Satu Suara Bangsa

TNI AL Gagalkan Dua Penyelundupan Narkotika Senilai Rp3,2 Miliar di Bandara Juanda

Budi Antoni

Editor: Budi Antoni

7 Agu 2026, 20.34

Diperbarui: 7 Agu 2026, 20.34

TNI AL Gagalkan Dua Penyelundupan Narkotika Senilai Rp3,2 Miliar di Bandara Juanda
Dokumentasi Satu Suara Bangsa TNI AL Gagalkan Dua Penyelundupan Narkotika Senilai Rp3,2 Miliar di Bandara Juanda
SIDOARJO, 7 AGUSTUS 2026 — Satuan Tugas Pengamanan (Satgaspam) TNI Angkatan Laut Bandara Juanda bersama pemangku kepentingan Bandara Internasional Juanda menggagalkan dua upaya penyelundupan narkotika dengan total nilai lebih dari Rp3,2 miliar. Dari dua pengungkapan tersebut, petugas mengamankan 1.178 gram sabu-sabu dan 1.089 butir ekstasi yang diperkirakan berpotensi membahayakan sekitar 6.960 jiwa.

Keberhasilan tersebut disampaikan dalam konferensi pers di Markas Komando Pangkalan Udara TNI AL (Lanudal) Juanda, Sidoarjo, Senin (3/8/2026). Komandan Pusat Penerbangan TNI Angkatan Laut Laksamana Muda TNI Bayu Alisyahbana, S.M., CHRMP., diwakili Komandan Lanudal Juanda Kolonel Laut (P) Henoch Nasarius Virzawan, S.E., M.Tr.(Han).

Pengungkapan pertama dilakukan pada 29 Juli 2026 terhadap seorang penumpang pesawat rute Malaysia–Surabaya. Dalam pemeriksaan, petugas menemukan 990 gram sabu-sabu dan 1.089 butir ekstasi dengan nilai diperkirakan mencapai Rp2,9 miliar.

Pengiriman Sabu Melalui Kargo Udara Digagalkan

Pengungkapan berikutnya terjadi pada 2 Agustus 2026. Satgaspam TNI AL Lanudal Juanda bersama Regulated Agent PT Integrasi Aviasi Solusi (IAS) menemukan upaya pengiriman narkotika melalui jalur kargo udara.

Petugas mengamankan 188 gram sabu-sabu yang rencananya dikirim menuju Ternate, Maluku Utara. Barang terlarang tersebut diperkirakan bernilai sekitar Rp300 juta.

Dengan demikian, dari dua operasi tersebut petugas menggagalkan peredaran total 1,178 kilogram sabu-sabu dan 1.089 butir ekstasi dengan nilai keseluruhan lebih dari Rp3,2 miliar.

Berdasarkan perhitungan yang disampaikan dalam konferensi pers, pengungkapan tersebut diperkirakan berpotensi menyelamatkan sekitar 6.960 jiwa dari bahaya penyalahgunaan narkotika.

Perketat Pengamanan Objek Vital

Keberhasilan pengungkapan menjadi bagian dari penguatan sinergi antara TNI AL dan berbagai instansi terkait dalam mengawasi pergerakan orang maupun barang melalui Bandara Internasional Juanda.

Pengawasan terhadap jalur penumpang dan kargo menjadi penting karena bandara merupakan salah satu pintu masuk dan distribusi yang berpotensi dimanfaatkan jaringan peredaran narkotika lintas wilayah maupun lintas negara.

Langkah tersebut sejalan dengan penekanan Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali agar jajaran TNI AL terus meningkatkan profesionalisme sekaligus memperkuat koordinasi dengan instansi terkait dalam menjaga keamanan objek vital nasional.

TNI AL bersama seluruh pemangku kepentingan terkait akan terus memperkuat pengamanan dan pengawasan di Bandara Internasional Juanda sebagai bagian dari dukungan terhadap upaya pemerintah memberantas peredaran gelap narkotika dan melindungi masyarakat dari dampak penyalahgunaannya.

Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?

Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.

Lapor Kesalahan

Bacaan Lanjutan

Artikel Terkait