Purbaya: Insentif PPh 0% di PFII Ditujukan Menarik Investasi, Berpotensi Tingkatkan Penerimaan Negara
Budi Antoni
Editor: Budi Antoni
Diperbarui: 28 Jul 2026, 10.30

Menurut Purbaya, insentif fiskal dirancang untuk meningkatkan daya saing PFII agar mampu menarik investor berskala besar di tengah persaingan dengan berbagai pusat keuangan internasional di kawasan maupun global.
Pemerintah menilai kehadiran investasi baru akan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas dibandingkan penerimaan pajak jangka pendek. Selain mendorong arus modal, investasi juga diharapkan menciptakan lapangan kerja, memperkuat sektor jasa keuangan, meningkatkan aktivitas bisnis, serta memperluas basis penerimaan negara dari berbagai jenis pajak dan aktivitas ekonomi turunannya.
Purbaya menjelaskan bahwa pendekatan tersebut merupakan praktik yang lazim diterapkan oleh berbagai pusat keuangan internasional untuk menarik investasi strategis. Oleh karena itu, pemerintah tengah menyusun skema insentif yang tetap mempertimbangkan daya saing Indonesia sekaligus mematuhi ketentuan perpajakan internasional yang berlaku.
Sebelumnya, pemerintah juga menyampaikan bahwa rincian mengenai besaran maupun jangka waktu pemberian insentif masih dalam tahap pembahasan. Skema akhir akan disusun dengan memperhatikan praktik terbaik internasional serta kepentingan pembangunan ekonomi nasional.
Melalui pengembangan PFII, pemerintah berharap Indonesia dapat memperkuat posisinya sebagai pusat keuangan regional yang kompetitif, menarik lebih banyak investasi berkualitas, serta mendorong pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Kebijakan insentif fiskal tersebut diposisikan sebagai instrumen untuk memperluas aktivitas ekonomi nasional sehingga manfaat yang dihasilkan tidak hanya berasal dari penerimaan pajak langsung, tetapi juga dari peningkatan investasi, penciptaan lapangan kerja, dan penguatan sektor jasa keuangan.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Bank Mandiri Klarifikasi Pemblokiran Rekening AMPB Tegaskan Kepatuhan Prosedur Hukum dan Layanan Nasabah
JAKARTA, 24 AGUSTUS 2026 — PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menyampaikan penjelasan resmi terkait langkah pemblokiran rekening milik koordinator aksi Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono alias Botok.

Indonesia-Jerman Percepat Investasi EBT dan Jaringan Listrik
JAKARTA, 19 AGUSTUS 2026 — Pemerintah Indonesia dan Jerman memperkuat kerja sama untuk mempercepat investasi energi baru dan terbarukan (EBT) serta modernisasi jaringan listrik. Langkah ini menjadi bagian dari

Alokasi Dana Desa Rp77 Triliun Ditargetkan Perkuat Pengembangan Kopdes
JAKARTA, 22 AGUSTUS 2026 — Pemerintah memproyeksikan alokasi Dana Desa mencapai Rp77 triliun pada tahun anggaran 2027 guna mempercepat transformasi ekonomi dan penguatan kapasitas usaha Koperasi Desa (Kopdes) M
