Proyek Gas Raksasa North Hub Mulai Dibangun, Perkuat Ketahanan Energi Nasional
Budi Antoni
Editor: Budi Antoni
Diperbarui: 29 Jul 2026, 01.50

Proyek Gas Raksasa North Hub Mulai Dibangun, Perkuat Ketahanan Energi Nasional

North Hub menjadi proyek migas pertama di Indonesia yang akan memproduksi minyak dan gas dari perairan ultra dalam (ultra-deepwater) dengan kedalaman sekitar 2.000 meter. Proyek ini juga menjadi salah satu pengembangan hulu migas terbesar yang pernah dilakukan di Indonesia.
Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, mengatakan proyek North Hub diharapkan menjadi tonggak penting dalam pengembangan industri migas nasional sekaligus memperkuat ketahanan energi Indonesia.
"Proyek North Hub Development akan menjadi contoh keberhasilan pengembangan hulu migas Indonesia yang memberikan manfaat nyata bagi ketahanan energi nasional dan perekonomian bangsa," ujar Djoko.
Menurutnya, FPSO Bahtera Haluan Lestari yang digunakan dalam proyek tersebut memiliki skala yang sangat besar dan menjadi salah satu fasilitas produksi terapung terbesar di kawasan.
"Jadi FPSO ini, seperti disampaikan oleh Pak Mirko, adalah yang terbesar di Indonesia dan juga di Asia Tenggara, serta masuk kategori terbesar di dunia," lanjutnya.
North Hub Development Project merupakan proyek pengembangan gas lepas pantai yang mengintegrasikan Lapangan Geng North dan Lapangan Gehem di Cekungan Kutai, Selat Makassar. Total nilai investasi proyek ini mencapai sekitar 15 miliar dolar AS, dengan hampir 3 miliar dolar AS dialokasikan untuk pembangunan FPSO Bahtera Haluan Lestari dan sekitar 12 miliar dolar AS untuk pembangunan berbagai fasilitas pendukung lainnya.
Proyek tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal IV tahun 2028. Setelah beroperasi, fasilitas tersebut dirancang memiliki kapasitas produksi gas hingga 1.000 Million Standard Cubic Feet per Day (MMSCFD) serta produksi kondensat sekitar 80.000 barel per hari (BOPD).
Pengembangan North Hub juga menjadi pencapaian baru bagi industri migas nasional karena merupakan fasilitas produksi pertama Indonesia yang beroperasi di kawasan perairan ultra dalam. Teknologi yang diterapkan diharapkan mampu mendukung pemanfaatan potensi migas di wilayah laut dalam yang selama ini belum dikembangkan secara optimal.
Melalui pembangunan North Hub Development Project, pemerintah bersama SKK Migas berupaya memperkuat kapasitas produksi energi nasional sekaligus mendorong investasi di sektor hulu migas. Proyek ini diharapkan memberikan kontribusi terhadap peningkatan ketahanan energi, mendukung pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, serta memperkuat pemanfaatan teknologi dalam pengembangan sumber daya energi Indonesia.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Mensos Gus Ipul Tegaskan Sekolah Rakyat Jadi Kunci Strategis Putus Kemiskinan Menuju Indonesia Makmur
JAKARTA, 24 AGUSTUS 2026 — Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat merupakan langkah strategis pemerintah untuk memutus mata rantai kemiskinan dan mewujudkan keadilan s

Pemerintah Siapkan Bantuan 1.000 Rumah dan Swasta Bangun 500 Hunian Baru di Flores
KUPANG, 24 AGUSTUS 2026 — Pemerintah pusat melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menyiapkan program bantuan pembangunan dan perbaikan 1.000 unit rumah bagi korban gempa di Pulau Flores, Nus

Kementerian PU Salurkan 12 Ribu Liter Air Bersih bagi Pengungsi Gempa di Kabupaten Sikka
SIKKA, 24 AGUSTUS 2026 — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mendistribusikan pasokan air bersih bagi warga terdampak bencana gempa bumi di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, pada Minggu (23/8/2026). Distribusi
