TMMD Tahap III 2026 di Bantul Tuntas Akses Jalan Baru Dibuka untuk Dorong Ekonomi Warga
Budi Antoni
Editor: Budi Antoni
Diperbarui: 16 Agu 2026, 11.16

Upacara penutupan berlangsung di Lapangan Sepak Bola Ngenep, Kalurahan Terong, Kamis (13/8/2026), dengan Komandan Korem 072/Pamungkas Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono bertindak sebagai inspektur upacara.
Kegiatan turut dihadiri Komandan Kodim 0729/Bantul Letkol Kav Fikri Nurheldi serta unsur TNI, Polri, Pemerintah Kabupaten Bantul, dan masyarakat. Hasil pelaksanaan TMMD kemudian diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Bantul melalui Asisten III Bidang Administrasi Umum.
Buka Jalan Baru Sepanjang 500 Meter
Salah satu sasaran utama TMMD adalah pembukaan akses jalan baru sepanjang 500 meter dengan lebar 4 meter. Infrastruktur tersebut dibangun untuk meningkatkan konektivitas sekaligus memperlancar mobilitas masyarakat Padukuhan Rejosari.
Pembangunan juga mencakup pengerjaan cor blok sepanjang 650 meter dengan ketebalan 10 sentimeter dan lebar 70 sentimeter serta pembangunan talud penguat jalan sepanjang 130 meter, lebar 30 sentimeter, dan tinggi 1,3 meter.
Selain infrastruktur jalan, program TMMD turut menyasar perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas tempat tinggal masyarakat.
Danrem 072/Pamungkas Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat sehingga pelaksanaan TMMD dapat diselesaikan dengan aman dan lancar.
“Kerja sama antara TNI, Polri, Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah dalam memadukan dan memajukan percepatan pembangunan di daerah diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat di daerah,” ujar Yuniar.
Pembangunan Fisik Diiringi Pemberdayaan Masyarakat
TMMD Tahap III tidak hanya diarahkan pada pembangunan infrastruktur. Sejumlah program nonfisik juga dilaksanakan untuk memperkuat kapasitas masyarakat.
Kegiatan tersebut meliputi penyuluhan wawasan kebangsaan dan bela negara, hukum dan kamtibmas, kesehatan, pencegahan stunting, posyandu, pemberdayaan masyarakat hingga edukasi mengenai keamanan di ruang digital.
Menurut Yuniar, pembangunan dari wilayah perdesaan menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat sekaligus mengurangi kesenjangan pembangunan.
“Dari desa inilah kita angkat, memperbaiki bersama-sama untuk kesuksesan dan ekonomi yang lebih baik,” katanya.
Infrastruktur Diharapkan Gerakkan Ekonomi Desa
Pembukaan jalan baru dan peningkatan kualitas akses di Padukuhan Rejosari diharapkan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Akses yang semakin baik dapat mendukung mobilitas warga sekaligus memperlancar kegiatan sosial dan perekonomian setempat.
Program tersebut sekaligus menunjukkan pola pembangunan berbasis gotong royong melalui kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat.
Dengan berakhirnya TMMD Tahap III Tahun 2026, hasil pembangunan selanjutnya menjadi bagian dari fasilitas masyarakat yang diharapkan dapat dimanfaatkan dan dipelihara secara berkelanjutan. Brigjen Yuniar juga mengingatkan seluruh personel yang telah menyelesaikan tugas untuk tetap memperhatikan faktor keamanan saat kembali ke satuan dan daerah masing-masing.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

TMMD ke-129 Kubu Raya Tuntas Jalan Beton 499 Meter Perkuat Akses dan Mobilitas Warg
KUBU RAYA, 14 AGUSTUS 2026 — Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Imbangan ke-129 Tahun Anggaran 2026 Kodim 1207/Pontianak resmi ditutup setelah menuntaskan sejumlah sasaran pembangunan di Kecamatan Sung

TMMD Gunungkidul Tuntas Jalan Beton 575 Meter Perkuat Akses Warga Umbulrejo
GUNUNGKIDUL, 13 AGUSTUS 2026 — Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap III Tahun Anggaran 2026 di wilayah Kodim 0730/Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, resmi ditutup setelah seluruh s

TMMD ke-129 Berakhir Warga Ledok Tempuro Diajak Rawat Infrastruktur Secara Berkelanjutan
LUMAJANG, 13 AGUSTUS 2026 — Berakhirnya program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 di Desa Ledok Tempuro, Kecamatan Randuagung, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, menjadi awal tanggung jawab masyarakat unt
