Sinergi Mahasiswa dan Petani di Banjar Ciptakan Model Penanaman Cabai yang Lebih Produktif
Budi Antoni
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 20 Jul 2026, 18.55

Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat (ULM) melaksanakan praktik lapangan di Desa Cabi, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Banjar, dengan fokus pada penanaman cabai yang ditempatkan berdekatan dengan tanaman jagung sebagai upaya mengenalkan sistem tumpangsari kepada mahasiswa. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis, 28 November 2025, ini menjadi bagian dari pembelajaran aplikatif yang dirancang untuk memperkuat kemampuan mahasiswa dalam mengelola budidaya hortikultura secara langsung di lapangan. Praktik ini juga merupakan hasil kolaborasi antara mahasiswa, penyuluh pertanian, dan Kelompok Tani Sidodadi, dengan dukungan penuh dari tim Cabai Sumber Rejeki Estate (CSRE).
Program penanaman cabai tersebut selaras dengan agenda pembangunan nasional Presiden RI Prabowo Subianto dalam Asta Cita, terutama dalam hal memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kemandirian produksi pertanian nasional. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mempelajari teknik budidaya, tetapi juga memahami nilai strategis pertanian dalam menunjang kebutuhan pangan masyarakat. Integrasi antara teori dan praktik ini diharapkan dapat mendorong mahasiswa menjadi pelaku pembangunan pertanian yang kompeten, inovatif, dan berorientasi solusi.
La Tansa Amelia, mahasiswa Jurusan Agronomi ULM, menyatakan bahwa praktik lapangan ini memberinya kesempatan untuk memahami bahwa budidaya tanaman membutuhkan ketelitian, konsistensi, dan kerja sama yang baik. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya bertujuan menghasilkan produksi, tetapi juga menjadi sarana mempelajari proses kerja pertanian secara menyeluruh. Ia menegaskan bahwa keikutsertaannya didorong oleh keinginan untuk menguasai keterampilan budidaya secara langsung, sehingga pengalaman tersebut menjadi pondasi penting bagi pengembangan kompetensinya sebagai calon agronom.
Secara teknis, pengelolaan tanaman cabai dilakukan secara kolaboratif antara Kelompok Tani Sidodadi, penyuluh pertanian Aspihani, dan mahasiswa. Tahapan budidaya meliputi pembuatan bedengan, persiapan lahan, pemberian pupuk dasar, pemasangan mulsa untuk mengendalikan gulma, hingga pembuatan lubang tanam berjarak 40 × 40 sentimeter. Seluruh proses dilakukan secara intensif dan sistematis agar tanaman dapat tumbuh optimal, terutama ketika ditanam berdekatan dengan jagung yang berfungsi sebagai tanaman pendamping.
Melalui kegiatan ini, para mahasiswa dan mitra tani berharap program penanaman cabai tersebut dapat menjadi pilot project yang diaplikasikan lebih luas di wilayah lain. La Tansa menegaskan bahwa keberhasilan praktik ini akan memberikan manfaat optimal bagi petani, khususnya dalam meningkatkan jumlah dan kualitas produksi cabai. Selain memperkuat kompetensi akademik mahasiswa, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi kontribusi nyata dalam mendukung ketahanan pangan daerah dan nasional.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Mensos Gus Ipul Tegaskan Sekolah Rakyat Jadi Kunci Strategis Putus Kemiskinan Menuju Indonesia Makmur
JAKARTA, 24 AGUSTUS 2026 — Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat merupakan langkah strategis pemerintah untuk memutus mata rantai kemiskinan dan mewujudkan keadilan s

Pemerintah Siapkan Bantuan 1.000 Rumah dan Swasta Bangun 500 Hunian Baru di Flores
KUPANG, 24 AGUSTUS 2026 — Pemerintah pusat melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menyiapkan program bantuan pembangunan dan perbaikan 1.000 unit rumah bagi korban gempa di Pulau Flores, Nus

Kementerian PU Salurkan 12 Ribu Liter Air Bersih bagi Pengungsi Gempa di Kabupaten Sikka
SIKKA, 24 AGUSTUS 2026 — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mendistribusikan pasokan air bersih bagi warga terdampak bencana gempa bumi di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, pada Minggu (23/8/2026). Distribusi
