Satu Suara Bangsa

Prabowo Tegaskan Barang Subsidi Disalurkan Melalui Kopdes Merah Putih

Budi Antoni

Editor: Budi Antoni

14 Agu 2026, 16.493 dibaca

Diperbarui: 14 Agu 2026, 17.54

Prabowo Tegaskan Barang Subsidi Disalurkan Melalui Kopdes Merah Putih
Dokumentasi Satu Suara Bangsa Prabowo Tegaskan Barang Subsidi Disalurkan Melalui Kopdes Merah Putih
JAKARTA, 14 AGUSTUS 2026 — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan pemerintah akan mengarahkan penyaluran barang-barang bersubsidi melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdeskel Merah Putih). Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat pengawasan distribusi, memastikan subsidi yang bersumber dari uang rakyat diterima masyarakat yang berhak, serta mencegah barang bersubsidi diperdagangkan secara tidak semestinya.

Pernyataan itu disampaikan Presiden Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR RI 2026 dan Sidang Bersama MPR RI, DPR RI, dan DPD RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

“Rakyat kita harus kita bantu, kita harus organisir, kita harus melalui koperasi, koperasi yang dibantu, diperkuat, diberdayakan. Semua barang-barang subsidi akan disalurkan melalui Koperasi Merah Putih, sehingga barang-barang subsidi tidak boleh dan tidak bisa diperdagangkan,” kata Prabowo.

Subsidi Harus Tepat Sasaran

Presiden menekankan barang yang mendapatkan subsidi pemerintah pada dasarnya dibiayai menggunakan uang rakyat. Karena itu, distribusinya harus dijaga agar manfaat subsidi benar-benar diterima masyarakat yang menjadi sasaran kebijakan.

Penguatan peran Kopdeskel Merah Putih juga diarahkan untuk mempersempit ruang penyalahgunaan barang subsidi dalam rantai perdagangan. Dengan distribusi yang lebih terorganisasi melalui koperasi, pemerintah ingin memperkuat pengawasan dari tingkat pusat hingga desa dan kelurahan.

Prabowo menegaskan pemerintah tidak menolak mekanisme pasar. Namun, negara harus hadir ketika mekanisme tersebut berpotensi dimanipulasi oleh pihak yang memiliki kekuatan modal besar.

“Kita tidak anti pasar, tidak bisa kita anti pasar. Ekonomi adalah didasarkan pada bergeraknya pasar. Tapi pasar bisa dimanipulasi! Pasar bisa dirusak, pasar bisa diatur oleh mereka yang menguasai modal besar,” tegasnya.

Menurut Presiden, negara memiliki tanggung jawab memastikan komoditas yang mendapatkan dukungan APBN tidak menjadi objek permainan yang justru mengurangi manfaat subsidi bagi masyarakat.

Kopdes Merah Putih Perkuat Rantai Pasok Desa

Melalui Kopdeskel Merah Putih, pemerintah ingin membangun saluran distribusi yang lebih dekat dengan masyarakat sekaligus memperkuat kemampuan desa dalam mengelola rantai pasok kebutuhan dasar.

Koperasi diharapkan menjadi simpul ekonomi masyarakat yang menghubungkan program pemerintah dengan kebutuhan warga di tingkat desa dan kelurahan. Peran tersebut sekaligus menempatkan koperasi sebagai instrumen untuk memperkuat ekonomi kerakyatan.

Model distribusi melalui koperasi juga diharapkan membuat alur barang subsidi lebih mudah diawasi karena penyalurannya dilakukan melalui kelembagaan yang berada langsung di tengah masyarakat.

Dengan sistem tersebut, pemerintah ingin memastikan subsidi tidak berhenti pada besarnya anggaran yang dikeluarkan negara, tetapi benar-benar menghasilkan manfaat ekonomi bagi masyarakat yang menjadi target.

Target 30.000 Kopdes Beroperasi Akhir 2026

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo juga menetapkan target percepatan pembangunan jaringan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di seluruh Indonesia.

“Target kita akhir tahun 2026 harus 30.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih berdiri dan beroperasi dengan baik,” ujar Prabowo.

Target tersebut menunjukkan pemerintah tidak hanya mengejar pembentukan kelembagaan koperasi, tetapi juga memastikan koperasi dapat menjalankan fungsi operasional dan pelayanan ekonomi secara nyata.

Keberadaan puluhan ribu Kopdeskel Merah Putih nantinya diharapkan memperpendek rantai distribusi kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat posisi koperasi sebagai bagian dari infrastruktur ekonomi nasional di tingkat desa.

Pemerintah Perkuat Ekonomi Kerakyatan

Kebijakan penyaluran barang subsidi melalui Kopdeskel Merah Putih menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat ekonomi berbasis masyarakat. Koperasi diposisikan sebagai sarana agar masyarakat memiliki akses yang lebih langsung terhadap barang dan program yang mendapatkan dukungan negara.

Selain memperkuat ketepatan sasaran subsidi, sistem tersebut diharapkan meningkatkan transparansi distribusi dan mengurangi potensi penyimpangan dalam rantai pasok.

Pemerintah selanjutnya akan mengejar target operasional 30.000 Kopdeskel Merah Putih hingga akhir 2026. Dengan jaringan koperasi yang semakin luas, distribusi barang bersubsidi diharapkan menjadi lebih terkendali, tepat sasaran, dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat hingga tingkat desa dan kelurahan.

Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?

Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.

Lapor Kesalahan

Bacaan Lanjutan

Artikel Terkait

Prabowo Buka Opsi Usut Direksi BUMN hingga 30 Tahun ke Belakang
SOSBUD14 Agu 2026 · 17.05Oleh Budi Antoni

Prabowo Buka Opsi Usut Direksi BUMN hingga 30 Tahun ke Belakang

JAKARTA, 14 AGUSTUS 2026 — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto membuka opsi pengusutan terhadap pengurus dan direksi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) hingga 30 tahun ke belakang sebagai bagian dari pemb

Baca selengkapnya