Satu Suara Bangsa

TNI AL dan BBKSDA Gagalkan Penyelundupan Satwa Dilindungi di Pelabuhan Sorong

Budi Antoni

Editor: Budi Antoni

16 Agu 2026, 22.25

Diperbarui: 16 Agu 2026, 22.25

TNI AL dan BBKSDA Gagalkan Penyelundupan Satwa Dilindungi di Pelabuhan Sorong
Dokumentasi Satu Suara Bangsa TNI AL dan BBKSDA Gagalkan Penyelundupan Satwa Dilindungi di Pelabuhan Sorong
SORONG, 14 AGUSTUS 2026 — Tim Gabungan Pengamanan Pelabuhan Pelni Kodaeral XIV Sorong bersama Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua Barat Daya menggagalkan dugaan penyelundupan sejumlah satwa dilindungi melalui KM Dobonsolo yang bersandar di Pelabuhan Sorong, Kota Sorong, Jumat (14/8/2026).

Tim gabungan yang terdiri atas Denintel dan Pomal Kodaeral XIV serta Tim BBKSDA Papua Barat Daya Bidang KSDA Wilayah I Sorong mengamankan satu burung Kakatua Koki, satu ular Sanca Hijau, satu Tupai Terbang Papua, serta lima burung Pergam atau Merpati Hutan. Satwa tersebut ditemukan tanpa dilengkapi dokumen resmi.

Hingga pemeriksaan awal dilakukan, identitas pemilik satwa tersebut belum diketahui.

Satwa Ditemukan dalam Tas Jinjing

Pengungkapan bermula ketika tim gabungan melakukan pengawasan terhadap aktivitas penumpang dan barang bawaan di KM Dobonsolo. Petugas kemudian mencurigai seorang buruh pelabuhan yang membawa barang dan melakukan pemeriksaan.

Dari pemeriksaan tersebut, petugas menemukan sejumlah satwa yang disembunyikan di dalam tas jinjing. Seluruh satwa kemudian diamankan untuk mencegah dugaan penyelundupan dan perdagangan ilegal.

Satwa selanjutnya dibawa ke Kantor Bidang KSDA Wilayah I Sorong untuk menjalani pemeriksaan, pendataan, serta pengelompokan berdasarkan jenisnya.

Berdasarkan pemeriksaan awal petugas, satwa tersebut diduga akan diperjualbelikan di daerah tujuan pelayaran. Modus yang digunakan diduga dengan menyembunyikan satwa di dalam tas serta memanfaatkan jasa buruh pelabuhan untuk membawanya melewati area pemeriksaan.

Kodaeral XIV Perkuat Pengawasan Pelabuhan

Komandan Kodaeral XIV Sorong Laksamana Muda TNI Djatmoko menegaskan pihaknya berkomitmen mendukung pengawasan dan penegakan hukum terhadap perdagangan satwa liar dilindungi.

“Kami berkomitmen untuk mendukung langkah pengawasan serta penegakan hukum terhadap perdagangan satwa dilindungi, karena dapat mengancam kelestarian keanekaragaman hayati,” ujar Djatmoko.

Menurutnya, pengawasan di kawasan pelabuhan menjadi bagian penting dalam mencegah satwa dilindungi keluar dari habitat asal melalui jalur transportasi laut.

Sinergi TNI AL dan BBKSDA Lindungi Keanekaragaman Hayati

Djatmoko mengatakan keberhasilan pengungkapan tersebut merupakan hasil koordinasi antara Kodaeral XIV Sorong dan BBKSDA Papua Barat Daya.

“Ini adalah buah dari sinergi Kodaeral XIV bersama BBKSDA Papua Barat Daya dengan tujuan memperkuat pengawasan di wilayah pelabuhan serta mencegah perdagangan dan penyelundupan satwa dilindungi secara ilegal,” katanya.

Temuan tersebut selanjutnya ditangani otoritas terkait untuk pemeriksaan lebih lanjut, termasuk penelusuran pihak yang membawa maupun pemilik satwa.

Pengawasan terhadap pergerakan barang melalui Pelabuhan Sorong diharapkan terus diperkuat sebagai bagian dari upaya mencegah perdagangan ilegal satwa liar sekaligus menjaga keanekaragaman hayati Papua.

Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?

Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.

Lapor Kesalahan

Bacaan Lanjutan

Artikel Terkait