Presiden Prabowo Lantik Sudaryono sebagai Kepala BGN, Pastikan Keberlanjutan Program Gizi Nasional
Budi Antoni
Editor: Budi Antoni
Diperbarui: 28 Jul 2026, 04.21

Nanik menyampaikan bahwa keputusan untuk mengundurkan diri diambil setelah mempertimbangkan kondisi kesehatannya yang memerlukan penanganan lebih lanjut di luar negeri. Ia juga mengungkapkan telah menyampaikan langsung permohonan maaf kepada Presiden atas keputusan tersebut.
"Saya sampaikan ke Presiden juga dengan beribu maaf sepertinya saya harus mundur sebagai Kepala BGN, demi kesehatan saya. Presiden menyetujui," ujar Nanik.
Meski tidak lagi menjabat sebagai Kepala BGN, Nanik menyatakan tetap berkomitmen mendukung pelaksanaan program pemerintah. Ia mengungkapkan Presiden berencana membentuk Dewan Pengawas Badan Gizi Nasional, dan dirinya diminta untuk mengemban amanah sebagai ketua dewan tersebut.
"Namun saya diminta tetap ikut mengawasi BGN. Kemungkinan Presiden akan membentuk dewan pengawas di mana saya disuruh menjadi ketua dewan pengawasnya," katanya.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa keputusan Presiden mempertahankan peran Nanik dalam pengawasan BGN didasarkan pada pengalaman yang dimilikinya, baik sebagai Wakil Kepala maupun Kepala BGN.
Menurut Prasetyo, Presiden menilai pengalaman tersebut masih sangat dibutuhkan untuk mendukung kepemimpinan baru serta memperkuat tata kelola lembaga.
"Bapak Presiden merasa Ibu Nanik masih bisa memberikan kontribusi yang optimal. Dengan peran yang berbeda, beliau tetap diminta ikut mengawal, menyukseskan, dan bersama-sama dengan pimpinan yang baru memperbaiki pelaksanaan serta tata kelola Badan Gizi Nasional," ujar Prasetyo.
Penunjukan Sudaryono sebagai Kepala BGN diharapkan dapat menjaga kesinambungan berbagai program strategis di bidang pemenuhan gizi masyarakat. Badan Gizi Nasional memiliki peran penting dalam mendukung kebijakan pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan layanan gizi, termasuk pelaksanaan berbagai program prioritas nasional.
Dengan proses transisi kepemimpinan yang berlangsung cepat, pemerintah menegaskan komitmennya untuk memastikan pelayanan publik tetap berjalan optimal. Sinergi antara pimpinan baru dan jajaran pengawas diharapkan dapat memperkuat efektivitas pelaksanaan program, meningkatkan tata kelola kelembagaan, serta mendukung keberhasilan agenda pembangunan di bidang kesehatan dan gizi masyarakat.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Mensos Gus Ipul Tegaskan Sekolah Rakyat Jadi Kunci Strategis Putus Kemiskinan Menuju Indonesia Makmur
JAKARTA, 24 AGUSTUS 2026 — Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat merupakan langkah strategis pemerintah untuk memutus mata rantai kemiskinan dan mewujudkan keadilan s

Pemerintah Siapkan Bantuan 1.000 Rumah dan Swasta Bangun 500 Hunian Baru di Flores
KUPANG, 24 AGUSTUS 2026 — Pemerintah pusat melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menyiapkan program bantuan pembangunan dan perbaikan 1.000 unit rumah bagi korban gempa di Pulau Flores, Nus

Kementerian PU Salurkan 12 Ribu Liter Air Bersih bagi Pengungsi Gempa di Kabupaten Sikka
SIKKA, 24 AGUSTUS 2026 — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mendistribusikan pasokan air bersih bagi warga terdampak bencana gempa bumi di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, pada Minggu (23/8/2026). Distribusi
