Sekolah Rakyat Permanen Didorong Hadir di Sumba Timur, Prioritaskan Anak Keluarga Miskin di Wilayah 3T
Budi Antoni
Editor: Budi Antoni
Diperbarui: 20 Agu 2026, 22.02

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menyampaikan hal tersebut saat menerima audiensi Bupati Sumba Timur Umbu Lili Pekuwali di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Rabu (19/8/2026).
Sumba Timur sebelumnya telah mengajukan lahan seluas 10 hektare di Kelurahan Temu, Kecamatan Kanatang, sebagai lokasi pembangunan Sekolah Rakyat permanen. Lahan tersebut telah disurvei Kementerian Pekerjaan Umum dan dinyatakan memenuhi syarat dengan dua catatan yang masih harus dipenuhi, yakni dokumen Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR) dan pelebaran akses jalan.
“Jadi saya berharap betul Sumba Timur bisa, karena Sumba Barat sudah masuk ini, ya Sumba Timur bisa ikut. Kalau kemudian tadi syaratnya masih kurang dua, satu pelebaran jalan sama satunya PKKPR itu beres, ya sudah,” kata Agus Jabo.
Pemda Siap Lengkapi Persyaratan
Bupati Sumba Timur Umbu Lili Pekuwali menyatakan pemerintah daerah siap memenuhi persyaratan tersebut. Menurutnya, akses jalan menuju lokasi sebenarnya telah tersedia dengan lebar sekitar empat meter dan pemerintah daerah berkomitmen meningkatkan kondisinya.
Lokasi yang diajukan juga dinilai strategis karena telah terjangkau aliran air bersih dan jaringan listrik. Ketersediaan infrastruktur dasar tersebut diharapkan mendukung pembangunan dan operasional sekolah apabila rencana tersebut direalisasikan.
Pembangunan Sekolah Rakyat dinilai penting bagi Sumba Timur mengingat daerah tersebut masih menghadapi persoalan kemiskinan. Berdasarkan data yang disampaikan Bupati, angka kemiskinan di Sumba Timur mencapai sekitar 25 persen, sedangkan kemiskinan ekstrem disebut berada pada kisaran 18 persen.
“Kami salah satu kabupaten yang masuk kategori 3T, salah satu kabupaten di NTT dari 22 kabupaten. Kategori 3T ini memang sesuatu yang masih kami upayakan di daerah supaya paling tidak angka-angka perbaikan di tingkat masyarakat juga bisa kita optimalkan,” ujar Umbu.
Memutus Kemiskinan Antargenerasi
Agus Jabo menjelaskan Program Sekolah Rakyat merupakan salah satu instrumen pemerintah dalam agenda pengentasan kemiskinan. Program tersebut secara khusus diarahkan kepada anak-anak dari keluarga miskin agar memperoleh kesempatan pendidikan yang lebih baik.
“Nah, Sekolah Rakyat itu dibuat dalam rangka pengentasan kemiskinan, jadi Pak Presiden ingin memutus transmisi kemiskinan antargenerasi,” ujar Agus Jabo.
Berbeda dengan mekanisme penerimaan sekolah pada umumnya, calon peserta Sekolah Rakyat tidak mengandalkan pendaftaran secara mandiri. Pemerintah melakukan penjangkauan berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang kemudian diverifikasi melalui pemeriksaan langsung di lapangan.
“Jadi kan sekarang kita sudah punya data tunggal, dari data tunggal itu kemudian kita bentuk tim, tim itu yang kemudian akan ground check,” katanya.
Dengan penyelesaian persyaratan lahan dan infrastruktur pendukung, pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Sumba Timur diharapkan dapat memperluas kesempatan pendidikan bagi anak keluarga miskin di wilayah 3T sekaligus menjadi instrumen jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memutus kemiskinan antargenerasi.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Sekda Papua Selatan Gagas MAWAR, Perkuat Kolaborasi dan Pengawalan Prioritas Pembangunan
MERAUKE — Sekretaris Daerah Provinsi Papua Selatan Ferdinandus Kainakaimu, S.Pd., M.Sc., menggagas MAWAR Papua Selatan atau Model Aksi Wadah Kolaborasi dan Resiliensi Papua Selatan sebagai proyek perubahan untu

Pemerintah Jamin Pembiayaan Kopdes Merah Putih, Danantara Tegaskan Tak Bebani Bank Himbara
JAKARTA, 18 AGUSTUS 2026 — Pemerintah menyiapkan skema pembiayaan melalui bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) untuk mendukung operasional Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. Setiap gerai koperasi dap

Dana Desa RAPBN 2027 Naik Jadi Rp77 Triliun, Skema Pembiayaan Kopdes Merah Putih Jadi Sorotan
JAKARTA, 19 AGUSTUS 2026 — Pemerintah merencanakan peningkatan Dana Desa dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 menjadi sekitar Rp77 triliun, naik sekitar Rp21,7 triliun atau hampir
