Satu Suara Bangsa

TMMD ke-129 Berakhir Warga Ledok Tempuro Diajak Rawat Infrastruktur Secara Berkelanjutan

Budi Antoni

Editor: Budi Antoni

16 Agu 2026, 11.20

Diperbarui: 16 Agu 2026, 11.20

TMMD ke-129 Berakhir Warga Ledok Tempuro Diajak Rawat Infrastruktur Secara Berkelanjutan
Dokumentasi Satu Suara Bangsa TMMD ke-129 Berakhir Warga Ledok Tempuro Diajak Rawat Infrastruktur Secara Berkelanjutan
LUMAJANG, 13 AGUSTUS 2026 — Berakhirnya program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 di Desa Ledok Tempuro, Kecamatan Randuagung, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, menjadi awal tanggung jawab masyarakat untuk menjaga dan merawat berbagai infrastruktur yang telah dibangun. Pemeliharaan diperlukan agar manfaat pembangunan dapat terus dirasakan dalam jangka panjang.

TMMD ke-129 berlangsung selama 30 hari sejak 15 Juli hingga 13 Agustus 2026. Seluruh sasaran fisik yang ditetapkan berhasil direalisasikan 100 persen melalui kolaborasi TNI, Polri, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat.

Wakil Bupati Lumajang Yudha Adji Kusuma mengatakan keberlanjutan pembangunan tidak hanya bergantung pada kualitas infrastruktur, tetapi juga kepedulian masyarakat dalam memanfaatkan dan memeliharanya setelah TMMD selesai.

“Pembangunan fisik harus berjalan beriringan dengan pembangunan sumber daya manusia. Ketika infrastrukturnya semakin baik dan masyarakatnya semakin berdaya, dampaknya akan lebih besar bagi kemajuan desa,” ujar Yudha saat penutupan TMMD di Lapangan Desa Ledok Tempuro, Kamis (13/8/2026).

Jalan dan Drainase Rampung 100 Persen

Sasaran fisik TMMD ke-129 di Ledok Tempuro meliputi pembangunan jalan rabat beton sepanjang 840 meter, drainase sepanjang 310 meter, serta gorong-gorong sepanjang 5 meter.

Seluruh pembangunan tersebut telah selesai 100 persen dan selanjutnya dapat dimanfaatkan masyarakat untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Pemerintah daerah mendorong warga menjaga kondisi dan kebersihan fasilitas agar tetap berfungsi secara optimal.

Yudha juga mengapresiasi seluruh unsur yang terlibat selama satu bulan pelaksanaan TMMD.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Lumajang, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh jajaran TNI, Polri, pemerintah desa, serta masyarakat. Semangat kolaborasi ini harus terus dilanjutkan untuk membangun Lumajang,” katanya.

Sebelas Kegiatan Nonfisik Berdayakan Masyarakat

Selain pembangunan infrastruktur, TMMD ke-129 merealisasikan 11 kegiatan nonfisik sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas masyarakat Desa Ledok Tempuro.

Program tersebut mencakup pelayanan kesehatan, administrasi kependudukan, pelayanan keluarga berencana, penyuluhan UMKM dan kewirausahaan, kesiapsiagaan bencana, keamanan dan ketertiban masyarakat, edukasi antinarkoba, hingga pelatihan kedisiplinan dan bela negara.

Pelaksanaan program fisik dan nonfisik secara bersamaan diarahkan agar pembangunan desa tidak hanya menghasilkan fasilitas baru, tetapi juga diikuti peningkatan kapasitas masyarakat sebagai penerima manfaat.

Gotong Royong Didorong Berlanjut Setelah TMMD

Perwira Akomodasi/Liaison Officer TNI AU Letkol Tek Machfud Djunaedi menegaskan berakhirnya TMMD bukan berarti tanggung jawab terhadap hasil pembangunan ikut selesai.

“Tanamkan rasa memiliki dan terus lestarikan semangat gotong royong yang telah tumbuh selama pelaksanaan TMMD,” ujar Machfud.

Menurutnya, rasa memiliki menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan fasilitas karena seluruh infrastruktur tersebut dibangun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Dengan berakhirnya TMMD ke-129, masyarakat Ledok Tempuro diharapkan melanjutkan semangat gotong royong yang terbentuk selama program berlangsung. Pemeliharaan jalan, drainase, dan fasilitas lainnya secara bersama-sama menjadi langkah penting agar hasil pembangunan tetap berfungsi dan memberikan manfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang.

Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?

Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.

Lapor Kesalahan

Bacaan Lanjutan

Artikel Terkait