Satu Suara Bangsa

Prabowo Targetkan Pembangunan Trans Sumatera Railway dan Trans Kalimantan Railway

Budi Antoni

Editor: Budi Antoni

1 Agu 2026, 12.04

Diperbarui: 1 Agu 2026, 12.04

Screenshot 2026-08-01 at 12.02.26
Dokumentasi Satu Suara Bangsa — Screenshot 2026-08-01 at 12.02.26
Semarang – Presiden Prabowo Subianto menargetkan pembangunan jaringan kereta api nasional baru di Pulau Sumatera dan Kalimantan melalui proyek Trans Sumatera Railway dan Trans Kalimantan Railway. Target tersebut disampaikan saat meresmikan revitalisasi tahap pertama Stasiun Semarang Tawang, Jawa Tengah, Kamis (30/7/2026). Dalam kesempatan itu, Presiden menugaskan PT KAI (Persero) bersama Kementerian Perhubungan untuk merealisasikan pembangunan jaringan perkeretaapian sebagai bagian dari penguatan konektivitas nasional dan pemerataan pembangunan.

Target Trans Sumatera Railway

Presiden Prabowo menginginkan jaringan kereta api di Pulau Sumatera terhubung dari titik paling selatan di Bakauheni, Provinsi Lampung, hingga Provinsi Aceh di bagian utara. Menurutnya, proyek tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

"Habis ini Trans Sumatera Railway dari Bandar Lampung ya, mana titik yang paling selatan? Bandar Lampung ya? Titik yang paling selatan, Bakauheni, sampai ke titik paling utara (Aceh). Bisa KAI? Bisa Menteri Perhubungan?" ujar Prabowo.

Presiden juga menyampaikan harapannya agar proyek tersebut dapat segera diwujudkan sehingga menjadi tonggak baru dalam pengembangan transportasi berbasis rel di Indonesia.

"Saya akan resmikan sebentar lagi revitalisasi Stasiun Semarang Tawang dan saya menanti peresmian revitalisasi stasiun-stasiun lain termasuk launching Trans Sumatera Railway," katanya.

Lanjutkan Pembangunan ke Kalimantan

Selain Pulau Sumatera, Presiden juga memberikan arahan agar pembangunan jaringan kereta api diperluas ke Pulau Kalimantan. Ia meminta PT KAI dan Kementerian Perhubungan mulai menyiapkan proyek Trans Kalimantan Railway sebagai bagian dari pembangunan infrastruktur yang merata di seluruh wilayah Indonesia.

"Kita kasih dia tugas harus kasih yang berat, jangan kasih yang ringan-ringan, ya. Habis Trans Sumatera nanti Trans Kalimantan kalau bisa bersamaan kita mulai. Indonesia negara besar, Indonesia negara kuat, Indonesia negara makmur. Kita buktikan," tegas Prabowo.

Perkuat Konektivitas Nasional

Arahan Presiden disampaikan bertepatan dengan peresmian revitalisasi tahap pertama Stasiun Semarang Tawang yang menjadi salah satu upaya modernisasi infrastruktur perkeretaapian nasional. Pembangunan jaringan kereta api lintas pulau dinilai sejalan dengan agenda pemerintah dalam meningkatkan konektivitas, memperlancar distribusi barang dan penumpang, serta memperkuat sistem transportasi nasional.

Selama ini, jaringan kereta api nasional masih terkonsentrasi di Pulau Jawa dan sebagian wilayah Sumatera. Pengembangan jalur yang menghubungkan wilayah selatan hingga utara Sumatera serta pembangunan jaringan baru di Kalimantan diharapkan dapat memperluas akses transportasi sekaligus mendukung pertumbuhan kawasan industri, perdagangan, dan logistik.

Dampak bagi Masyarakat

Pengembangan Trans Sumatera Railway dan Trans Kalimantan Railway diproyeksikan memberikan manfaat bagi masyarakat melalui peningkatan konektivitas antarwilayah, efisiensi biaya logistik, kemudahan mobilitas penumpang, serta pemerataan pembangunan ekonomi. Infrastruktur perkeretaapian juga diharapkan menjadi pendorong investasi baru dan membuka peluang pertumbuhan pusat-pusat ekonomi di berbagai daerah.

Tindak Lanjut Pemerintah

Pemerintah menugaskan PT KAI (Persero) bersama Kementerian Perhubungan untuk menyiapkan langkah-langkah pembangunan kedua proyek strategis tersebut. Tahapan selanjutnya akan mencakup perencanaan, pengembangan jaringan, serta koordinasi lintas kementerian dan lembaga guna mendukung percepatan pembangunan infrastruktur perkeretaapian nasional sesuai arahan Presiden.

Menemukan informasi yang perlu diperbaiki?

Sampaikan bukti dan bagian artikel yang dimaksud kepada redaksi.

Lapor Kesalahan

Bacaan Lanjutan

Artikel Terkait