Satu Suara Bangsa

TNI AL Evakuasi 1.179 Warga Terdampak Gempa Nagekeo ke Pengungsian di Sikka

Budi Antoni

Editor: Budi Antoni

16 Agu 2026, 22.31

Diperbarui: 16 Agu 2026, 22.31

TNI AL Evakuasi 1.179 Warga Terdampak Gempa Nagekeo ke Pengungsian di Sikka
Dokumentasi Satu Suara Bangsa TNI AL Evakuasi 1.179 Warga Terdampak Gempa Nagekeo ke Pengungsian di Sikka
SIKKA, 15 AGUSTUS 2026 — TNI Angkatan Laut melalui Lanal Maumere bergerak membantu proses evakuasi masyarakat menyusul gempa bumi bermagnitudo 7,0 yang mengguncang wilayah Nagekeo, Nusa Tenggara Timur. Sebanyak 1.179 warga dari 290 kepala keluarga (KK) dievakuasi menuju lokasi pengungsian sementara di Kabupaten Sikka, Sabtu (15/8/2026).

Proses evakuasi dipusatkan di Lapangan Gelora Samador Maumere, Kelurahan Kabor, Kecamatan Alok. Kegiatan dimulai sekitar pukul 17.00 WITA dengan melibatkan personel dan sarana pendukung dari berbagai instansi.

Lanal Maumere bersinergi dengan Kodim 1603/Sikka, Polres Sikka, BNPB Kabupaten Sikka, Satpol PP, Dinas Sosial serta PMI Cabang Maumere untuk membantu pergeseran warga menuju tempat yang dinilai lebih aman.

290 KK Berhasil Dievakuasi

Berdasarkan pendataan sementara PMI Cabang Maumere, terdapat 290 KK dengan total 1.179 jiwa yang berhasil dipindahkan menuju area penampungan sementara.

Seluruh rangkaian evakuasi dan pergeseran masyarakat berlangsung hingga pukul 20.45 WITA. Proses tersebut dilaporkan berjalan aman dan lancar dengan pengawalan tim keamanan serta pendampingan tenaga kesehatan.

Keberadaan personel gabungan juga diarahkan untuk memastikan kebutuhan warga selama proses evakuasi dapat ditangani secara terkoordinasi.

Personel Gabungan Tetap Disiagakan

Setelah proses evakuasi selesai, personel gabungan tetap disiagakan di sekitar lokasi pengungsian untuk memantau perkembangan situasi.

Kondisi di Lapangan Gelora Samador dilaporkan aman dan kondusif. Pemantauan tetap dilakukan sebagai langkah kesiapsiagaan terhadap kemungkinan gempa susulan maupun kebutuhan darurat masyarakat selama berada di tempat pengungsian.

Koordinasi antarlembaga menjadi bagian penting dalam penanganan awal bencana, mulai dari aspek keamanan, kesehatan hingga pendataan masyarakat terdampak.

TNI AL Dukung Tanggap Darurat Bencana

Keterlibatan Lanal Maumere dalam proses evakuasi merupakan bagian dari kesiapsiagaan TNI AL dalam membantu penanganan kondisi darurat dan bencana di wilayah Indonesia.

Kegiatan tersebut juga menjadi implementasi tugas Operasi Militer Selain Perang (OMSP) dalam membantu pemerintah dan masyarakat pada penanggulangan bencana.

Melalui pengerahan personel dan koordinasi bersama instansi terkait, TNI AL berupaya memastikan proses penyelamatan serta evakuasi masyarakat dapat berlangsung cepat dan aman.

Personel gabungan akan tetap melakukan pemantauan di lokasi pengungsian untuk mengantisipasi perkembangan situasi sekaligus mendukung kebutuhan masyarakat terdampak gempa di Kabupaten Sikka.

Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?

Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.

Lapor Kesalahan

Bacaan Lanjutan

Artikel Terkait