Presiden Prabowo Gunakan KA Nusantara Explorer, Dorong Pengembangan Pariwisata Berbasis Kereta Api
Budi Antoni
Editor: Budi Antoni
Diperbarui: 17 Agu 2026, 04.56

Rangkaian KA Nusantara Explorer yang membawa Presiden beserta rombongan terbatas berangkat sekitar pukul 17.05 WIB. Sebelumnya, Presiden juga memanfaatkan kereta yang sama saat melanjutkan perjalanan dari Kota Semarang menuju Kabupaten Batang dalam agenda kunjungan kerjanya.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa penggunaan KA Nusantara Explorer merupakan implementasi arahan Presiden untuk memperkuat sektor pariwisata melalui pengembangan layanan kereta wisata yang modern dan berdaya saing.
“Dalam rangka kita meningkatkan potensi pariwisata, salah satunya Bapak Presiden menghendaki untuk kita mengembangkan pariwisata berbasis kereta api,” ujar Prasetyo Hadi kepada awak media.
Menurutnya, PT Kereta Api Indonesia (Persero) telah memiliki layanan kereta wisata, namun Presiden mendorong penguatan layanan tersebut melalui pengembangan gerbong baru yang terintegrasi dengan berbagai destinasi wisata unggulan di Indonesia.
“Sebenarnya PT KAI kan memang sudah memiliki perusahaan yang memang khusus menyediakan fasilitas kereta wisata. Pak Presiden minta untuk diperkuat, kita bikin gerbong baru yang nanti akan dipadukan dengan destinasi-destinasi wisata unggulan yang kita miliki,” lanjutnya.
Prasetyo Hadi menambahkan bahwa rangkaian KA Nusantara Explorer yang digunakan Presiden saat ini masih berada dalam tahap uji coba dan belum diluncurkan secara resmi kepada masyarakat. Meski demikian, ia menilai kualitas interior dan fasilitas gerbong telah memenuhi standar internasional.
“Hari ini masih uji coba karena memang secara resmi belum di-launching dan menurut kami tadi yang sempat diajak untuk menengok ke dalam interior kabin gerbong, kita cukup mengapresiasi bahwa sekarang PT KAI mampu untuk memproduksi gerbong kereta api berkelas dunia, berkelas internasional,” ungkapnya.
Senada dengan itu, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menilai KA Nusantara Explorer memiliki potensi besar sebagai produk wisata yang mampu menghadirkan pengalaman perjalanan berbeda bagi masyarakat. Selain untuk perjalanan wisata, kereta tersebut juga dinilai berpeluang dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan seperti reuni, pertemuan, maupun kegiatan perusahaan.
“Kalau saya boleh nambahin sedikit, kelihatannya dari obrolan-obrolan tadi juga respon dari banyak orang, ini bakalan banyak masyarakat yang akan tertarik bahkan mungkin menyewa gerbong, atau menyewa untuk kegiatan-kegiatan acara reuni atau macam-macam, gathering, atau sambil rapat atau macam-macam. Sangat unik, sangat unik,” kata Fadli Zon.
Pengembangan KA Nusantara Explorer diharapkan dapat memperkuat ekosistem pariwisata nasional dengan menghadirkan layanan transportasi yang tidak hanya berfungsi sebagai sarana mobilitas, tetapi juga menjadi bagian dari pengalaman wisata. Inisiatif tersebut sejalan dengan upaya pemerintah meningkatkan daya saing sektor pariwisata melalui inovasi layanan, penguatan konektivitas, serta pemanfaatan potensi budaya Indonesia sebagai daya tarik utama.
Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?
Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.
Bacaan Lanjutan
Artikel Terkait

Mensos Gus Ipul Tegaskan Sekolah Rakyat Jadi Kunci Strategis Putus Kemiskinan Menuju Indonesia Makmur
JAKARTA, 24 AGUSTUS 2026 — Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat merupakan langkah strategis pemerintah untuk memutus mata rantai kemiskinan dan mewujudkan keadilan s

Pemerintah Siapkan Bantuan 1.000 Rumah dan Swasta Bangun 500 Hunian Baru di Flores
KUPANG, 24 AGUSTUS 2026 — Pemerintah pusat melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menyiapkan program bantuan pembangunan dan perbaikan 1.000 unit rumah bagi korban gempa di Pulau Flores, Nus

Kementerian PU Salurkan 12 Ribu Liter Air Bersih bagi Pengungsi Gempa di Kabupaten Sikka
SIKKA, 24 AGUSTUS 2026 — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mendistribusikan pasokan air bersih bagi warga terdampak bencana gempa bumi di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, pada Minggu (23/8/2026). Distribusi
