TNI AD Kerahkan Mobil RO Atasi Krisis Air Bersih di Makassar, Produksi 3.000 Liter Air Minum per Hari
Budi Antoni
Editor: Budi Antoni
Diperbarui: 21 Agu 2026, 15.01

Berdasarkan keterangan Pusat Zeni Angkatan Darat (Pusziad), kendaraan RO tersebut digunakan untuk mengolah air baku menjadi air yang layak dikonsumsi. Air hasil pengolahan kemudian didistribusikan secara gratis kepada masyarakat.
Mobil RO Yonzipur 8/SMG memiliki kapasitas pengolahan mencapai 3.000 liter air per hari. Keberadaan fasilitas bergerak tersebut memungkinkan produksi air minum dilakukan lebih dekat dengan masyarakat yang mengalami keterbatasan pasokan air bersih.
Air Bersih Gratis untuk Warga
Komandan Batalion Zeni Tempur 8/SMG Letnan Kolonel Czi Vispayudha Auguzta mengatakan pengerahan kendaraan RO merupakan bagian dari upaya TNI AD membantu mengatasi kesulitan masyarakat.
“Kami hadir bukan hanya saat perang. Saat rakyat kesulitan air, Yonzipur 8/SMG juga harus ada di garis depan. Terlihat warga menyambut antusias. Bantuan air bersih ini sangat membantu untuk minum, memasak, dan menjaga kesehatan keluarga di musim kemarau,” kata Vispayudha.
Yonzipur 8/SMG juga menyatakan distribusi air bersih akan terus dilakukan untuk membantu masyarakat selama kondisi kekeringan berlangsung hingga memasuki musim hujan.
Bantuan tersebut dapat digunakan warga untuk memenuhi berbagai kebutuhan dasar, terutama air minum, memasak, dan kebutuhan rumah tangga.
Teknologi RO Ubah Air Baku Menjadi Layak Konsumsi
Teknologi reverse osmosis menggunakan sistem penyaringan berdaya saring tinggi. Berdasarkan penjelasan dalam sumber yang diberikan, teknologi tersebut mampu menyaring molekul berukuran besar, ion, serta sejumlah kontaminan sehingga menghasilkan air yang dapat dikonsumsi.
Penggunaan kendaraan RO juga memberikan fleksibilitas karena fasilitas pengolahan air dapat digerakkan menuju wilayah yang mengalami krisis air. Teknologi serupa sebelumnya juga disebut pernah dikerahkan TNI AD dalam penanganan bencana di Sumatra.
Pengerahan Mobil RO di Makassar menjadi bagian dari dukungan TNI AD dalam membantu penanganan dampak kekeringan. Dengan kemampuan menghasilkan hingga 3.000 liter air per hari, fasilitas tersebut diharapkan membantu menjaga ketersediaan air layak konsumsi bagi masyarakat Kecamatan Tallo selama musim kemarau.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Babinsa dan Warga Gotong Royong Bersihkan Material Longsor di Lumajang, Akses Jalan Kembali Aman
LUMAJANG, 19 AGUSTUS 2026 — Babinsa Wonocempokoayu Koramil 0821-03/Senduro Serda Taufiq bersama pemerintah desa dan masyarakat bergotong royong membersihkan material longsor yang menutupi bahu jalan di tikungan

PMK Kodaeral XI Padamkan Kebakaran Lahan di Merauke, Cegah Api Merembet ke Permukiman
MERAUKE, 19 AGUSTUS 2026 — Petugas Pemadam Kebakaran (PMK) Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) XI bergerak cepat menangani kebakaran lahan kosong di kawasan Jalan Naori, Merauke, Rabu malam (19/8/2026). Keb

TNI Kerahkan 4.477 Personel dan 27 Alutsista, 251 Ton Bantuan Disalurkan untuk Korban Gempa NTT
JAKARTA, 19 AGUSTUS 2026 — Tentara Nasional Indonesia (TNI) terus memperkuat operasi kemanusiaan untuk membantu penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Hingga hari kelima penanganan, sebanyak
