Satu Suara Bangsa

TNI AD Bangun 16 Sumur Bor di Teluk Wondama Bantu Warga Hadapi Krisis Air Bersih

Budi Antoni

Editor: Budi Antoni

17 Agu 2026, 20.01

Diperbarui: 17 Agu 2026, 20.01

TNI AD Bangun 16 Sumur Bor di Teluk Wondama Bantu Warga Hadapi Krisis Air Bersih
Dokumentasi Satu Suara Bangsa TNI AD Bangun 16 Sumur Bor di Teluk Wondama Bantu Warga Hadapi Krisis Air Bersih
TELUK WONDAMA — TNI Angkatan Darat melalui Komando Resor Militer (Korem) 182/Jazirah Onim telah membangun 16 titik sumur bor di Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat, untuk membantu masyarakat memperoleh akses air bersih di tengah kondisi kemarau yang menyebabkan sejumlah sumber air permukaan menyusut hingga mengering.

Komandan Korem 182/Jazirah Onim Kolonel Inf Irwan Budiana mengatakan pembangunan tersebut merupakan bagian dari Program TNI Manunggal Air sekaligus wujud kehadiran TNI AD dalam membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

“Yang dikerjakan TNI AD di Teluk Wondama, yaitu membangun 16 titik sumur bor. Satu titik itu bisa dinikmati 45 kepala keluarga dan 200 jiwa,” ujar Irwan.

Dengan kapasitas tersebut, 16 sumur bor berpotensi memberikan akses air bersih bagi sekitar 720 kepala keluarga atau 3.200 jiwa apabila setiap titik dimanfaatkan sesuai perkiraan yang disampaikan Korem.

Ditargetkan Bertambah Sekitar 30 Titik

Program TNI Manunggal Air di Teluk Wondama masih akan dilanjutkan. Menurut Irwan, permintaan pembangunan tambahan telah disampaikan sejumlah tokoh masyarakat dan pihak gereja dengan target penambahan kurang lebih 30 titik sumur bor.

Pengembangan tersebut direncanakan melalui sinergi bersama Pemerintah Kabupaten Teluk Wondama serta dukungan kepolisian agar pembangunan dapat menjangkau masyarakat di daerah terpencil.

“Kita sama-sama berkolaborasi untuk membangun sumur bor di tempat-tempat terpencil supaya masyarakat tidak kesulitan mendapatkan akses air bersih,” katanya.

Bupati Teluk Wondama Elysa Auri mengapresiasi pembangunan 16 sumber air bersih tersebut. Menurutnya, keberadaan sumur bor semakin dibutuhkan karena kondisi kemarau menyebabkan debit sejumlah sumber air permukaan berkurang.

“Apalagi, saat ini kondisi sangat panas. Di Wondama ini ada beberapa kali yang sudah kering, jadi sumur bor sangat dibutuhkan,” ujar Elysa.

Jemaat Akhiri Ketergantungan 14 Tahun pada Air Sungai

Manfaat pembangunan juga dirasakan Jemaat Kasih Karunia Allah di Kampung Wasior II. Pemimpin jemaat Pendeta Barnabas Desianto mengatakan selama 14 tahun masyarakat setempat mengandalkan air permukaan dari sungai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Selama 14 tahun kami selalu menggunakan air permukaan, yakni air kali. Tetapi, dengan bantuan ini, kami akhirnya memiliki air bersih,” katanya.

Sumur bor tersebut telah menjalani pengujian selama dua hari dua malam sebelum diresmikan. Masyarakat berharap pembangunan serupa dapat diperluas ke wilayah dan gereja lain yang masih menghadapi keterbatasan sumber air.

Kelanjutan Program TNI Manunggal Air dengan target tambahan sekitar 30 titik diharapkan semakin memperluas akses air bersih, terutama bagi masyarakat Teluk Wondama yang tinggal di wilayah terpencil dan terdampak kemarau.

Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?

Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.

Lapor Kesalahan

Bacaan Lanjutan

Artikel Terkait