RI Kebut Proyek DME, Target Kurangi Impor LPG hingga 1 Juta Ton per Tahun
Budi Antoni
Editor: Redaksi Satu Suara Bangsa
Diperbarui: 3 Sep 2026, 05.18

TANJUNG ENIM, 30 April 2026 — Pemerintah melalui proyek hilirisasi batu bara mempercepat pengembangan Dimethyl Ether (DME) sebagai substitusi LPG impor, dengan kapasitas produksi mencapai 1,4 juta ton per tahun. Proyek yang digarap PT Bukit Asam Tbk (PTBA) di Tanjung Enim, Sumatera Selatan ini menjadi bagian dari strategi nasional memperkuat ketahanan energi dan mengurangi ketergantungan impor bahan bakar.
Direktur Hilirisasi dan Diversifikasi Produk PTBA Turino Yulianto menjelaskan kapasitas tersebut secara energi setara dengan sekitar 1 juta ton LPG. “Kapasitas 1,4 juta ton DME itu setara kira-kira kalorinya dengan 1 juta ton LPG, dengan kebutuhan sekitar 7 juta ton batu bara per tahun,” ujarnya usai acara groundbreaking proyek, Kamis (30/4/2026).
Ia menambahkan proyek ini merupakan yang pertama di Indonesia sehingga membutuhkan dukungan teknologi dan pengalaman dari mitra internasional. PTBA saat ini membuka peluang kerja sama dengan perusahaan dari China, Jerman, dan Amerika Serikat untuk memastikan keberhasilan proyek. “Kuncinya di pemilihan mitra yang benar-benar kompeten dan sudah berpengalaman membangun pabrik DME,” kata Turino.
Proyek DME ini merupakan bagian dari program hilirisasi yang diinisiasi oleh BPI Danantara dan dijalankan bersama holding tambang MIND ID, PTBA, serta Pertamina termasuk anak usahanya Pertamina Patra Niaga. Koordinasi lintas BUMN dinilai menjadi faktor penting dalam percepatan proyek strategis tersebut.
Secara historis, ketergantungan Indonesia terhadap impor LPG masih tinggi, terutama untuk kebutuhan rumah tangga. Data pemerintah menunjukkan impor LPG mencapai jutaan ton per tahun, sehingga menjadi beban terhadap neraca perdagangan dan subsidi energi. Pengembangan DME berbasis batu bara diposisikan sebagai solusi alternatif dalam kerangka diversifikasi energi nasional.
Dari sisi dampak, proyek ini berpotensi menekan impor LPG secara signifikan, memperkuat ketahanan energi, serta meningkatkan nilai tambah batu bara yang selama ini lebih banyak diekspor dalam bentuk mentah. Selain itu, pengembangan industri DME juga diperkirakan membuka lapangan kerja baru dan mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah penghasil.
Pemerintah menargetkan proyek ini dapat berjalan sesuai tahapan dengan dukungan mitra teknologi global dan sinergi BUMN. Ke depan, implementasi DME akan terus dikembangkan sebagai bagian dari strategi transisi energi dan hilirisasi sumber daya alam nasional.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Bank Mandiri Klarifikasi Pemblokiran Rekening AMPB Tegaskan Kepatuhan Prosedur Hukum dan Layanan Nasabah
JAKARTA, 24 AGUSTUS 2026 — PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menyampaikan penjelasan resmi terkait langkah pemblokiran rekening milik koordinator aksi Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono alias Botok.

Indonesia-Jerman Percepat Investasi EBT dan Jaringan Listrik
JAKARTA, 19 AGUSTUS 2026 — Pemerintah Indonesia dan Jerman memperkuat kerja sama untuk mempercepat investasi energi baru dan terbarukan (EBT) serta modernisasi jaringan listrik. Langkah ini menjadi bagian dari

Alokasi Dana Desa Rp77 Triliun Ditargetkan Perkuat Pengembangan Kopdes
JAKARTA, 22 AGUSTUS 2026 — Pemerintah memproyeksikan alokasi Dana Desa mencapai Rp77 triliun pada tahun anggaran 2027 guna mempercepat transformasi ekonomi dan penguatan kapasitas usaha Koperasi Desa (Kopdes) M
