TMMD Sengkuyung Tahap III Boyolali Tuntas Jalan Beton Buka Akses Pertanian Warga
Budi Antoni
Editor: Budi Antoni
Diperbarui: 16 Agu 2026, 15.26

Upacara penutupan berlangsung pada Kamis (13/8/2026) dan dipimpin Kepala Staf Kodim 0724/Boyolali Mayor Inf Sri Suraya selaku inspektur upacara. Dalam amanat Pangdam IV/Diponegoro yang dibacakannya, disampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi sehingga pelaksanaan TMMD berjalan aman, lancar, dan sukses.
TMMD Tahun 2026 mengusung tema “TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa”, yang menempatkan desa sebagai salah satu fondasi penting dalam mendorong pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Jalan Beton Perkuat Akses Warga dan Pertanian
Salah satu hasil pembangunan yang diresmikan setelah upacara penutupan adalah jalan beton di Desa Bercak. Infrastruktur tersebut diharapkan memberikan akses yang lebih baik bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Keberadaan jalan beton juga diharapkan mempermudah akses menuju kawasan pertanian dan perkebunan sehingga mobilitas petani maupun distribusi hasil produksi menjadi lebih lancar.
Pembangunan tersebut menjadi bagian dari upaya TMMD menghadirkan infrastruktur yang manfaatnya dapat dirasakan langsung masyarakat sekaligus mendukung aktivitas perekonomian desa.
Pangdam IV/Diponegoro melalui amanatnya juga menekankan pentingnya menjaga seluruh fasilitas yang telah dibangun. Masyarakat diharapkan ikut merawat dan memanfaatkan infrastruktur secara optimal agar manfaatnya dapat bertahan dalam jangka panjang.
Pembangunan Fisik Diiringi Pemberdayaan Masyarakat
TMMD Sengkuyung Tahap III di Boyolali tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik. Berbagai kegiatan nonfisik turut dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan kualitas kehidupan masyarakat.
Program tersebut antara lain mencakup penyuluhan wawasan kebangsaan, administrasi kependudukan, serta berbagai kegiatan edukatif lainnya.
Pendekatan pembangunan fisik dan nonfisik tersebut diarahkan untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia sekaligus mendukung ketahanan wilayah.
Selama pelaksanaan TMMD, masyarakat Desa Bercak juga terlibat aktif dalam berbagai tahapan pembangunan. Gotong royong antara personel TNI dan warga menjadi bagian penting dalam penyelesaian sasaran program.
Gotong Royong Jadi Modal Pembangunan Desa
Berakhirnya TMMD Sengkuyung Tahap III Tahun 2026 tidak sekaligus mengakhiri semangat kebersamaan yang telah terbentuk selama program berlangsung. Kolaborasi antara TNI, Pemerintah Kabupaten Boyolali, dan masyarakat diharapkan terus dilanjutkan dalam pembangunan desa.
Jalan beton yang telah selesai dibangun menjadi salah satu infrastruktur yang diharapkan dapat memperlancar mobilitas, membuka akses menuju lahan pertanian dan perkebunan, serta mendukung kegiatan ekonomi masyarakat Desa Bercak.
Melalui TMMD, semangat gotong royong dan kemanunggalan TNI dengan rakyat diharapkan menjadi modal sosial untuk mendorong Desa Bercak semakin maju, mandiri, dan sejahtera.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Pemerintah Tertibkan Lokasi Kopdes Merah Putih Target 35 Ribu Unit Beroperasi September 2026
JAKARTA, 14 AGUSTUS 2026 — Pemerintah terus mempercepat pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih) sekaligus mengevaluasi lokasi pembangunan yang dinilai tidak sesuai ketentuan. Menteri Koordina

SPPG Margomulyo Perkuat Pengawasan Telur Lokal untuk Jaga Kualitas Program MBG
SLEMAN, 14 AGUSTUS 2026 — Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Margomulyo, Kapanewon Seyegan, memperkuat pengawasan kualitas bahan pangan untuk mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pengaw

BGN Terapkan Batas Konsumsi MBG Maksimal Empat Jam Perkuat Keamanan Pangan Siswa
JAKARTA, 11 AGUSTUS 2026 — Badan Gizi Nasional (BGN) memberlakukan ketentuan baru dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan mewajibkan makanan dikonsumsi maksimal empat jam setelah selesai dim
