI AU dalam menghadapi krisis pangan masa depan.
Program penanaman jagung ini juga menjadi implementasi nyata dari nilai-nilai TNI AU AMPUH (Adaptif, Modern, Profesional, Unggul, Humanis) yang dicanangkan oleh Kasau Marsekal TNI M. Tonny Harjono. Kehadiran TNI AU di tengah masyarakat bukan lagi hanya sebatas menjaga langit Indonesia, tetapi juga hadir dalam upaya memperkuat sektor strategis seperti pangan. Jagung dipilih bukan tanpa alasan, komoditas ini menjadi salah satu tumpuan penting ketahanan pangan nasional dan memiliki nilai ekonomi tinggi bagi masyarakat desa. Artinya, inisiatif ini tidak hanya bersifat simbolis, melainkan berdampak riil.
Respons positif pun datang dari masyarakat dan pemerintah desa. Kepala Desa Ambaipua, Subardin, mengapresiasi program ini karena memberi akses bagi warga yang tidak memiliki lahan untuk ikut serta bertani secara produktif. Sinergi seperti ini menjadi kunci dalam mewujudkan desa mandiri pangan dan memperkuat ketahanan sosial-ekonomi masyarakat pedesaan. Dengan keterlibatan langsung warga, TNI AU membangun kepercayaan dan semangat gotong royong yang menjadi fondasi kuat pertahanan semesta.
Tak hanya berhenti di satu musim tanam, program ini dirancang berkelanjutan dengan dukungan Babinpotdirga yang akan melakukan pendampingan intensif. Ini menunjukkan bahwa ketahanan pangan adalah proses jangka panjang yang memerlukan komitmen dan keberlanjutan, bukan proyek sekali jalan. Keterlibatan Ketua PIA Ardhya Garini Cabang 9/D.II Lanud Haluoleo serta pejabat Lanud lainnya menandakan bahwa upaya ini dilakukan secara terstruktur dan melibatkan berbagai unsur keluarga besar TNI AU.
Melalui langkah seperti ini, TNI AU memperlihatkan wajah baru dengan menunjukkan kesejahteraan rakyat, pangan berkelanjutan, dan solidaritas nasional. Ketika sebuah lahan disulap menjadi ladang produktif, dan prajurit turun tangan bersama rakyat, maka yang dibangun bukan hanya jagung, tetapi juga masa depan Indonesia yang lebih tangguh.
#TNIAMBANGPANGAN #TNIHaluoleo #TNIUntukRakyat #KetahananPangan #JagungHibrida #LanudHaluoleo #AMPUHTNIAU #PertanianBersamaTNI #BersamaPetani #IndonesiaTahanPangan #SwadayaJagung #TNIHumanis
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Mensos Gus Ipul Tegaskan Sekolah Rakyat Jadi Kunci Strategis Putus Kemiskinan Menuju Indonesia Makmur
JAKARTA, 24 AGUSTUS 2026 — Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat merupakan langkah strategis pemerintah untuk memutus mata rantai kemiskinan dan mewujudkan keadilan s

Pemerintah Siapkan Bantuan 1.000 Rumah dan Swasta Bangun 500 Hunian Baru di Flores
KUPANG, 24 AGUSTUS 2026 — Pemerintah pusat melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menyiapkan program bantuan pembangunan dan perbaikan 1.000 unit rumah bagi korban gempa di Pulau Flores, Nus

Kementerian PU Salurkan 12 Ribu Liter Air Bersih bagi Pengungsi Gempa di Kabupaten Sikka
SIKKA, 24 AGUSTUS 2026 — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mendistribusikan pasokan air bersih bagi warga terdampak bencana gempa bumi di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, pada Minggu (23/8/2026). Distribusi
