Satu Suara Bangsa

SPPG Margomulyo Perkuat Pengawasan Telur Lokal untuk Jaga Kualitas Program MBG

Budi Antoni

Editor: Budi Antoni

16 Agu 2026, 16.45

Diperbarui: 16 Agu 2026, 16.45

SPPG Margomulyo Perkuat Pengawasan Telur Lokal untuk Jaga Kualitas Program MBG
Dokumentasi Satu Suara Bangsa SPPG Margomulyo Perkuat Pengawasan Telur Lokal untuk Jaga Kualitas Program MBG
SLEMAN, 14 AGUSTUS 2026 — Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Margomulyo, Kapanewon Seyegan, memperkuat pengawasan kualitas bahan pangan untuk mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pengawasan dilakukan hingga tingkat produsen dengan meninjau langsung peternakan ayam petelur lokal di wilayah Seyegan, Kabupaten Sleman, Jumat (14/8/2026).

Kepala SPPG Margomulyo Joni Prasetyo mengatakan monitoring dilakukan untuk memastikan kualitas, higienitas, keamanan, serta kontinuitas pasokan telur yang menjadi salah satu sumber protein dalam menu MBG.

“Kami ingin memastikan bahan baku yang masuk ke dapur SPPG benar-benar memenuhi standar keamanan dan kualitas. Karena itu, monitoring tidak cukup hanya dilakukan ketika telur sudah sampai di dapur. Kami perlu melihat langsung prosesnya dari sumbernya,” ujar Joni.

Monitoring mencakup kondisi kandang, pengelolaan ternak, pakan, kebersihan lingkungan, hingga penanganan telur setelah dipanen sebelum masuk ke rantai pasok SPPG.

Pengawasan Dimulai dari Tingkat Produsen

Menurut Joni, kualitas makanan yang disajikan kepada penerima manfaat sangat bergantung pada kualitas bahan baku. Karena itu, pengawasan dilakukan sejak bahan pangan masih berada di tingkat produsen.

Telur yang digunakan dalam menu MBG harus berada dalam kondisi segar, ditangani dengan baik, dan memenuhi standar keamanan pangan yang ditetapkan.

“Telur yang kami gunakan harus segar, ditangani dengan baik, dan memenuhi standar yang kami tetapkan. Prinsipnya, makanan yang kami sajikan harus aman dan bergizi sebelum sampai kepada penerima manfaat,” katanya.

Pengawasan kemudian dilanjutkan pada setiap tahapan pengelolaan pangan, mulai dari pengadaan, penerimaan bahan baku, penyimpanan, pengolahan, hingga distribusi makanan.

“Prinsip kami sederhana, kualitas makanan dimulai dari kualitas bahan bakunya,” ujar Joni.

Peternak Lokal Dilibatkan dalam Rantai Pasok MBG

Selain memastikan keamanan pangan, monitoring menjadi bagian dari upaya memperkuat keterlibatan peternak lokal dalam rantai pasok MBG.

Pemanfaatan telur dari peternak di sekitar Seyegan diharapkan dapat memperpendek rantai distribusi sekaligus membuka manfaat ekonomi dari pelaksanaan program bagi masyarakat setempat.

“MBG bukan hanya tentang makanan yang sampai ke penerima manfaat. Di belakang satu porsi makanan bergizi ada petani, peternak, UMKM, tenaga kerja, dan banyak pelaku ekonomi lokal,” jelas Joni.

SPPG Margomulyo juga berdialog dengan peternak untuk mengetahui berbagai kendala produksi sekaligus menyampaikan kebutuhan serta standar bahan baku yang diperlukan. Komunikasi tersebut diarahkan untuk membangun kemitraan berkelanjutan antara SPPG dan produsen pangan lokal.

Rantai Pasok Lokal Didorong Semakin Kuat

Penguatan rantai pasok lokal diharapkan dapat membantu menjaga kontinuitas ketersediaan bahan pangan sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat Seyegan dan sekitarnya.

Menurut Joni, keberadaan SPPG tidak hanya berfungsi sebagai tempat pengolahan dan distribusi makanan, tetapi juga dapat menjadi bagian dari ekosistem pangan dan perekonomian masyarakat.

“Kami ingin SPPG tidak hanya menjadi tempat memasak dan mendistribusikan makanan. SPPG juga harus menjadi bagian dari ekosistem ekonomi dan pangan masyarakat. Semakin kuat rantai pasok lokal, semakin kuat pula keberlanjutan program,” pungkasnya.

Melalui pengawasan dari tingkat produsen hingga distribusi, SPPG Margomulyo berupaya memastikan makanan dalam program MBG memenuhi aspek keamanan dan kualitas sekaligus mendorong keterlibatan peternak serta pelaku ekonomi lokal dalam rantai pasok pangan.

Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?

Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.

Lapor Kesalahan

Bacaan Lanjutan

Artikel Terkait