Satu Suara Bangsa

Ratusan Siswa di Berastagi Diduga Keracunan MBG BGN Copot Kepala SPPG dan Segel Dapur

Budi Antoni

Editor: Budi Antoni

16 Agu 2026, 21.11

Diperbarui: 16 Agu 2026, 21.11

Ratusan Siswa di Berastagi Diduga Keracunan MBG BGN Copot Kepala SPPG dan Segel Dapur
Dokumentasi Satu Suara Bangsa Ratusan Siswa di Berastagi Diduga Keracunan MBG BGN Copot Kepala SPPG dan Segel Dapur
KARO, 13 AGUSTUS 2026 — Ratusan siswa dari dua sekolah menengah atas di Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, mengalami keluhan kesehatan setelah menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (13/8/2026). Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan investigasi, mencopot Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terkait, serta menyegel dapur operasional.

Dua sekolah yang siswanya terdampak adalah SMA Negeri 1 Berastagi dan SMA Bersama. Para siswa dilaporkan mengalami sejumlah gejala, antara lain mual, muntah, pusing, dan tubuh terasa lemas.

Siswa yang mengalami keluhan kemudian mendapatkan penanganan di sejumlah fasilitas kesehatan, yakni Rumah Sakit Efarina Berastagi, RSU Amanda Berastagi, Rumah Sakit Umum Kabanjahe, serta Puskesmas Berastagi.

BGN Periksa Sampel Makanan

Kepala BGN Sudaryono mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Bupati Karo Antonius Ginting untuk menangani kejadian tersebut. Pemeriksaan terhadap sampel sisa makanan juga dilakukan bersama Dinas Kesehatan setempat.

“Saya telah berkoordinasi dengan Bupati Antonius Ginting, sementara pemeriksaan sampel sisa lauk pauk dilakukan bersama Dinas Kesehatan setempat,” kata Sudaryono.

Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti keluhan kesehatan yang dialami para siswa. Dengan demikian, dugaan keracunan masih menunggu hasil pemeriksaan sampel makanan.

Kepala SPPG Dicopot dan Dapur Disegel

Selain melakukan investigasi, BGN mengambil tindakan administratif terhadap SPPG yang berkaitan dengan kejadian tersebut.

“Dua tindakan administratif juga sudah diambil, pencopotan Kepala SPPG terkait dan penyegelan dapur operasional,” ujar Sudaryono.

Langkah tersebut dilakukan di tengah proses pemeriksaan untuk memastikan pelayanan makanan dari dapur terkait tidak dilanjutkan sebelum persoalan ditangani.

BGN juga menegaskan bahwa pengawasan terhadap seluruh tahapan penyediaan makanan MBG harus dilakukan secara serius, mulai dari pengolahan hingga makanan diterima oleh penerima manfaat.

“Insiden di Kabupaten Karo lagi-lagi menjadi tamparan dan pengingat, setiap tahapan pelayanan makanan harus diawasi serius. Ratusan siswa terdampak, langkah pertama BGN adalah memastikan kondisi mereka dan kemudian mencari akar persoalannya,” katanya.

Penyebab Masih Dalam Pemeriksaan

Hingga pemeriksaan selesai, penyebab pasti keluhan kesehatan yang dialami para siswa belum dapat disimpulkan. Sampel sisa lauk pauk masih diperiksa bersama Dinas Kesehatan setempat.

Hasil pemeriksaan menjadi penting untuk menentukan sumber persoalan sekaligus menjadi dasar evaluasi terhadap proses pengadaan, pengolahan, penyimpanan, dan distribusi makanan.

BGN juga menyampaikan permintaan maaf kepada siswa dan keluarga yang terdampak.

“Kami minta maaf. Lekas sembuh,” ujar Sudaryono.

Insiden di Berastagi menjadi bagian dari evaluasi keamanan pangan dalam pelaksanaan MBG. BGN menegaskan pengawasan dan monitoring perlu terus diperkuat agar makanan yang disalurkan kepada peserta didik memenuhi standar keamanan sekaligus tujuan pemenuhan gizi.

Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?

Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.

Lapor Kesalahan

Bacaan Lanjutan

Artikel Terkait