Satu Suara Bangsa

Presiden Prabowo Pimpin Ratas Tambah 17 Pesawat dan 1.500 Prajurit Atasi Karhutla Serta Bencana NTT

Budi Antoni

Editor: Budi Antoni

24 Agu 2026, 08.371 dibaca

Diperbarui: 24 Agu 2026, 08.37

Dokumentasi HANKAM
Dok. HANKAM Dokumentasi HANKAM

BOGOR, 24 AGUSTUS 2026 — Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas bersama jajaran menteri kabinet, pimpinan lembaga tinggi negara, dan petinggi TNI di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, sejak Minggu (23/8/2026) sore hingga malam hari. Pertemuan strategis tersebut difokuskan untuk mengevaluasi percepatan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta penanganan bencana alam di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa Presiden meminta laporan menyeluruh mengenai realisasi instruksi percepatan penanganan bencana dan kelancaran penyaluran bantuan pemerintah. Ratas dihadiri jajaran menteri terkait, Kepala BIN M. Herindra, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus Aris Marsudiyanto.

Penguatan Alutsista dan Pasukan Darat

Rapat sesi khusus bersama jajaran pimpinan militer dihadiri oleh Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali, dan KSAU Marsekal TNI M. Tonny Harjono. Pembahasan difokuskan pada optimalisasi jalur penerbangan militer guna mempercepat pengiriman bantuan ke Kalimantan dan NTT.

Presiden Prabowo menginstruksikan penambahan 17 pesawat udara yang difungsikan khusus untuk operasi pemadaman titik api atau water-bombing di wilayah kebakaran. Selain itu, pemerintah mengerahkan tambahan 1.500 personel prajurit TNI lengkap dengan perlengkapan perorangan lapangan serta 200 unit pompa dan pipa khusus pemadam gambut bawah tanah di Kalimantan.

Rekonstruksi Wilayah Terdampak

Instruksi kepala negara juga mencakup percepatan program rekonstruksi infrastruktur dasar serta penanganan komprehensif bagi warga terdampak gempa di NTT. Pemerintah terus memastikan penyediaan tempat penampungan sementara, layanan medis, dan pasokan makanan pokok bagi para pengungsi.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh prajurit TNI dan anggota Polri yang telah sigap bertugas memadamkan karhutla dan membantu korban bencana di NTT. Kolaborasi antarlembaga akan terus diperkuat guna menjamin keselamatan masyarakat serta percepatan normalisasi kawasan bencana.

Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?

Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.

Lapor Kesalahan

Bacaan Lanjutan

Artikel Terkait