TMMD Sengkuyung 2026 di Jepara Tuntas Jalan Usaha Tani dan Tiga RTLH Jadi Sasaran Pembangunan
Budi Antoni
Editor: Budi Antoni
Diperbarui: 16 Agu 2026, 20.33

Pelaksanaan TMMD berlangsung sejak 15 Juli hingga 13 Agustus 2026 dengan menyasar pembangunan infrastruktur sekaligus berbagai program pemberdayaan masyarakat.
Upacara penutupan dipimpin Komandan Kodim 0719/Jepara Letkol Arm Ranna Hidfitriyadi. Hadir pula Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar yang mewakili Bupati Jepara H. Witiarso Utomo serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jepara.
Dalam amanat Pangdam IV/Diponegoro yang disampaikan Dandim Jepara, TMMD ditegaskan tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat kolaborasi dan semangat gotong royong.
“TMMD bukan sekadar program pembangunan fisik, melainkan wadah utama untuk menyatukan langkah, memperkuat sinergi lintas sektor, serta merawat semangat gotong royong antara TNI, Polri, Pemerintah Daerah, dan masyarakat demi membangun negeri dari desa,” demikian amanat Pangdam IV/Diponegoro.
Jalan Usaha Tani dan Tiga RTLH Jadi Sasaran
Pada sektor infrastruktur, TMMD Sengkuyung Tahap III menyelesaikan pembangunan dan rabat beton jalan usaha tani di dua titik di Desa Kedungleper.
Peningkatan jalan usaha tani tersebut diarahkan untuk mendukung akses masyarakat menuju kawasan pertanian sekaligus membantu mobilitas warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Program TMMD juga merehabilitasi tiga unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik warga. Rehabilitasi dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas hunian dan kesejahteraan masyarakat penerima manfaat.
Pembangunan fisik tersebut diharapkan memberikan manfaat jangka panjang, terutama dalam mendukung aktivitas produktif masyarakat Desa Kedungleper.
Pemberdayaan Masyarakat Jadi Bagian TMMD
Selain pembangunan infrastruktur, TMMD juga menjalankan sejumlah kegiatan nonfisik untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas kehidupan masyarakat.
Program tersebut mencakup penyuluhan wawasan kebangsaan dan bela negara, donor darah, pelayanan kesehatan, intervensi pencegahan stunting, serta edukasi pendidikan.
Masyarakat juga menerima bantuan benih ikan, bibit tanaman, vaksinasi ternak, serta pelatihan kewirausahaan. Berbagai kegiatan tersebut diarahkan untuk mendukung kemandirian sekaligus memperkuat potensi ekonomi masyarakat setempat.
Dengan kombinasi pembangunan fisik dan pemberdayaan masyarakat, TMMD diharapkan tidak berhenti pada penyediaan fasilitas, tetapi turut memberikan dampak terhadap peningkatan kapasitas warga.
Kartu Identitas Anak Diserahkan kepada Warga
Rangkaian penutupan TMMD turut ditandai dengan penyerahan Kartu Identitas Anak (KIA) kepada perwakilan anak Desa Kedungleper.
KIA diserahkan Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar bersama Dandim 0719/Jepara Letkol Arm Ranna Hidfitriyadi.
Keterlibatan pemerintah daerah, TNI, Polri, serta masyarakat selama pelaksanaan program menjadi bagian dari upaya membangun desa melalui pendekatan lintas sektor.
Hasil Pembangunan Diharapkan Dijaga Bersama
Berakhirnya TMMD Sengkuyung Tahap III Tahun 2026 menjadi penanda selesainya rangkaian kegiatan selama satu bulan, tetapi pemanfaatan hasil pembangunan selanjutnya berada di tangan masyarakat.
Jalan usaha tani, RTLH yang telah direhabilitasi, serta berbagai program pemberdayaan diharapkan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi warga Desa Kedungleper.
Semangat gotong royong yang terbentuk selama TMMD juga diharapkan terus dipertahankan sebagai modal bersama untuk mendukung pembangunan desa yang semakin maju, mandiri, dan sejahtera.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

TNI AL dan BBKSDA Gagalkan Penyelundupan Satwa Dilindungi di Pelabuhan Sorong
SORONG, 14 AGUSTUS 2026 — Tim Gabungan Pengamanan Pelabuhan Pelni Kodaeral XIV Sorong bersama Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua Barat Daya menggagalkan dugaan penyelundupan sejumlah satwa d

Kopdes Merah Putih Ditargetkan Mulai Beroperasi September Jadi Hub Subsidi dan Bansos
JAKARTA, 14 AGUSTUS 2026 — Pemerintah menargetkan implementasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) mulai berjalan paling lambat awal September 2026. Koperasi tersebut dipersiapkan menjadi i

Prabowo Targetkan 30.000 Koperasi Merah Putih Beroperasi pada Akhir 2026
JAKARTA, 14 AGUSTUS 2026 — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menargetkan sebanyak 30.000 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) berdiri dan beroperasi dengan baik di seluruh Indonesia pada akhir 2026. Peng
