SPPG Margomulyo Perkuat Pengawasan Telur Lokal untuk Jaga Kualitas Program MBG
Budi Antoni
Editor: Budi Antoni
Diperbarui: 16 Agu 2026, 16.45

Kepala SPPG Margomulyo Joni Prasetyo mengatakan monitoring dilakukan untuk memastikan kualitas, higienitas, keamanan, serta kontinuitas pasokan telur yang menjadi salah satu sumber protein dalam menu MBG.
“Kami ingin memastikan bahan baku yang masuk ke dapur SPPG benar-benar memenuhi standar keamanan dan kualitas. Karena itu, monitoring tidak cukup hanya dilakukan ketika telur sudah sampai di dapur. Kami perlu melihat langsung prosesnya dari sumbernya,” ujar Joni.
Monitoring mencakup kondisi kandang, pengelolaan ternak, pakan, kebersihan lingkungan, hingga penanganan telur setelah dipanen sebelum masuk ke rantai pasok SPPG.
Pengawasan Dimulai dari Tingkat Produsen
Menurut Joni, kualitas makanan yang disajikan kepada penerima manfaat sangat bergantung pada kualitas bahan baku. Karena itu, pengawasan dilakukan sejak bahan pangan masih berada di tingkat produsen.
Telur yang digunakan dalam menu MBG harus berada dalam kondisi segar, ditangani dengan baik, dan memenuhi standar keamanan pangan yang ditetapkan.
“Telur yang kami gunakan harus segar, ditangani dengan baik, dan memenuhi standar yang kami tetapkan. Prinsipnya, makanan yang kami sajikan harus aman dan bergizi sebelum sampai kepada penerima manfaat,” katanya.
Pengawasan kemudian dilanjutkan pada setiap tahapan pengelolaan pangan, mulai dari pengadaan, penerimaan bahan baku, penyimpanan, pengolahan, hingga distribusi makanan.
“Prinsip kami sederhana, kualitas makanan dimulai dari kualitas bahan bakunya,” ujar Joni.
Peternak Lokal Dilibatkan dalam Rantai Pasok MBG
Selain memastikan keamanan pangan, monitoring menjadi bagian dari upaya memperkuat keterlibatan peternak lokal dalam rantai pasok MBG.
Pemanfaatan telur dari peternak di sekitar Seyegan diharapkan dapat memperpendek rantai distribusi sekaligus membuka manfaat ekonomi dari pelaksanaan program bagi masyarakat setempat.
“MBG bukan hanya tentang makanan yang sampai ke penerima manfaat. Di belakang satu porsi makanan bergizi ada petani, peternak, UMKM, tenaga kerja, dan banyak pelaku ekonomi lokal,” jelas Joni.
SPPG Margomulyo juga berdialog dengan peternak untuk mengetahui berbagai kendala produksi sekaligus menyampaikan kebutuhan serta standar bahan baku yang diperlukan. Komunikasi tersebut diarahkan untuk membangun kemitraan berkelanjutan antara SPPG dan produsen pangan lokal.
Rantai Pasok Lokal Didorong Semakin Kuat
Penguatan rantai pasok lokal diharapkan dapat membantu menjaga kontinuitas ketersediaan bahan pangan sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat Seyegan dan sekitarnya.
Menurut Joni, keberadaan SPPG tidak hanya berfungsi sebagai tempat pengolahan dan distribusi makanan, tetapi juga dapat menjadi bagian dari ekosistem pangan dan perekonomian masyarakat.
“Kami ingin SPPG tidak hanya menjadi tempat memasak dan mendistribusikan makanan. SPPG juga harus menjadi bagian dari ekosistem ekonomi dan pangan masyarakat. Semakin kuat rantai pasok lokal, semakin kuat pula keberlanjutan program,” pungkasnya.
Melalui pengawasan dari tingkat produsen hingga distribusi, SPPG Margomulyo berupaya memastikan makanan dalam program MBG memenuhi aspek keamanan dan kualitas sekaligus mendorong keterlibatan peternak serta pelaku ekonomi lokal dalam rantai pasok pangan.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Pemerintah Tertibkan Lokasi Kopdes Merah Putih Target 35 Ribu Unit Beroperasi September 2026
JAKARTA, 14 AGUSTUS 2026 — Pemerintah terus mempercepat pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih) sekaligus mengevaluasi lokasi pembangunan yang dinilai tidak sesuai ketentuan. Menteri Koordina

BGN Terapkan Batas Konsumsi MBG Maksimal Empat Jam Perkuat Keamanan Pangan Siswa
JAKARTA, 11 AGUSTUS 2026 — Badan Gizi Nasional (BGN) memberlakukan ketentuan baru dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan mewajibkan makanan dikonsumsi maksimal empat jam setelah selesai dim

Pemkab Seluma Matangkan Sekolah Rakyat Pembangunan Ditargetkan Mulai 2027
SELUMA, 15 AGUSTUS 2026 — Pemerintah Kabupaten Seluma, Bengkulu, terus mematangkan persiapan pembangunan Sekolah Rakyat sebagai bagian dari program strategis nasional. Berbagai dokumen dan persyaratan kini dile
