Satu Suara Bangsa

Sekolah Rakyat Buka Harapan Baru bagi Anak Putus Sekolah dan Anak Jalanan

Budi Antoni

Editor: Budi Antoni

10 Agu 2026, 02.02

Diperbarui: 10 Agu 2026, 02.02

Sekolah Rakyat Buka Harapan Baru bagi Anak Putus Sekolah dan Anak Jalanan
Dokumentasi Satu Suara Bangsa Sekolah Rakyat Buka Harapan Baru bagi Anak Putus Sekolah dan Anak Jalanan
TANGERANG, 8 AGUSTUS 2026 — Pemerintah memperluas akses pendidikan melalui Program Sekolah Rakyat bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera, termasuk mereka yang putus sekolah, belum pernah mengenyam pendidikan formal, maupun sebelumnya menjalani kehidupan di jalanan. Komitmen tersebut ditegaskan dalam rangkaian persiapan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Terintegrasi 8 Kabupaten Tangerang di Politeknik Penerbangan Indonesia Curug, Kabupaten Tangerang, Sabtu (8/8/2026), yang dihadiri Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Menteri Sosial Saifullah Yusuf.

Salah satu gambaran perubahan kehidupan peserta Sekolah Rakyat terlihat melalui Zahwa Anindita Fauzi, siswi yang mewakili Sekolah Rakyat Jakarta. Di hadapan para siswa, orang tua, dan pejabat pemerintah, Zahwa membawakan puisi yang menggambarkan perjalanan anak-anak yang sebelumnya harus menjalani keseharian di jalan, tetapi kini memperoleh kesempatan belajar dalam lingkungan pendidikan yang lebih terarah. “Dulu jalanan adalah tempat kami mencari makan. Kini Sekolah Rakyat adalah tempat kami menjemput masa depan,” ucap Zahwa.

Sekolah Rakyat Jangkau Lebih dari 40 Ribu Anak

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan Sekolah Rakyat merupakan salah satu kebijakan Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan kondisi ekonomi keluarga tidak menjadi penghalang bagi anak memperoleh pendidikan. Program tersebut menyasar kelompok yang selama ini menghadapi keterbatasan akses terhadap sekolah, termasuk anak putus sekolah dan anak yang sama sekali belum pernah mengikuti pendidikan formal.

“Sekolah Rakyat adalah cara Bapak Presiden Prabowo, bagaimana caranya seluruh anak-anak Indonesia dapat bersekolah. Yang tidak bersekolah bisa bersekolah, yang putus sekolah bisa melanjutkan sekolah, yang tidak pernah sekolah sama sekali, bisa sekolah,” kata Teddy.

Berdasarkan data Kementerian Sosial, lebih dari 40.000 anak telah memperoleh akses pendidikan melalui Sekolah Rakyat. Program pendidikan terintegrasi tersebut tidak hanya menyediakan kegiatan pembelajaran, tetapi juga dirancang untuk membangun lingkungan yang memungkinkan siswa meningkatkan kemampuan akademik, karakter, kemandirian, dan kepercayaan diri.

Pemerintah Pusat dan Daerah Bangun Sekolah Bersama

Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan pengembangan Sekolah Rakyat dilaksanakan melalui kerja sama lintas kementerian dan pemerintah daerah. Pemerintah daerah memiliki peran dalam menyediakan lahan, sedangkan pembangunan infrastruktur permanen didukung pemerintah pusat melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.

“Gubernur, Bupati, Wali Kota menyediakan lahan, sementara dibangun menggunakan APBN oleh Kementerian Pekerjaan Umum atas arahan Bapak Presiden Prabowo,” ujar Saifullah Yusuf.

Skema tersebut memungkinkan pembangunan Sekolah Rakyat diperluas ke berbagai daerah sekaligus menyesuaikan kebutuhan masyarakat setempat. Kolaborasi pemerintah pusat dan daerah juga diperlukan untuk memastikan sarana pendidikan tersedia dan anak-anak yang menjadi sasaran program dapat teridentifikasi serta memperoleh kesempatan mengikuti pendidikan.

Pendidikan Didorong Putus Rantai Kemiskinan

Sekolah Rakyat diarahkan bukan sekadar mengembalikan anak ke ruang kelas, tetapi juga meningkatkan kapasitas mereka agar memiliki peluang memperbaiki kondisi kehidupan pada masa depan. Dalam pelaksanaannya, siswa dengan kemampuan awal yang berbeda mendapatkan ruang untuk berkembang dalam lingkungan pendidikan yang terintegrasi.

Perkembangan peserta mulai terlihat dari peningkatan kepercayaan diri maupun kemampuan akademik. Sejumlah anak yang sebelumnya menghadapi keterbatasan literasi dasar mulai menunjukkan perkembangan setelah mengikuti proses pembelajaran. Perbedaan kemampuan awal siswa tidak ditempatkan sebagai penghalang, melainkan menjadi dasar untuk memberikan pendampingan sesuai kebutuhan masing-masing.

Akses Pendidikan Akan Terus Diperluas

Pemerintah akan melanjutkan pengembangan Sekolah Rakyat dengan memperkuat sinergi antara Kementerian Sosial, Kementerian Pekerjaan Umum, pemerintah daerah, tenaga pendidik, serta unsur terkait lainnya. Pembangunan fasilitas permanen dan perluasan jangkauan peserta menjadi bagian dari langkah agar semakin banyak anak dari keluarga prasejahtera memperoleh pendidikan yang layak.

Program tersebut diharapkan dapat memperkecil kesenjangan akses pendidikan sekaligus membuka jalur mobilitas sosial bagi anak-anak yang sebelumnya berada di luar sistem pendidikan formal. Perjalanan Zahwa dan peserta Sekolah Rakyat lainnya menjadi gambaran tujuan program tersebut, yakni membawa anak dari keterbatasan menuju ruang belajar dan memberikan kesempatan yang lebih besar untuk membangun masa depan melalui pendidikan.

Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?

Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.

Lapor Kesalahan

Bacaan Lanjutan

Artikel Terkait