Ratusan Siswa di Berastagi Diduga Keracunan MBG BGN Copot Kepala SPPG dan Segel Dapur
Budi Antoni
Editor: Budi Antoni
Diperbarui: 16 Agu 2026, 21.11

Dua sekolah yang siswanya terdampak adalah SMA Negeri 1 Berastagi dan SMA Bersama. Para siswa dilaporkan mengalami sejumlah gejala, antara lain mual, muntah, pusing, dan tubuh terasa lemas.
Siswa yang mengalami keluhan kemudian mendapatkan penanganan di sejumlah fasilitas kesehatan, yakni Rumah Sakit Efarina Berastagi, RSU Amanda Berastagi, Rumah Sakit Umum Kabanjahe, serta Puskesmas Berastagi.
BGN Periksa Sampel Makanan
Kepala BGN Sudaryono mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Bupati Karo Antonius Ginting untuk menangani kejadian tersebut. Pemeriksaan terhadap sampel sisa makanan juga dilakukan bersama Dinas Kesehatan setempat.
“Saya telah berkoordinasi dengan Bupati Antonius Ginting, sementara pemeriksaan sampel sisa lauk pauk dilakukan bersama Dinas Kesehatan setempat,” kata Sudaryono.
Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti keluhan kesehatan yang dialami para siswa. Dengan demikian, dugaan keracunan masih menunggu hasil pemeriksaan sampel makanan.
Kepala SPPG Dicopot dan Dapur Disegel
Selain melakukan investigasi, BGN mengambil tindakan administratif terhadap SPPG yang berkaitan dengan kejadian tersebut.
“Dua tindakan administratif juga sudah diambil, pencopotan Kepala SPPG terkait dan penyegelan dapur operasional,” ujar Sudaryono.
Langkah tersebut dilakukan di tengah proses pemeriksaan untuk memastikan pelayanan makanan dari dapur terkait tidak dilanjutkan sebelum persoalan ditangani.
BGN juga menegaskan bahwa pengawasan terhadap seluruh tahapan penyediaan makanan MBG harus dilakukan secara serius, mulai dari pengolahan hingga makanan diterima oleh penerima manfaat.
“Insiden di Kabupaten Karo lagi-lagi menjadi tamparan dan pengingat, setiap tahapan pelayanan makanan harus diawasi serius. Ratusan siswa terdampak, langkah pertama BGN adalah memastikan kondisi mereka dan kemudian mencari akar persoalannya,” katanya.
Penyebab Masih Dalam Pemeriksaan
Hingga pemeriksaan selesai, penyebab pasti keluhan kesehatan yang dialami para siswa belum dapat disimpulkan. Sampel sisa lauk pauk masih diperiksa bersama Dinas Kesehatan setempat.
Hasil pemeriksaan menjadi penting untuk menentukan sumber persoalan sekaligus menjadi dasar evaluasi terhadap proses pengadaan, pengolahan, penyimpanan, dan distribusi makanan.
BGN juga menyampaikan permintaan maaf kepada siswa dan keluarga yang terdampak.
“Kami minta maaf. Lekas sembuh,” ujar Sudaryono.
Insiden di Berastagi menjadi bagian dari evaluasi keamanan pangan dalam pelaksanaan MBG. BGN menegaskan pengawasan dan monitoring perlu terus diperkuat agar makanan yang disalurkan kepada peserta didik memenuhi standar keamanan sekaligus tujuan pemenuhan gizi.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Kopdes Merah Putih Ditargetkan Mulai Beroperasi September Jadi Hub Subsidi dan Bansos
JAKARTA, 14 AGUSTUS 2026 — Pemerintah menargetkan implementasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) mulai berjalan paling lambat awal September 2026. Koperasi tersebut dipersiapkan menjadi i

Prabowo Targetkan 30.000 Koperasi Merah Putih Beroperasi pada Akhir 2026
JAKARTA, 14 AGUSTUS 2026 — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menargetkan sebanyak 30.000 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) berdiri dan beroperasi dengan baik di seluruh Indonesia pada akhir 2026. Peng

DWP Mengajar Hadir di Sekolah Rakyat Tanjungpinang Dorong Siswa Berani Bermimpi dan Bangun Karakter
TANJUNGPINANG, 14 AGUSTUS 2026 — Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Tanjungpinang melalui program “DWP Mengajar” menggelar Sosialisasi Parenting di Sekolah Rakyat Tanjungpinang, Jumat (14/8/2026). Kegiatan ters
