TNI AD Perkuat Penanganan Gempa NTT dengan Starlink, Tangki Air dan Peralatan Lapangan
Budi Antoni
Editor: Budi Antoni
Diperbarui: 17 Agu 2026, 19.41

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengatakan distribusi bantuan logistik dari unsur TNI maupun kementerian dan lembaga terkait telah berjalan ke sejumlah wilayah terdampak.
TNI AD selanjutnya melakukan pemetaan kebutuhan untuk mengetahui fasilitas dan perlengkapan yang masih belum terpenuhi sehingga bantuan tambahan dapat diberikan secara tepat sasaran.
“Segala bentuk bantuan sudah berjalan. Baik dari unsur TNI lainnya maupun kementerian terkait telah mengirimkan logistik. Dari sisi Angkatan Darat, kami melengkapi terutama di bidang komunikasi, sehingga kami kirimkan perangkat Starlink,” kata Maruli di halaman Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (17/8/2026).
Starlink Dukung Komunikasi di Wilayah Terdampak
Pengiriman perangkat Starlink diarahkan untuk mendukung kebutuhan komunikasi selama proses tanggap darurat. Ketersediaan jaringan komunikasi menjadi salah satu kebutuhan penting untuk membantu koordinasi personel, distribusi logistik, serta pertukaran informasi dari wilayah terdampak.
Selain komunikasi, TNI AD memberikan perhatian terhadap kebutuhan air bersih dengan menyiapkan tangki air untuk mendukung masyarakat maupun personel yang bekerja di lokasi bencana.
Maruli mengatakan kebutuhan sederhana yang memiliki fungsi penting di lapangan juga harus diperhatikan dalam proses penanganan pascagempa.
“Sering kali kebutuhan yang sederhana justru terlewatkan, seperti cangkul dan sekop. Demikian pula dengan tangki air yang justru sangat dibutuhkan,” ujarnya.
Pemetaan Kebutuhan Dilakukan agar Bantuan Tepat Sasaran
Menurut Maruli, pemetaan diperlukan untuk menghindari penumpukan bantuan pada satu jenis kebutuhan sekaligus memastikan kekurangan yang ditemukan di lapangan dapat segera dilengkapi.
“Oleh karena itu, kami memetakan apa yang sudah terpenuhi dan apa yang masih kurang agar bisa kami penuhi dari sisi lain,” kata Maruli.
Peralatan seperti cangkul dan sekop dapat digunakan untuk membantu pembersihan material dan penataan lokasi terdampak, sementara tangki air diperlukan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
Langkah tersebut melengkapi dukungan yang sebelumnya telah disalurkan berbagai unsur pemerintah dan TNI dalam penanganan bencana di NTT.
Melalui pemetaan kebutuhan dan pengiriman perlengkapan tambahan, TNI AD berupaya memastikan dukungan yang diberikan menyesuaikan kondisi aktual di lapangan sehingga dapat membantu mempercepat penanganan dampak gempa serta memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

382 Warga Binaan Lapas Pariaman Terima Remisi HUT ke-81 RI, Satu Orang Langsung Bebas
PARIAMAN, 17 AGUSTUS 2026 — Sebanyak 382 warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pariaman menerima remisi dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin

BGN Tutup 1.300 Dapur MBG Tak Sesuai Standar, Pengawasan Daerah Diperketat
JAKARTA, 17 AGUSTUS 2026 — Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengungkapkan telah menutup sekitar 1.300 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam tiga pekan seja

TNI AD Bangun 16 Sumur Bor di Teluk Wondama Bantu Warga Hadapi Krisis Air Bersih
TELUK WONDAMA — TNI Angkatan Darat melalui Komando Resor Militer (Korem) 182/Jazirah Onim telah membangun 16 titik sumur bor di Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat, untuk membantu masyarakat memperoleh akses a
