Sumenep Siapkan Lahan 7,1 Hektare untuk Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen
Budi Antoni
Editor: Budi Antoni
Diperbarui: 10 Agu 2026, 11.05

Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Sumenep R. Erwien Hendra Laksmono mengatakan lokasi tersebut merupakan lahan kedua yang diajukan setelah lokasi sebelumnya dinilai belum memenuhi persyaratan pembangunan Sekolah Rakyat.
“Status lahan milik Pemkab dengan luas 7,1 hektare,” ujar Erwien dalam keterangannya, Minggu (9/8/2026).
Lahan tersebut telah ditinjau bersama Staf Khusus Menteri Sosial Ishaq Zubaedi Raqib, Tenaga Ahli Menteri Ahmad Rifai, jajaran Pemerintah Kabupaten Sumenep, serta instansi teknis terkait. Pemerintah daerah selanjutnya menyiapkan pengajuan resmi kepada Kementerian Sosial agar proses pembangunan dapat segera ditindaklanjuti.
Proposal Segera Diajukan ke Kemensos
Pemkab Sumenep telah menyiapkan dokumen dan proposal pengajuan pembangunan Sekolah Rakyat permanen. Dokumen tersebut akan disampaikan langsung kepada Sekretariat Bersama Sekolah Rakyat di Kementerian Sosial.
“Proposal akan langsung dikirim. Kepala dinas sosial dan PU akan segera ke Jakarta,” kata Erwien.
Pemerintah daerah berharap tahapan administrasi dapat segera diselesaikan sehingga pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Sumenep dapat dimulai pada 2026.
Secara geografis, lahan yang disiapkan berada di seberang Universitas Wiraraja dan tidak jauh dari Jalan Trunojoyo yang menjadi bagian dari akses utama di wilayah tersebut. Kondisi lahan relatif datar dan telah memiliki akses kendaraan melalui jalan desa.
“Tinggal diuruk dan diperluas saja,” ujar Erwien.
Pemkab Sumenep Didorong Bentuk Sekretariat Bersama
Staf Khusus Menteri Sosial Ishaq Zubaedi Raqib mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Sumenep yang mengalihkan lahan milik daerah untuk mendukung pembangunan Sekolah Rakyat.
Menurut Ishaq, kesiapan lahan menunjukkan dukungan pemerintah daerah terhadap program Sekolah Rakyat yang diarahkan untuk memberikan akses pendidikan kepada anak-anak dari keluarga prasejahtera sekaligus menjadi bagian dari upaya pengentasan kemiskinan.
“Sumenep sudah ikhtiar siapkan lahan yang awalnya untuk sport center diubah untuk Sekolah Rakyat, ini iktikad baik Pak Bupati terlibat secara aktif memastikan program prioritas Presiden,” kata Ishaq.
Sementara itu, Tenaga Ahli Menteri Sosial Ahmad Rifai mendorong Pemkab Sumenep membentuk sekretariat bersama agar proses pemenuhan persyaratan dan koordinasi antarlembaga dapat dilakukan lebih cepat.
“Sekber akan mempercepat koordinasi dinas PU, dinas pendidikan, dinas sosial, dinas pertanian dan Katim PKH. Jadi konsolidasi nanti enak lengkap, konsolidasi persyaratan bisa cepat,” ujar Rifai.
Sekolah Permanen Perluas Daya Tampung
Sekolah Rakyat permanen tersebut dipersiapkan untuk mendukung keberlanjutan pendidikan peserta didik yang saat ini mengikuti pembelajaran di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 49 Sumenep di Gedung Sanggar Kegiatan Belajar Kecamatan Batuan.
SRT 49 Sumenep telah beroperasi sejak 2025 dengan jumlah peserta didik sebanyak 76 siswa pada jenjang sekolah dasar dan sekolah menengah pertama. Karena masih berstatus rintisan dan menggunakan fasilitas SKB, kapasitas penerimaan siswa masih terbatas.
Pembangunan gedung permanen diharapkan dapat meningkatkan kapasitas layanan pendidikan sehingga lebih banyak anak dari keluarga yang menjadi sasaran program dapat memperoleh kesempatan mengikuti Sekolah Rakyat.
Keberadaan fasilitas permanen juga memungkinkan penyediaan sarana pendidikan dan penunjang yang lebih memadai untuk mendukung kegiatan belajar, pembinaan karakter, serta kebutuhan peserta didik selama menjalani pendidikan.
Sekolah Rakyat Dukung Pemerataan Pendidikan
Penyediaan lahan oleh pemerintah daerah menjadi salah satu tahapan penting dalam pembangunan Sekolah Rakyat permanen. Kolaborasi pemerintah pusat dan daerah diperlukan agar pembangunan fasilitas dapat dilakukan sesuai persyaratan teknis serta kebutuhan peserta didik.
Program Sekolah Rakyat menjadi bagian dari kebijakan pemerintah untuk menjangkau anak-anak dari keluarga prasejahtera, termasuk mereka yang menghadapi keterbatasan ekonomi dalam memperoleh pendidikan yang layak.
Pemkab Sumenep selanjutnya akan melanjutkan proses pengajuan lahan dan berkoordinasi dengan Kementerian Sosial serta instansi terkait. Pemerintah daerah berharap pembangunan Sekolah Rakyat permanen dapat segera direalisasikan sehingga kapasitas pendidikan yang saat ini tersedia melalui SRT 49 Sumenep dapat diperluas dan manfaat program menjangkau lebih banyak anak di Kabupaten Sumenep.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

TMMD ke-129 Palembang Kebut Pembangunan Jalan 750 Meter untuk Perkuat Akses Warga
PALEMBANG, 10 AGUSTUS 2026 — Satuan Tugas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0418/Palembang terus mempercepat pembangunan jalan sepanjang 750 meter di Kelurahan Talang Jambe, Kecamatan Sukarami, K

Satgas TMMD dan Warga Kesongo Bersihkan Sungai Antisipasi Banjir Saat Musim Hujan
BOJONEGORO, 10 AGUSTUS 2026 — Satuan Tugas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0813/Bojonegoro bersama masyarakat Dusun Mundu, Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, bergotong ro

TMMD ke-129 Ponorogo Dikebut Dansatgas Pastikan Seluruh Proyek Rampung Tepat Waktu
PONOROGO, 10 AGUSTUS 2026 — Komandan Satuan Tugas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Tahun Anggaran 2026 Kodim 0802/Ponorogo Letnan Kolonel Artileri Pertahanan Udara Farouk Saputra meninjau langsung pro
