Sekolah Rakyat Terpadu Jepara Siap Sambut Siswa Perdana, Fasilitas Utama Ditargetkan Rampung Sebelum MPLS
Budi Antoni
Editor: Budi Antoni
Diperbarui: 25 Jul 2026, 18.10

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsospermasdes) Jepara, Muh Ali, mengatakan pemerintah daerah bersama pihak kontraktor terus mempercepat penyelesaian pekerjaan yang masih tersisa. Peninjauan lapangan dilakukan untuk memastikan seluruh sarana yang akan digunakan siswa telah memenuhi kesiapan operasional.
"Insyaallah MPLS dimulai 30 Juli. Hari ini kami sudah meninjau seluruh fungsi gedung untuk murid SD, SMP, dan SMA. Tanggal 28 Juli akan kami cek kembali agar semuanya siap," ujar Muh Ali, Jumat (24/7/2026).
Menurutnya, progres pembangunan saat ini telah mencapai lebih dari 90 persen. Meskipun masa kontrak proyek masih berlangsung hingga 23 Agustus 2026, pemerintah meminta kontraktor memprioritaskan penyelesaian fasilitas yang akan digunakan sejak hari pertama kegiatan belajar.
Fasilitas yang diprioritaskan meliputi ruang kelas, asrama putra dan putri, gedung serbaguna, masjid, toilet, serta rumah susun bagi guru dan wali asuh. Sementara itu, pekerjaan yang masih berlangsung difokuskan pada penyelesaian plafon, pembersihan kawasan, dan pekerjaan akhir lainnya.
"Kami sudah mengecek ruang kelas, asrama, toilet hingga rumah susun guru dan wali asuh. Mebelernya juga sudah siap. Tinggal finishing untuk kebutuhan fungsional," kata Muh Ali.
Pemerintah Kabupaten Jepara memastikan aktivitas penyelesaian proyek tidak akan mengganggu proses pembelajaran. Area yang masih dalam pengerjaan dipisahkan dari lingkungan yang digunakan siswa guna menjaga keamanan dan kenyamanan selama kegiatan sekolah berlangsung.
Pada tahun ajaran perdana, seluruh peserta didik akan langsung menempati asrama sejak hari pertama MPLS. Orang tua maupun wali murid juga akan dilibatkan dalam proses kedatangan siswa ke lingkungan sekolah sebagai bagian dari persiapan awal kegiatan pendidikan.
Sekolah Rakyat Terpadu Jepara akan menampung 90 siswa untuk masing-masing jenjang SD, SMP, dan SMA, serta 75 siswa Sekolah Rakyat Rintisan yang juga akan mengikuti proses pembelajaran di kawasan tersebut.
Muh Ali menjelaskan bahwa salah satu faktor yang menyebabkan penyelesaian pekerjaan mengalami sedikit penyesuaian adalah perubahan desain konstruksi atap. Bangunan menggunakan model atap bergenteng yang disesuaikan dengan karakteristik wilayah Pantura sehingga memerlukan penyesuaian pada struktur rangka dibandingkan rancangan awal.
Dengan percepatan penyelesaian fasilitas dan kesiapan sarana utama, Pemerintah Kabupaten Jepara menargetkan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di Sekolah Rakyat Terpadu dapat dimulai sesuai jadwal. Kehadiran sekolah tersebut diharapkan memperluas akses pendidikan yang berkualitas, menyediakan lingkungan belajar yang layak bagi peserta didik, serta mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui Program Sekolah Rakyat.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Mensos Gus Ipul Tegaskan Sekolah Rakyat Jadi Kunci Strategis Putus Kemiskinan Menuju Indonesia Makmur
JAKARTA, 24 AGUSTUS 2026 — Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat merupakan langkah strategis pemerintah untuk memutus mata rantai kemiskinan dan mewujudkan keadilan s

Pemerintah Siapkan Bantuan 1.000 Rumah dan Swasta Bangun 500 Hunian Baru di Flores
KUPANG, 24 AGUSTUS 2026 — Pemerintah pusat melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menyiapkan program bantuan pembangunan dan perbaikan 1.000 unit rumah bagi korban gempa di Pulau Flores, Nus

Kementerian PU Salurkan 12 Ribu Liter Air Bersih bagi Pengungsi Gempa di Kabupaten Sikka
SIKKA, 24 AGUSTUS 2026 — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mendistribusikan pasokan air bersih bagi warga terdampak bencana gempa bumi di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, pada Minggu (23/8/2026). Distribusi
