Satu Suara Bangsa

Proyek Gas Raksasa North Hub Mulai Dibangun, Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Budi Antoni

Editor: Budi Antoni

26 Jul 2026, 16.424 dibaca

Diperbarui: 26 Jul 2026, 19.24

Proyek Gas Raksasa North Hub Mulai Dibangun, Perkuat Ketahanan Energi Nasional
Dokumentasi Satu Suara Bangsa — Proyek Gas Raksasa North Hub Mulai Dibangun, Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Proyek Gas Raksasa North Hub Mulai Dibangun, Perkuat Ketahanan Energi Nasional

pembangunan gas
KARIMUN – Pembangunan North Hub Development Project, salah satu proyek strategis nasional (PSN) di sektor hulu minyak dan gas bumi (migas), resmi memasuki tahap konstruksi. Dimulainya proyek tersebut ditandai dengan first steel cut atau pemotongan baja perdana untuk pembangunan Floating Production, Storage and Offloading (FPSO) Bahtera Haluan Lestari di Karimun, Kepulauan Riau, Kamis (23/7/2026).

North Hub menjadi proyek migas pertama di Indonesia yang akan memproduksi minyak dan gas dari perairan ultra dalam (ultra-deepwater) dengan kedalaman sekitar 2.000 meter. Proyek ini juga menjadi salah satu pengembangan hulu migas terbesar yang pernah dilakukan di Indonesia.

Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, mengatakan proyek North Hub diharapkan menjadi tonggak penting dalam pengembangan industri migas nasional sekaligus memperkuat ketahanan energi Indonesia.

"Proyek North Hub Development akan menjadi contoh keberhasilan pengembangan hulu migas Indonesia yang memberikan manfaat nyata bagi ketahanan energi nasional dan perekonomian bangsa," ujar Djoko.

Menurutnya, FPSO Bahtera Haluan Lestari yang digunakan dalam proyek tersebut memiliki skala yang sangat besar dan menjadi salah satu fasilitas produksi terapung terbesar di kawasan.

"Jadi FPSO ini, seperti disampaikan oleh Pak Mirko, adalah yang terbesar di Indonesia dan juga di Asia Tenggara, serta masuk kategori terbesar di dunia," lanjutnya.

North Hub Development Project merupakan proyek pengembangan gas lepas pantai yang mengintegrasikan Lapangan Geng North dan Lapangan Gehem di Cekungan Kutai, Selat Makassar. Total nilai investasi proyek ini mencapai sekitar 15 miliar dolar AS, dengan hampir 3 miliar dolar AS dialokasikan untuk pembangunan FPSO Bahtera Haluan Lestari dan sekitar 12 miliar dolar AS untuk pembangunan berbagai fasilitas pendukung lainnya.

Proyek tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal IV tahun 2028. Setelah beroperasi, fasilitas tersebut dirancang memiliki kapasitas produksi gas hingga 1.000 Million Standard Cubic Feet per Day (MMSCFD) serta produksi kondensat sekitar 80.000 barel per hari (BOPD).

Pengembangan North Hub juga menjadi pencapaian baru bagi industri migas nasional karena merupakan fasilitas produksi pertama Indonesia yang beroperasi di kawasan perairan ultra dalam. Teknologi yang diterapkan diharapkan mampu mendukung pemanfaatan potensi migas di wilayah laut dalam yang selama ini belum dikembangkan secara optimal.

Melalui pembangunan North Hub Development Project, pemerintah bersama SKK Migas berupaya memperkuat kapasitas produksi energi nasional sekaligus mendorong investasi di sektor hulu migas. Proyek ini diharapkan memberikan kontribusi terhadap peningkatan ketahanan energi, mendukung pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, serta memperkuat pemanfaatan teknologi dalam pengembangan sumber daya energi Indonesia.

Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?

Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.

Lapor Kesalahan

Bacaan Lanjutan

Artikel Terkait