TNI AL dan Tim Gabungan Gagalkan Penyelundupan Satwa Dilindungi di Pelabuhan Ambon
Budi Antoni
Editor: Budi Antoni
Diperbarui: 18 Agu 2026, 16.27

Operasi tersebut melibatkan Kodaeral IX, BKSDA Maluku, Polsek Kawasan Pelabuhan Yos Sudarso, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Ambon, serta Pelindo Regional 4 Ambon.
Pengungkapan bermula ketika petugas gabungan melakukan pengawasan dan pemeriksaan rutin terhadap barang bawaan calon penumpang KM Nggapulu yang dijadwalkan berlayar menuju Ternate dan Bitung.
Saat melakukan penyisiran di terminal penumpang, petugas menemukan sejumlah kurungan berisi satwa yang ditinggalkan tanpa pemilik. Petugas kemudian melakukan pemeriksaan dan mengamankan seluruh satwa tersebut.
Enam Satwa Diamankan
Berdasarkan pemeriksaan awal, terdapat enam ekor satwa yang ditemukan, terdiri atas dua Perkicik Pelangi (Trichoglossus haematodus), dua Nuri Maluku (Eos bornea), satu Nuri Tengkuk Ungu (Lorius domicella), serta satu Kakatua Maluku (Cacatua moluccensis).
Seluruh satwa ditemukan tanpa dilengkapi dokumen resmi. Barang bukti kemudian diserahkan dan dibawa ke Kantor Bidang KSDA Wilayah I Ambon untuk proses pendataan, identifikasi jenis, dan penyelidikan lebih lanjut.
Satwa-satwa tersebut juga akan menjalani penanganan medis dan karantina sebelum nantinya dipersiapkan untuk dilepasliarkan kembali ke habitat asal sesuai prosedur yang berlaku.
Pengawasan Jalur Laut Diperketat
Dalam keterangan TNI AL, tindakan terhadap perdagangan dan pengangkutan ilegal satwa dilindungi merupakan bagian dari upaya menjaga keanekaragaman hayati Indonesia sekaligus menegakkan ketentuan di bidang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya (KSDAE).
Kasus tersebut selanjutnya ditangani oleh instansi berwenang untuk mendalami asal satwa, tujuan pengiriman, serta pihak yang bertanggung jawab atas kurungan yang ditemukan tanpa pemilik tersebut.
Keberhasilan penggagalan ini juga sejalan dengan arahan Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali untuk memperkuat pengawasan pada objek vital nasional dan jalur transportasi laut.
Sinergi TNI AL, BKSDA, kepolisian, KSOP, dan Pelindo diharapkan dapat mempersempit ruang penyelundupan serta perdagangan ilegal satwa liar melalui pelabuhan sekaligus mendukung perlindungan keanekaragaman hayati Indonesia.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

BGN Tutup 1.300 Dapur MBG Tak Penuhi Standar, Test Kit Kimiawi Disiapkan Cegah Keracunan
JAKARTA, 18 AGUSTUS 2026 — Badan Gizi Nasional (BGN) memperketat pengawasan keamanan pangan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menutup 1.300 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dinilai tida

Pemerintah Siagakan Rp5 Triliun untuk Penanganan Bencana, Anggaran Bisa Ditambah Sesuai Kebutuhan
JAKARTA, 18 AGUSTUS 2026 — Pemerintah menyiagakan sekitar Rp5 triliun dana siap pakai untuk penanganan bencana di seluruh Indonesia. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan dukungan anggaran dapat dita

Jaga Ruang Demokrasi dan Stabilitas saat BEM UI Gelar Aksi di Bundaran HI
JAKARTA, 18 AGUSTUS 2026 — Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) menjadwalkan aksi demonstrasi bertajuk “Merebut Kemerdekaan” di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Selasa (
